Berita

Ads

Nasional

Fatwa

Palestina

Khazanah

Senin, Juni 17, 2019

Nikah Siri dan Kawin Kontrak, Ini Bedanya!

nikah-siri-dan-kawin-kontrak-ini-bedanya-ilustrasi
Telah menjadi viral kasus ditangkapnya tujuh pria berkewarganegaraan Cina yang merupakan calon pengantin kawin kontrak di Kalimantan Barat. Kasus rencana kawin kontrak tersebut menjadi perbincangan banyak pihak. Sejumlah ahli pun kemudian angkat bicara. Mereka dengan tegas mengatakan bahwa ada perbedaan yang sangat jelas antara nikah siri dan kawin kontrak yang sedang marak diperbincangkan masyarakat.

Prof. Euis Sunarti, Pakar ketahanan keluarga, dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB mengatakan bahwa kawin kontrak berbeda jauh dengan nikah siri atau nikah yang sudah sah secara agama (walau tak tercatat dalam sistem administrasi negara) dan tidak dapat disamakan. "Kawin kontrak dan nikah sirih tentu berbeda dan tidak dapat dipersamakan," terang dia, dalam satu kesempatan sebagaimana dikutip dari republika (17/6/19).

Prof. Euis Sunarti menjelaskan bahwa kawin kontrak menjadikan tujuan perkawinan sebagai kontrak semata, kepentingan syahwat sesaat, tidak sesuai dengan regulasi atau undang-undang perkawinan yang mendasarkan pernikahan pada agama dan sesudah itu catatan sipil.

Sebagaimana diketahui  bahwa tujuan dari pernikahan menurut agama dan undang-undang adalah membentuk atau membangun keluarga, mempunyai anak, melanjutkan keturunan, hubungan kasih sayang dan mempersatukan dua keluarga. "Menikah dengan cara siri itu mempunyai tujuan seumur hidup, dan bukan kepentingan sesaat untuk setahun, dua atau tiga tahun, kemudian cerai," tambah Euis.

Baca juga: Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol

Kawin Kontrak Hasil Kesepakatan


Prof. Euis Sunarti juga menjelaskan, jika kawin kontrak merupakan fakta yang telah lama ada yang timbul dan tenggelam. Menjadi fenomena di tengah-tengah  masyarakat karena hasil dari sebuah kesepakatan.

"Fenomena kawin kontrak di tengah masyarakat merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, dan bukan karena adanya paksaan," jelas Euis.

Dosen mata kuliah Ilmu Keluarga dan Konsumen tersebut menerangkan bahwa kesepakatan yang terjadi antara pihak perempuan dan laki-laki (pelaku kawin kontrak), di awal bisa jadi si perempuan dirayu atau sedikit dipaksa, kemdian terjadi kesepakatan di antara keduanya sampai akhirnya disetujui oleh si perempuan.

Dia berpendapat praktik kawin kontrak dalam masyarakat akan terus ada sepanjang ada yang mau, sebab secara manusiawi akan terus seperti itu. Untuk hal itu, Agama merupakan pondasi yang kuat untuk mencegah terjadinya praktik kawin kontrak.

Dijelaskan Euis, bahwa orientasi kawin kontrak antara laki-laki dan perempuan adalah berbeda. Orientasi si laki-laki adalah se*s, sedangkan si perempuan berorientasi  se*s dan juga materi.

Belum tentu seseorang yang melakukan kawin kontrak dikarenakan alasan miskin. Sangat mungkin si perempuan mempunyai kegemaran untuk hidup mewah dan juga hidup baik (faktor ekonomi). Sehingga memereka tidak menganggap penting akan status pernikahannya.

Alasan ekonomi hanyalah salah satu faktor terjadinya kawinan kontrak. Perempuan dapat dinikahi secara kontrak karena tergiur dengan kesempatan bekerja dan mendapat penghasilan.

Namun sebagai warga negara yang menganut sistem pernikahan menurut agama dan mempunyai hak konstitusional yang legal, semestinya memperhatikan setiap gerak langkah dan tindakannya.

Menikah dengan cara kontrak tidak diperbolehkan dalam agama ataupun perundang-undangan. Jika setiap individu mengikuti aturan pernikahan agama, maka permasalahan kawin kontrak tidak akan pernah terjadi meski diiming-imingni dengan kehidupan mewah. "Jika memang ingin, mintalah dinikah secara sah, walau menjadi istri kedua," tegas Euis.

Baca juga: Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur

Secara duniawi, nikah kontrak bagi perempuan memang menguntungkan karena tercukupi segala kebutuhan materinya. Namun ingat, kerugian yang akan ditanggung oleh perempuan pun tidaklah sedikit.

Bila dalam perjalanan kawin kontraknya mempunyai anak, maka status anak menjadi tidak jelas, ikuti kewarganegaraan siapa, bila sang suami balik ke negara asalnya, anak akan menjadi anak siapa, dan tidak mempunyai akte kelahiran.

Sah atau tidak sahnya kawin kontrak tersebut pun tidak jelas, karena tujuan dari pernikahan yang dilakukan hanyalah sesaat atau sesuai dengan kontrak. Status istri sesudah kontrak terselesaikan, apakah janda atau perawan menjadi tidak jelas. "Kalau wanita tersebut menikah lagi, kemudian statusnya janda. Jandanya dari siapa, kan pernikahannya diam-diam dan sebatas kontrak," lanjut Euis menjelaskan.

Intinya adalah, nikah siri dan kawin kontrak adalah beda. Resikonya besar bagi perempuan, dan bertentangan dengan norma Agama maupun rundang-undang perkawinan yang berlaku di Indonesia.

Jumat, Juni 14, 2019

Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol

jejak-islam-di-portugal-dan-spanyol
Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol. 500 tahun lebih, sebagian besar wilayah Portugal dalam penguasaan kepemimpinan Islam. Walau tidak banyak monumen peninggalan selama periode tersebut, tetapi Portugal di masa lampau penuh dengan jejak tinggalan Islam.

“Islam sungguh ada dalam jiwa Portugal,” tutur Presiden Portugal, Marcelo Robelo de Sousa, sebagaimana dilansir oleh The News Arab pada (14/6/2019).

Pernyataan dan pengakuan tersebut disampaikan oleh Marcelo pada peringatan hari jadi Komunitas Islam Lisbon yang didirikan oleh para migran pada sekitar tahun 1960-an. Walau begutu, jejak Islam di negeri Portugal lebih lama dan kuno dari itu.

Lebih dari 500 tahun lamanya, sebagian besar tanah yang sekarang menjadi negeri Portugal tersebut pernah dalam kekuasaan pemerintahan Islam. Kisaran 711 M, bala tentara Muslim berlayar dari Afrika Utara. Ekspidisinya berhasil dengan cepat mengambil kendali pada sebagian besar Spanyol dan Portugal. Kedua wilayah tersebut, dalam bahasa Arab lebih dikenal sebagai al-Andalus atau Andalusia.

“Kita terkadang mungkin tidak seluruhnya menyadari akan warisan dan jejak hebat yang ditinggalkan oleh bangsa Arab dalam masyarakat dan juga budaya Portugal. Kesadaran itu sungguh sangat penting,” aku Marcelo.

Baca juga: Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur

Periode Islam meninggalkan jejak sangat hebat berupa monumen penting di wilayah selatan Spanyol. Sebut saja Masjid Agung Cordoba dan Istana Alhambra yang terletak di Granada. Keduanya adalah beberapa contoh yang paling masyhur tentang arsitektur Islam yang megah.

Kecuali terdapat beberapa monumen Islam di Portugal, selama lima abad pemerintahan Islam berhasil meninggalkan jejak yang sangat dalam tentang bahasa dan budaya Portugis.

“Al-Andalus merupakan era keemasan bagi seluruh umat manusia dengan latar belakang agama yang berbeda. Muslim, Kristen, dan Yahudi hidup berdampingan dan relatif damai. Sains dan juga budaya berkembang sangat pesat. Lima abad kehadiran Islam berpengaruh sangat besar,”terang sejarawan Adalberto Alves.

Kolaborasi dan Toleransi Termasuk Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol


Menurut sejarawan Adalberto Alves, kesuksesan periode tersebut sering dihubungkan dengan kolaborasi dan toleransi di antara bermacam kelompok agama yang ada. Selama mengakui pemerintahan Muslim dan mau membayar pajak, setiap orang Yahudi dan Kristen mendapat perlindungan dan diikutsertakan dalam tata budaya dan ekonomi.

Sejarawan Adalberto Alves sudah menghabiskan 45 tahun terakhir dalam meneliti pengaruh 5 abad pemerintahan Muslim di Portugal. Karyanya yang berdasarkan penelitian tersebut bertujuan untuk menyebarkan warisan al-Andalus dan mengantarkan Eropa untuk lebih dekat kedalam dunia Islam dengan cara menekankan sebagai warisan budaya bersama.

Alves berhasil mengoleksi puisi Arab periode Andalus dan kemudian men-traslate ke dalam bahasa Portugis. Sumbangsihnya dalam penyebaran history kedatangan bangsa Arab di Portugal dan Spanyol telah mendapat pengakuan dari UNESCO dengan mendapat Hadiah Sharjah untuk Budaya Arab pada 2008.

Dalam kurun 10 tahun terakhir, Alves juga menuliskan kamus kosa kata Portugis yang berasal dari bahasa Arab. Ada banyak ungkapan dalam bahasa Portugis yang dipengaruhi oleh bahasa Arab.

Sebagai contoh adalah kata oxala yang dalam bahasa Portugis digunakan untuk mengungkapkan harapan. Ternyata ungkapan oxala berasal langsung dari bahasa Arab insya Allah.

"Saya berhasil menemukan tidak kurang dari 19.000 kata dalam bahasa Portugis yang berasal dari bahasa Arab," jelasya.

Alves telah menjelajahi banyak wilayah di mana Portugal mendapat pengaruh di masa lalu yang Islami, dari puisi, bahasa, tenun karpet, musik, arsitektur, dan sains.

Alves juga meyakini jika tanpa ilmu navigasi yang dikembangkan oleh bangsa Arab, Portugis tidak akan pernah menjadi pelaut yang handal dan tidak akan mempunyai satu kerajaan kolonial yang terlama hidup di dunia. "Pencerahan atau renaisan yang terjadi di Eropa tak luput dari jasa-jasa orang-orang Arab. Kontribusi bangsa Arab di Semenanjung Iberia yang membukakan pintu masuknya," ungkapnya.

Baca juga: Urgensi Mempunyai Akhlak Terpuji

Sayangnya, menurut Alves, hutang intelektual dan budaya terhadap dunia Arab-Islam sampai kini belum diakui orang-orang Eropa. Walaupun memainkan peran besar dan penting dalam kebangkitan bangsa Eropa dan Pencerahan Eropa, para ilmuwan Arab dan Muslim dihapus dari sejarah Eropa.

Di abad XV, kerajaan-kerajaan Kristen berhasil menundukkan benteng pertahanan Muslim terakhir di al-Andalus. Yang berarti mengakhiri pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia.

Orang-orang Muslim dan bahkan Yahudi dipaksa untuk pindah agama. Jika tidak mau maka diusir dari Portugal dan Spanyol, yang secara eksklusif berubah menjadi kerajaan-kerajaan Kristen.

Selasa, Juni 11, 2019

Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur

saudi-dikritik-amerika-diamkan-kerasan-cina-pagar-penjagaan-di-kamp-penahanan-muslim-uighur-cina-barat
Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur. Utusan Amerika Serikat (AS) yang bertugas  untuk kebebasan beragama internasional, Sam Brownback meminta agar negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim mengeluarkan suaranya terhadap masalah penahanan Muslim Uighur di Cina.

Dia mengharapkan, bahwa negara-negara Muslim ataupun negara yang berpenduduk mayoritas Muslim bisa mempresur pemerinah negera Cina supaya menghentikan penahanan mereka kepada penduduk Muslim Uighur.

Brownback mengatakan, pada sebuah wawancara dengan The Guardian, Selasa (11/6/2019), Amerika telah melakukan diskusi dengan pemerintah Arab Saudi menyangkut penahanan dan juga penyiksaan pada Muslim Uighur yang dilakukan oleh pemerintah Cina. Tetapi, Saudi tidak sedikitpun menyuarakan kritik terkait kekerasan terhadap Muslim Uighur tersebut.

"Saya sungguh kecewa karena negara Islam lebih banyak yang tidak bersuara. Saya ngerti bahwa orang Cina sudah mengancam mereka, tetapi Anda tidak boleh hanya diam saja karena hal itu hanya akan mendorong Cina melakukan lebih banyak tindakan," tutur Brownback.

Baca juga: Urgensi Mempunyai Akhlak Terpuji

"Bila Cina tidak berhenti dalam melakukan kekerasan, maka mereka akan mendorong suatu sistem di negara mereka sendiri dan berlanjut ke rezim otoriter lainnya," jelas Brownback menambahkan.

Sikap Turki Jelas Mengutuk Kekerasan Terhadap Muslim Uighur


Sikap Turki yang jelas mengutuk kekerasan terhadap Muslim Uighur mendapat apresiasi Brownback. Menurutnya, Turki yang sangat gamblang dalam mengutuk kekerasan terhadap Muslim Uighur memberikan contoh sikap jelas dan tegas. Meskipun, kritik tersebut menyebabkan Cina menjaga jarak dalam hubungan diplomatik dengan Turki, yang berarti bisa berdampak pada retaknya hubungan ekonomi.

Meskipun pemerintahan Trump sangat mengkritik Cina karena kampanye kekerasannya terhadap Islam di provinsi Xinjiang, Cina barat, tetapi, Washington belum mau untuk memberikan sanksi kepada Cina.

Pada sisi yang lain, para sekutu terdekat Amerika di dunia Islam seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir sejauh ini belum menyuarakan kritikan tajam atas penahanan massal umat Islam di Xinjiang. Brownback sangat berharap, pemerintah negara-negara Islam semakin memperoleh tekanan dari rakyat mereka sendiri guna mengambil sikap jelas dan tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Cina.

Baca juga: Teruslah Menuntut Ilmu

"Saya pikir semakin ada banyak suara yang keluar dan khususnya ketika keluar dari rakyat muslim di beberapa negara, Anda akan menyaksikan lebih banyak dari pemerintah mereka kemudian bertindak dan bereaksi atas kekerasan dan pelanggaran HAM di provinsi Xinjiang, Cina barat," kata Brownback.

Urgensi Mempunyai Akhlak Terpuji

pentingnya-berakhlak-terpuji
Tema kultum tentang urgensi atau pentingnya memiliki akhlak terpuji. Kemuliaan akhlak atau budi pekerti merupakan misi kerasulan Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya akhlak dalam kehidupan manusia. Salah satu sebab kenapa manusia mempunyai kedudukan tinggi di hadapan Allah ya karena akhlaknya yang terpuji.

Manusia yang mempunyai akhlak rendah maka tak ubahnya seperti hewan. Ia hanya manusia dalam bentuk dan kasingnya, tetapi esensinya adalah hewan karena prilaku dan sifatnya tak ubahnya seperti hewan. Manusia lebih mengutamakan mengikuti setiap hawa nafsunya tanpa bisa mengendalikan.

Orang-orang beriman di samping memperbanyak ibadah kepada Allah juga harus memperbaiki akhlak budi pekertinya. Buka saja hal itu bermanfaat baginya dalam kehidupan dunia, tetapi juga bermanfaat bagi kehidupannya di akhirat.

Akhlak terpuji juga merupakan sarana memperberat timbangan di hari Kiamat (akhirat). Beruntunglah mereka yang mempunyai akhlak mulia. Dan merugilah mereka yang sifat dan prilakunya bejat, bicaranya juga keji dan kotor.

Baca juga: Teruslah Menuntut Ilmu

Nabi Muhammad SAW. bersabda:
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Jelaslah bahwa seseorang yang mempunyai budi perkerti mulia sangatlah beruntung. Dalam kehidupan dunia,ia akan dikerumuni banyak teman karen suka dan senang dengan kepribadiannya. Sementara dalam kehidupan akhiratnya mendapatkan timbangan kebajikan yang lebih berat. Sebaliknya, orang-orang dengan perangai buruk dan suka berbijara keji lagi kotor dalam kehidupannya akan dijauhi orang-orang dalam lingkungannya. Dan dalam kehidupan akhiratnya pun ia mendapatkan kebencian dari Allah SwT.

Akhlak mulia penting bagi orang yang berilmu


Orang-orang dengan ilmu dan penguasaan teknologi yang tinggi juga penting mempunyai akhlak dan budi pekerti mulia. Penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tidak berfaedah jika tidak diimbangi dengan kemuliaan budi pekerti. Apa yang dimiliki justru untuk membodohi orang lain, menciptakan sesuatu yang destruktif sehingga memberikan dampak kehancuran, mengambil kebijakan dan keputusan yang salah sehingga merugikan bayak orang, bangsa dan negara jika ia adalah orang yang memiliki kekuasaan.

Baca juga: Kultum Tentang Harta Yang Memuliakan Dan Menghinakan

Maka menjadi sangat penting memperhatikan nasehat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah tentang pentingnya mempunyai akhlak dan budi pekerti mulia:

طالب العلم : إذا لم يتحل بالأخلاق الفاضلة فإن طلبه للعلم لا فائدة فيه
Seorang penuntut ilmu, jika tidak menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, maka tidak ada faidah menuntut ilmunya.

Siapapun harus menghiasi dirinya dengan budi pekerti dan ahlak yang luhur. Tak terkecuali mereka yang mempunyai ilmu, menguasai iptek, dan pribadi-pribadi lain yang mempunyai kekuasaan.

Demikianlah tema kultum tentang urgensi atau pentingnya mempunyai akhlak terpuji.

Teruslah Menuntut Ilmu

teruslah-menuntut-ilmu
Tema Kultum - Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim, baik-laki-laki ataupun perempuan. Menuntut ilmu juga harus dilakukan terus menerus tanpa henti, sepanjang hayat hidup seseorang harus diisi dengan mencari ilmu. Dalam istilah kerennya, long life education. Pendidikan harus terus dilakukan sejak masih dalam ayunan hingga masuk liang lahad.

Ada perbedaan signifikan antara orang yang menuntut ilmu dan yang tidak. Bagi orang yang berilmu mempunyai kedudukan yang tinggi di hadapan Allah.

Bahkan dinyatakan dengan jelas bahwa, kecuali mempunyai perbedaan yang jauh, orang berilmu dan menggunakan akal lebih bisa menerima pelajaran kehidupan dari Allah dan berdzikir kepadanya. Sebagaimana firman-Nya:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. [QS. Az Zumar : 9]

Baca juga: Kultum Tentang Harta Yang Memuliakan Dan Menghinakan

Mencari ilmu secara terus menerus menjadi sangat penting mengingat orang yang berilmu lebih memahami tauhid. Bersama dengan Allah, orang berilmu dapat memahami pernyataan Allah bahwa "tidak ada tuhan selain Allah". Ia faham dan sadar betul bahwa dalam hidupnya hanya mengakui Allah yang Esa sebagai Rabb-nya dan menafikan yang lainnya. Hidupnya ia persembahkan hanya untuk mengabdi kepada-Nya.
شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَاۤئِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. Ali Imran : 18]

Dalam menuntut ilmu harus memahami etika di dalamnya. Mengacu kepada ucapan Ali Karama Allahu Wajhahu disebutkan bahwa:
  1. Ilmu dijadikan sebagai hiasan hidupnya. Artinya, orang lebih merasa terhormat dengan ilmu yang dimiliki dibandingkan lainnya
  2. Menuntut ilmu harus fokus dan tidak boleh bosan
  3. beban tugas dalam menuntut ilmu hendaknya diterima dengan sabar dan dianggap sebagai bagian darinya
  4. Menaruh hormat kepada guru sebagai sumber ilmu dimana seseorang belajar.
Hal itu dapat dipahami dari ucapan Ali sebagaimana yang dikutip Al-Qurtubi dalam kitab Jami' Bayan al-ilmi wa Fadhlih.
رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بِنِ أَبِيْ طَالِبٍ -رضي الله عنه- أَنَّهُ قَالَ: تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ وتَزَيَّنُوْا مَعَهُ بِالْوَقَارِ وَالْحِلْمِ، وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُ (جامع بيان العلم وفضله: أبي عمر يوسف بن عبد الله النمري القرطبي)
Diriwayatkan dari Ali RA, dia berkata: tuntutlah ilmu dan berhiaslah dengannya dengan tenang dan sabar. Dan hormatlah kepada orang yang engkau belajar darinya.

Menuntut ilmu dan ilmu yang bermanfaat tidak saja memberikan manfaat saat hidup di dunia, tetapi juga ketika telah meningggal. Ilmu yang bermanfaat termasuk salah satu dari tiga jenis pahala yang tak akan putus. Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia (HR. Muslim)

Ilmu tidak cukup hanya dihafal dan diketahui. Ilmu harus diamalkan sehingga memberi kemanfaatan bagi orang lain. Ilmu yang hanya dikuasai tanpa memberi manfaat maka bagaikan pohon ynag tak berbuah. Imam Syafi'i mempertegas hal tersebut:
قال الشافعي: ليس العلم ما حفظ، العلم ما نفع، وعليه بدوام السكينة والوقار والخشوع والورع والتواضع والخضوع (الكتاب : آداب العلماء والمتعلمين: الحسين ابن المنصور اليمني)
Al-Syaafi'i berkata: Ilmu bukanlah apa yang dihafalkan, ilmu adalah apa yang berguna. Selama menuntut ilmu wajib menjaga ketenangan, penghormatan, kekhusyu’an, ketaatan, kerendahan hati, penyerahan

Baca juga: Khutbah Idul Fitri 1440 H

Menuntut ilmu terus menerus dan tiada henti menempatkan pelakunya pada posisi yang tinggi di mata Rasulullah. Rasulullah mengklaim bahwa orang berilmu lebih tinggi statusnya dibanding ahli ibadah. Disparitas keduanya bagaikan tingginya derajat Rasulullah dengan derajat orang terendah dalam umatnya. Hal itu diungkapkan dalam kitab Adabu al-Dunya wa al-Diin:
وَرَوَى أَبُو أُمَامَةَ قَالَ : سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا عَالِمٌ وَالْآخَرُ عَابِدٌ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ رَجُلًا (الكتاب : أدب الدنيا والدين)
Abu Umamah bercerita, bahwa Rasulullah ditanya tentang perbandingan dua orang yaitu orang berilmu dan ahli ibadah. Rasulullah menjawab, keutaman orang berilmu dan ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang terendah diantara kamu sekalian.

Demikian tema kultum Teruslah Menuntut Ilmu kali ini. Semoga bermanfaat.

Utama

Traveling

Tokoh

Traveling

Khazanah

© Copyright 2019 Lintas12 : Berita Dunia Islam | All Right Reserved