AS Akhiri Operasi Serangan Udara Lawan ISIS

LINTAS12.COM. Berita AS akhiri operasi serangan udara lawan ISIS. Salah seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Reuters bahwa perintah Presiden AS Donald Trump adalah untuk segera menarik pasukan dari Suriah. Perintah penarikan pasukan tersebut diperkirakan merupakan pertanda berakhirnya operasi serangan udara Amerika terhadap ISIS.

Meski begitu, keputusan final belum dibuat dan tidak mengenyampingkan dukungan untuk sekutu mereka di Suriah. Salah satunya Prancis, mereka mengatakan akan terus berjuang di wilayah Suriah melawan ISIS.

Keputusan Presiden Amerika, Donald Trump pada Rabu lalu untuk menarik pasukan AS dari Suriah tentu saja mengejutkan banyak kalangan. Keputusan yang diambil Trump tersebut menimbulkan banyak kritik dari kelompokPartai Republik dan pastinya menyebabkan sekutu AS khawatir.

Keputusan Amerika Serikat untuk mengakhiri operasi serangan udara membuat khawatir sekutu-sekutunya, sebab ISIS dapat memperoleh kembali ruang untuk berkumpul dan bangkit. Padahal, ISIS saat ini sudah kehilangan hampir semua wilayah yang pernah di tangan kekuasaannya.

Pengumuman tentang penarikan pasukan daratnya belum tentu juga mengakhiri serangan udara AS. Pasalnya, aset utama pasukan udara Amerika Serikat basisnya tidak berada di Suriah. Pasukan udara Amerika terbang menuju ke Suriah berasal dari negara-negara terdekat. Pusat komando operasi udara mereka untuk tujuan perang udara berada di Qatar.

Sesuai data angkatan udara, serangan udara yang di bawah pimpinan Amerika Serikat sangat penting dalam memukul mundur ISIS dan sekaligus menekan ISIS di Suriah dan Irak. Tidak kurang dari 100 ribu rudal dan bom yang digunakan untuk menembaki target-target di Suriah dan Irak sejak 2015.

Para pejabat Amerika kepada Reuters menyebutkan bahwa waktu berakhirnya operasi perang udara akan berhubungan dengan penarikan keseluruhan pasukan AS. Namun, pejabat Amerika menolak untuk menyampaikan kepastian atau tepatnya waktu penarikan pasukan.

Masih belum jelas apakah ada kemungkinan lagi untuk mengubah keputusan Donald Trump menarik pasukan Amerika karena Trump tidak berbicara secara langsung di depan umum. Namun, militer AS bila memungkinkan cenderung mendukung sekutu yang lagi memerangi musuh bersama.

Dan, Pentagon menolak berfikir spekulatif tentang hal tersebut. "Selama ada pasukan Amerika Serikat di medan tempur, kami akan terus melakukan serangan udara dan artileri guna mendukung pasukan Amerika. Kami tak akan berspekulasi tentang adanya operasi di masa depan," tutur Pusat Komando Amerika Serikat.

Keseluruhan aset milik pasukan udara AS adalah sangat penting. Tidak saja untuk serangan ofensif kepada ISIS di Irak dan Sutiah, melainkan juga digunakan untuk membantu pasukan AS di medan tempur. Peran pasukan udara Amerika itu lebih dikenal sebagai kekuatan pelindung. Pasukan udara Amerika Serikat sangat urgen dalam memastikan keluarnya seluruh pasukan AS dari Suriah secara aman dan teratur.

Reaksi:

Related Post

Comment Policy : Tulis komentar Anda sesuai topik pembahasan. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
×

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel