[ADS] Top Ads

Iran akan Lanjutkan Uji Coba Rudal, Meski Ditentang AS

iran-akan-lanjutkan-uji-coba-rudal-balistik-meski-ditentang-amerika
Berita Dunia Islam - Iran tetap akan melanjutkan uji coba rudalnya untuk membangun kemampuan pertahanannya. Pernyataan itu muncul sesudah negeri Paman Sam menuding Teheran telah menguji rudal balistik jarak menengah yang berarti melanggar kesepakatan nuklir Iran.

"Uji coba rudal dilakukan demi pertahanan diri serta bentuk pencegahan negara. Tentunsaja kami tetap akan melanjutkan uji coba ini," tegas juru bicara milter Iran, Brigadir Jenderal Abolfazi Shekarchi pada Ahad (2/12).

Menurutnya Iran tak butuh izin siapa pun untuk mengembangkan kemampuan persenjataan rudalnya. "Kami akan selalu mengembangkan rudal dan mengujinya. Hali Ini adalah di luar kerangka (negosiasi) dan yang pasti merupakan bagian dari keamanan negara kami. Maka kami tidak perlu meminta izin kepada negara mana pun, tak terkecuali AS" kata Shekarchi.

Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya, Bahram Qasemi juga menyatakan hal yang sama dengan Shekarchi. Ia menyebutkan bahwa rudal yang dikembangkan Iran adalah murni untuk kepentingan pertahanan nasional. "Tidak ada satupun resolusi Dewan Keamanan yang melarang program rudal dan uji coba rudal yang dilakukan Iran," sebutnya.

Meski begitu, Qasemi maupun Shekarchi tidak membenarkan atau menyangkal tudingan AS soal uji coba senjata nuklir terbarunya. Seperti diketahui bahwa pada Sabtu pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecam tindakan Iran karena mengadakan uji coba rudal balistik jarak menengah.

Menurut Menteri Luar Negeri AS itu, hal itu berarti dengan jelas Iran telah melanggar kesepakatan nuklir Iran atau biasa disebut dengan istilah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang ditandatangani pada tahun 2015. Sementara AS sendiri sudah keluar dari kesepakatan JCPOA tersebut.

AS menginginkan supaya JCPOA direvisi. Karena menurutnya, kesepakatan tersebut dianggap lemah. Biangnya adalah tidak dimasukkannya program rudal balistik Iran, perannya dalam konflik Yaman serta Suriah, dan kegiatan nuklirnya pasca-2025.

Sesudah mundur dari Joint Comprehensive Plan of Action, pada Agustus 2018 ini, AS kembali memberlakukan sanksi terhadap Teheran kembali. Target dari pemberlakuan kembali sanksi itu adalah sektor keuangan Iran, industri otomotif, dan perdagangan logam mulia.

[ADS] Bottom Ads