Qatar Out dari OPEC, Ini Alasannya

Qatar menyatakan diri akan keluar dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada awal tahun 2019. Rencana out dari OPEC tersebut diumumkan oleh Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi pada Senin (3/12).

Al-Kaabi menjelaskan bahwa keputusannya meninggalkan organisasi negara-negara pengekspor minyak muncul sesudah Qatar meninjau berbagai cara di mana posisi globalnya bisa ditingkatkan serta untuk merencanakan strategi jangka panjangnya.

"Tidak ada alasan politik sama sekali di balik keputusan keluar dari OPEC. Keputusan untuk out dari OPEC adalah murni karena teknis dan strategis. Sekali lagi tidak ada kaitannya sama sekali dengan politik," jelas al-Kaabi, sebagaimana dikutip dari laman Anadolu Agency.

Perlu diketahui bahwa Qatar telah menjadi anggota negara-negara pengekspor minyak (OPEC) adalah sejak 1961. Namun, sejak Juni tahun 2017 yang lalu, sebagian negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Bahkan, keempat negara teluk tersebut juga memberlakukan embargo kepada Qatar melalui darat dan laut. Pemberlakuan embargo itu dilakukan setelah Saudi dan koalisinya menuduh Qatar adalah negara pemberi dukungan terhadap kelompok teroris di kawasan kaya minyak tersebut.

Yang paling mutakhir, keempat negara-negara teluk tersebut mengajukan 13 macam tuntutan kepada Qatar. Jika Qatar menginginkan terlepas dari embargo dan blokade maka ketiga belas tuntutan itu harus dilaksanakan. Menanggapi tuntutan tersebut, Qatar menyatakan bahwa poin-poin yang terdapat dalam tuntutan keempat negara tetangganya itu tidaklah realistis dan mustahil untuk dipenuhi.

Di aintara tuntutan yang diminta oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir adalah meminta Qatar menghentikan pendanaan terhadap kelompok teroris, menutup media penyiaran Aljazirah, dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Reaksi:

Related Post

Comment Policy : Tulis komentar Anda sesuai topik pembahasan. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
×

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel