[ADS] Top Ads

Indonesia Defisit Guru Agama di Sekolah

indonesia-defisit-darurat-guru-agama-di-sekolah

Lintas12. Indonesia defisit guru agama di sekolah. Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa saat ini Indonesia mengalami defisit atau kekuarangan guru agama di sekolah. Karena kebutuhan guru agama di Indonesia telah mencapai 20 ribu. Angka tersebut, semuanya harus tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Karena kondisi ini maka bisa dikatakan bahwa Indonesia darurat guru agama.

Menurut Suwendi, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemenag Pusat, membenarkan bahwa memang benar saat ini Indonesia tengah mengalami defisit guru agama di sekolah. Angka lebih dari 20 ribu kebutuhan memang benar adanya.

Sehingga kadang kadang guru yang bukan dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) harus melakukan tugas tambahan sebagai guru PAI. Dari sini bisa dilihat kapabilitasnya. Namun karena memang benar-benar kekurangan maka terpaksa beberapa sekolah menugaskan bukan guru yang tidak berlatar belakan prodi Pendidikan Agama Islam untuk mengampu mata pelajaran PAI.

Terkait dengan kekurangan guru PAI tersebut harus dicarikan solusi. Nah, salah satu bentuk penyelesaiannya adalah saat ini Kementrian Agama sudah memperoleh pos anggaran untuk proses rekrutmen guru agama di seluruh wilayah Indonesia. Nantinya, perekrutan guru agama akan dibantu oleh sejumlah instansi, baik yang berada di bawah pemerintah daerah maupun instansi yang ada dalam naungan pemerintah pusat.

Baca juga: Menuntut Ilmu Tak Terbatas Batas Usia

“Tahun 2019 ini, Kementerian Agama telah memperoleh pos besar untuk melakukan proses rekrutmen guru agama. Untuk perekrutan guru agama di sekolah, prosesnya tidak semua di Kemenag. Di antara proses perekrutan tersebut dilakukan oleh pemerintah daerah. Sejumlah pemerintah daerah akan melakukan perekrutan dengan melakukan tes wawasan kebangsaan dan juga baca serta menulis Alquran,” jelas Suwendi, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemenag Pusat.

Perekrutmen guru agama menjadi salah satu hal penting untuk dilakukan. Karena untuk saat ini, para peserta didik dan mahasiswa lebih banyak memperleh pengetahuan keagamaan berasal dari media sosial dan juga termasuk kelompok Islam baru.

Tentu saja kondisi demikian merupakan problem serius yang dihadapi. Banyak kalangan mahasiswa memperoleh informasi tentang agama tidak semua berasal dari basis program studi PAI. Terdapat banyak institusi yang memperoleh sumber pengetahuan agama dari basis medsos, di luar program studi itu sendiri.

Sebelumnya, telah disampaikan bahwa saat ini Kementerian Agama sedang kekurangan puluhan ribu guru agama. Kekurangan ini dikarenakan guru agama banyak yang sudah pensiun. Jika dihitung dengan rasio jumlah sekolah, sekarang ini Kementerian Agama (Kemenag) membutuhkan 74 ribu guru agama baru. Kebutuhan sebegitu banyak dimaksudkan untuk melengkapo rasio kebutuhan tahun 2019 ini.

Mengacu pada penjelasan Direktur Pendidikan Agama Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Imam Syafii, bahwa kebutuhan ini untuk menggantikan ribuan guru yang sudah memasuki masa pensiun atau purna tugas. Untuk wilayah Jawa Timur saja pada tahun 2018 yang lalu telah kehilangan 1.000 orang guru karena telah memasuki pensiun. Belum lagi daerah-daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera, dan wilayah – wilayah lain di Indonesia.

Baca juga: Warisan Peradaban di Museum Seni Islam

Demikian informasi tentang Indonesia darurat guru agama. Info tentang hal ini telah dirilis dalam bentuk siaran pers yang dikirimkan kepada berbagai media cetak maupun online.

Semoga, di tahun tahun yang akan datang, Indonesia tidak lagi mengalami kekurangan apalagi sampai darurat guru agama.

Informasi seputar Indonesia Darurat Guru Agama dipersembakan oleh Lintas12 melalui laman lintas12.com.

[ADS] Bottom Ads