Senin, Januari 28, 2019

Potensi Zakat di Yogya Mencapai 150 Miliar Per Tahun

Potensi Zakat di Yogya Mencapai 150 Miliar Per Tahun

potensi-zakat-yogya-mencapai-150-m
Potensi Zakat di Yogya Mencapai 150 Miliar Per Tahun. Pengumpuan dana ZIS - Zakat, Infaq dan Sedekah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai lumayan besar. Bahkan angkanya mencapai hingga Rp 150 miliar per tahunnya.

Sayangnya, sekarang ini potensi zakat yang besar tersebut belum bisa tergali dengan maksimal. Dana yang terkumpul dari dana ZIS - Zakat, Infaq dan Sedekah pada tahunn 2018 yang lalu cuma mencapai angka Rp 18 miliar. Tentu saja masih jauh dengan potensi yang dimiliki.

"Saat ini yang sudah terhimpun masih terbilang sangat kecil sekali," jelas Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) DIY, Bambang Sutiyoso, pada Senin (28/01/2019).

Bambang menyebutkan, agar bisa mencapai dengan maksimal potensi ZIS tersebut haruslah ada pengelolaan atau manajemen yang baik akan dana ZIS. Dan semua itu tidak bisa hanya dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional - BAZNAS DIY sendiri.

"Pengelolaan atau manajemen ZIS tidak bisa hanya menjadi tugas Baznas Yogya, tetapi juga semua badan amil yang lain. Untuk wilayah DIY itu terdapat 38 LAZ, Lembaga Amil Zakat, Dompet Dhuafa dan yang lain-lain masih banyak lagi. Dan semua di bawah koordinasi BAZNAS Yogyakarta. Belum lagi UPZ - Unit Pengumpul Zakat, juga ada," sambung Bambang.

Penghimpunan atau pengumpulan dana ZIS – Zakat Infaq dan Sedekah juga terkendala dengan adanya lembaga yang belum melaporkan pengelolaan hasil penghimpunan kepada Baznas Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehingga ada berapa jumlah dana ZIS yang sudah terhimpun pun tidak diketahui pasti.

Baca juga: Israel Akui Memasok Senjata ke Pemberontak Suriah

Malahan, ada beberapa dari lembaga zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri yang belum memperoleh pengesahan dari Kantor Kementerian Agama ( KanKemenag). Dari 38 LAZ di si seluruh DIY, hanya tujuh yang sudah memperoleh pengesahan dari Kemenag Yogyakarta.

Dan yang Lembaga Amil Zakat yang lain sekedar baru memperoleh akta pendirian lembaga dari Badan Amil Zakat Nasional - BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta. "Verifikasinya oleh Baznas. Tetapi soal pengesahannya oleh pemerintah melalui Kantor Kementerian Agama. Jika belum mendapat pengesahan, Lembaga Amil Zakat bersangkutan berarti masih berstatus bersifat illegal," kata dia.

Dia juga menghimbau agar semua masyarakat menyalurkan zakat infak dan sedekahnya - ZIS kepada lembaga yang berstatus legal. Sehingga harta yang dikeluarkan tercatat dan pastinya dana tersebut bisa dipertanggung jawabkan dengan baik dan didistribusikan kepada orang-orang yang memang berhak.

Baca juga: Indonesia Defisit Guru Agama di Sekolah

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang hendak mentasarufkan zakat infaq dan sedekah – ZIS nya ke institusi yang legal. Dalam mengumpulkan berbagai jenis dana dari seluruh masyarakat itu harus bisa pertanggung jawaban dan harus ada pencatatan yang baik," kata Bambang.

Demikian informasi tentang potensi zakat di Yogyakarta yang mencapai 150 miliar per tahun dari Berita Dunia Islam di lintas12.com.



Artikel Terkait:

© Copyright 2019 Lintas12 : Berita Dunia Islam | All Right Reserved