Minggu, Januari 06, 2019

Warisan Peradaban di Museum Seni Islam

Warisan Peradaban di Museum Seni Islam

warisan-peradaban-di-museum-seni-islam
Warisan Peradaban di Museum Seni Islam. Peradaban Islam mewariskan peninggalan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Peninggalan tersebut tampil dalam beragam bentuk, salah satunya dalam bentuk karya seni.

Keanekaragaman bentuk seni dekoratif Islam sangat mengagumkan, mulai dari ukiran kayu yang indah di era Fatimiyah pada abad ke-11 dan 12, tenunan karpet Utsmaniyah dari abad ke-15, dan seterusnya, hingga barang pecah belah yang dihasilkan para pengrajin di Andalusia pada abad ke-14 dan 15. Keindahan dan detail luar biasa karya-karya tersebut membuktikan betapa tingginya peradaban Islam di masa lalu.

Meski umurnya telah berabad-abad, banyak peninggalan tersebut yang masih terawat baik dan dapat kita lihat di berbagai museum. Di Los Angeles County Museum of Art misalnya, terpajang lebih dari 1.700 potong karya Islami, yang menjadikannya sebagai koleksi penting seni Islam di AS. British Museum, London, juga menampilkan banyak karya seni Islam, yang mencakup karya seni dari seluruh masa sejarah Islam. Nah, kini mari sambangi tiga museum lainnya.

Museum Seni Doha


Diresmukan pada 2008, museum ini menyimpan dan memamerkan karya-karya seni Islam dari abad ke-7 sampai ke-19. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari tekstil, keramuk, manuskrip, artefak, logam, kaca, gading, dan bebatuan berharga.

Museum yang sekarang menjadi salah satu magnet wisata di Doha, Qatar, ini dirancang oleh arsitek berkebangsaan Amerika Serikat kelahiran Cina, Ieoh Min Pei. Dia dikenal sebagai arsitek 'jenius' yang merancang piramida kaca Museum Louvre di Paris, Prancis. Secara arsitektur, Museum Seni Islam di Doha yang memadukan konsep bangunan kuno dan modern inipun dikagumi banyak kalangan.

Selain menyimpan koleksi seni Islam, museum inipun kerap menggelar diskusi, seperti diskusi mengenai kesenian dan pengetahuan sejarah Islam. Museum Seni Islam ini juga memiliki fasilitas yang lengkap. Ada auditorium, perpustakaan, toko buku, restoran, taman, kolam, dan tempat bermain anak-anak. Di dekat museum, tersedia pula tempat parkir untuk kapal-kapal pesiar, karena museum ini terletak di tepi laut.

Berikut ini beberapa tempat yang merupakan Warisan Peradaban di Museum Seni Islam.

Museum Lovre Paris


Meski berada di negeri yang mengagung-agungkan sekularisme, Museum Louvre di Paris, Prancis, juga memiliki ribuan koleksi karya seni Islam. Sejak 18 September lalu, museum ini memiliki tempat khusus untuk memamerkan benda-benda seni yang berasal dari kebudayaan Islam.

Berada di atas lahan seluas 3.000 meter persegi, sayap baru di Museum Louvre itu menyimpan sekitar 3.000 benda seni Islam dari abad ke-7 hingga 19. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari berbagai tempat yang dulu menjadi pusat kejayaan Islam, seperti India, Iran, Mesir, Andalusia, dan juga Suriah.

Misalnya, karpet India yang dibuat pada masa Dinasti Mughal di abad ke-16, miniatur lukisan dari Iran yang menggambarkan kisah Seribu Satu Malam, bejana-bejana perak dan emas dari Mesir dan Suriah yang berasal dari tahun 1330-1340 M.

Sayap baru yang pembangunannya menelan biaya 100 juta euro ini didanai oleh Pemerintah Prancis dan beberapa negara Islam, seperti Arab Saudi, Maroko, Kuwait, Oman, dan Azerbaijan.

Pangeran Arab Saudi Waleed bin Talal melalui Alwaleed Foundation mendonasikan 20 juta dolar AS untuk proyek ini. Diharapkan, karya-karya seni Islam tersebut bisa menumbuhkan rasa saling memahami dan toleransi dari para pengunjung.

Bayt Alquran dan Museum Istiqlal


Dibuka untuk umum pada 20 April 1997, Bayt Alquran dan Museum Istiqlal (BQ&MI) menempati areal seluas 20.013 meter persegi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. BQ&MI merupakan perpaduan dua lembaga berbeda namun dalam kesatuan konsep.

Bayt Alquran, yang berarti rumah Alquran, memamerkan koleksi yang berkaitan dengan Alquran. Sebut saja, misalnya, manuskrip Alquran, Alquran cetakan, terjemahan dan tafsir Alquran, serta karya seni dan tradisi Qurani. Di ruang pamer Bayt Alquran terdapat Mushaf Istiqlal yang menjadi primadona pada Festival Istiqlal II 1995. Ada pula Mushaf Wonosobo, yang merupakan Alquran terbesar hasil kreasi dua santri Ponpes al-Asy'ariah, Wonosobo, Jawa Tengah, juga Mushaf Sundawi dan Mushaf Malaysia.

Sedangkan Museum Istiqlal menyajikan koleksi karya seni budaya bangsa yang bernapaskan Islam. Misalnya, manuskrip keagamaan, tekstil, nisan, seni rupa tradisional, seni rupa modern, dan warisan budaya Islam lainnya. Koleksi di BQ&MI merupakan karya-karya unggulan para ulama dan intelektual Muslim nusantara sejak abad ke-17 sampai 20.

Selain ruang pamer, BQ&MI dilengkapi beragam fasilitas pendukung seperti auditorium, perangkat audiovisual, ruang kelas, dan balkon.

Demikian informasi seputar Warisan Peradaban di Museum Seni Islam dari Lintas12 di lintas12.com.



Artikel Terkait:

© Copyright 2019 Lintas12 : Berita Dunia Islam | All Right Reserved