[ADS] Top Ads

Polandia: Masjid Kruszyniany, Situs Tua Bersejarah Tatar

polandia-masjid-kruszyniany-situs-tua-bersejarah-tatar
lintas12.com. Kruszyniany merupakan sebuah desa di Polandia. Dan secara umum tidak berbeda dengan ribuah desa lainnya di wilayah bagian timur laut Polandia. Tetapi, desa ini mempunyai masjid tertua. Masjid itu tidak saja menjadi tempat ibadah, namun juga mempunyai sejarah yang hampir saja terlupakan.

Adalah sebuah masjid kayu yang dididirikan pada abad ke-18. Ia merupakan saksi atas perjuangan umat Muslim suku Tatar di Polandia. Masjid yang bercat warna hijau mencolok itu sekarang menjadi fokus perhatian di Kruszyniany.

Wisatawan atau tourist yang berkunjung ke masjid ini umumnya akan disambut dengan hangat oleh Takmir masjid Kruszyniany, Dżemil Gembicki. Kemudian secara gamblang akan dijelaskan tentang bagaimana sejarah masjid yang dipenuhi kayu tersebut.

Mulanya masjid Kruszyniany dibangun sekitar abad 16-17 oleh seorang kapten kalvaleri Tartar bernama Murza Krzeczkowski.

Pada dinding yang terbuat dari kayu masjid ini dihiasi dengan tulisan kaligrafi dan gambar-gambar atau foto kota Makkah dan Madinah.

Dan untuk lantainya, ditutupi dengan karpet. Dan di atas puncak masjid bertengger simbol bulan sabit dan bintang yang berwarna terang benderang.

Baca juga: 5 Fakta Unik Azan

"Ini adalah simbol Islam," kata Gembicki, saat ia duduk di tangga mimbar yang biasa dimanfaatkan khatib ketika melaksankan shalat Jum'at.

Dia menjelaskan juga bahwa meskipun ada banyak umat Islam Polandia yang tidak lagi tahu bahasa Arab, Alquran terus dibacakan di masjid ini dalam bahasa Arab.

Gembicki menyebutkan bahwa Tatar Polandia paling tidak mempunyai tiga karakteristik yang tidak dapat dilepaskan, yaitu suku Tatar, kebangsaan Polandia, dan Islam.

Salah seorang keturunan suku Tatar lainnya, Zofia Bohdanowic pun menyebutkan hal senada bahwa bila tidak ada Islam maka tidak ada pula suku Tatar. “Saya seorang Muslim Tatar Polandia. Ketiga istilah ini sangat penting bagi komunitas kami," sambungnya.

Baca juga: Potensi Zakat di Yogya Mencapai 150 Miliar Per Tahun

Bahdanowic berasal dari Bohoniki, yaitu sebuah desa yang hampir mirip dengan Kruszyniany. Dan di desa itu juga berdiri tegak masjid tertua lainnya di negara Polandia.

“Keluarga saya sudah tinggal di desa ini selama beberapa generasi. Dan saya adalah orang Polandia, namun yang membedakan saya dan anak-anak dengan orang lain adalah perbedaan agama. Itulah sebabnya kami adalah Muslim Polandia. Dan bila tidak ada Islam, maka tidak ada kita,” terang Bahdanowic.

[ADS] Bottom Ads