Rabu, April 03, 2019

Gas Israel Bikin Guru dan Siswa Palestina Sesak Nafas

Gas Israel Bikin Guru dan Siswa Palestina Sesak Nafas

gas-israel-bikin-guru-siswa-palestina-sesak-nafas
Banyak siswa dan juga guru Palestina pada Selasa pagi tanggal (2/4) mengalami sesak nafas akibat harus menghirup gas air mata yang ditembakkan tentara Israel ke dekat satu sekolah di Kota Al-Khalil (Hebron), sisi selatan wilayah Tepi Barat Sungai Jordan.

Seorang Koresponden dari Kantor Berita Palestina (WAFA), menyebutkan bahwa tentara Yahudi Israel dikirimkan ke dekat Sekolah Dasar Al-Khalil di sisi selatan Kota Al-Khalil dan dengan sangat gencar meluncurkan gas air mata ke dalam area sekolah. Akibatnya bisa dipatikan, terdapat banyak murid dan juga guru mengalami perih mata dan juga sesak nafas akibat menghirup banyak sekali gas air mata.

Seluruh murid dan guru yang mengalami sesak nafas dan perih mata diberi perawatan di tempat. Sekolah Dasar Al-Khalil merupakan satu di antara sembilan sekolah Palestina yang terletak di Daerah H2 Al-Khalil, yang berarti berada di wilayah kendali pasukan militer dan sipil zionis Israel. Mereka akan selalu berhadapan dengan resiko paling besar setiap terjadi serangan, tulis WAFA. Para murid dan guru tiap memasuki area sekolah harus melalui pos pemeriksaan militer zionis Israel di wilayah H2. Jika tidak mau maka bisa dipatikan mereka tidak akan sampai ke sekolah.

Baca juga: Cara Pewarnaan Dalam Karya Seni Islam

Wilayah sisi selatan Tepi Barat Sungai Jordan merupakan tempat tinggal bagi 32 ribu orang Palestina. Area ini dipandang sebagai wilayah paling rentan bagi tentara zionis Israel dan juga pemukim Yahudi. Militer zionis Israel setiap saat menciptakan teror dan rasa ketakutan kepada murid dan guru. Tentu saja banyak guru dan muridnya mengalami rasa cemas dan tekanan. Bisa dipastikan kondisi tersebut sangat berpengarus terhadap tingkat kehadiran murid dan guru di sekolah.

Berbagai macam serangan, intimidasi, teror terhadap suatu lembaga pendidikan yang dilakukan oleh pasukan militer zionis Israel dan juga pemukim Yahudi di wilayah Palestina adalah pelanggaran sangat berat terhadap hak azasi anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Aneka bentuk serangan dan intimidasi  tersebut sangat sering terjadi di wilayah yang paling beresiko di Tepi Barat yaitu Area C, H2 dan Al-Quds.

Kota Al-Khalil, yang merupakan tempat dimana Masjid Ibrahim berada, menjadi tempat tinggal bagi 160 ribu orang Muslim Palestina dan hanya 800 pemukim Yahudi yang berada di dalam satu kompleks yang dijaga sangat ketat oleh militer zionis Israel.

Baca juga: Kedokteran Modern Utang Budi Kepada Kedoktean Islam

Dan Israel sudah mengusir satu-satunya orang yang bertugas untuk menjadi pemantau internasional. Keberadaannya dimaksudkan untuk melindungi warga Palestina dari 800 orang pemukim Yahudi yang dijaga ketat militer Israel. Satu di antara pemukim Yahudi tersebt melakukan pembantaian terhadap warga Palestina pada tahun 1984 yang kemudian menghadirkann pasukan PBB di wilayah itu.



Artikel Terkait:

© Copyright 2019 Lintas12 : Berita Dunia Islam | All Right Reserved