Jumat, Juni 14, 2019

Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol

Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol

jejak-islam-di-portugal-dan-spanyol
Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol. 500 tahun lebih, sebagian besar wilayah Portugal dalam penguasaan kepemimpinan Islam. Walau tidak banyak monumen peninggalan selama periode tersebut, tetapi Portugal di masa lampau penuh dengan jejak tinggalan Islam.

“Islam sungguh ada dalam jiwa Portugal,” tutur Presiden Portugal, Marcelo Robelo de Sousa, sebagaimana dilansir oleh The News Arab pada (14/6/2019).

Pernyataan dan pengakuan tersebut disampaikan oleh Marcelo pada peringatan hari jadi Komunitas Islam Lisbon yang didirikan oleh para migran pada sekitar tahun 1960-an. Walau begutu, jejak Islam di negeri Portugal lebih lama dan kuno dari itu.

Lebih dari 500 tahun lamanya, sebagian besar tanah yang sekarang menjadi negeri Portugal tersebut pernah dalam kekuasaan pemerintahan Islam. Kisaran 711 M, bala tentara Muslim berlayar dari Afrika Utara. Ekspidisinya berhasil dengan cepat mengambil kendali pada sebagian besar Spanyol dan Portugal. Kedua wilayah tersebut, dalam bahasa Arab lebih dikenal sebagai al-Andalus atau Andalusia.

“Kita terkadang mungkin tidak seluruhnya menyadari akan warisan dan jejak hebat yang ditinggalkan oleh bangsa Arab dalam masyarakat dan juga budaya Portugal. Kesadaran itu sungguh sangat penting,” aku Marcelo.

Baca juga: Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur

Periode Islam meninggalkan jejak sangat hebat berupa monumen penting di wilayah selatan Spanyol. Sebut saja Masjid Agung Cordoba dan Istana Alhambra yang terletak di Granada. Keduanya adalah beberapa contoh yang paling masyhur tentang arsitektur Islam yang megah.

Kecuali terdapat beberapa monumen Islam di Portugal, selama lima abad pemerintahan Islam berhasil meninggalkan jejak yang sangat dalam tentang bahasa dan budaya Portugis.

“Al-Andalus merupakan era keemasan bagi seluruh umat manusia dengan latar belakang agama yang berbeda. Muslim, Kristen, dan Yahudi hidup berdampingan dan relatif damai. Sains dan juga budaya berkembang sangat pesat. Lima abad kehadiran Islam berpengaruh sangat besar,”terang sejarawan Adalberto Alves.

Kolaborasi dan Toleransi Termasuk Jejak Islam Di Portugal dan Spanyol


Menurut sejarawan Adalberto Alves, kesuksesan periode tersebut sering dihubungkan dengan kolaborasi dan toleransi di antara bermacam kelompok agama yang ada. Selama mengakui pemerintahan Muslim dan mau membayar pajak, setiap orang Yahudi dan Kristen mendapat perlindungan dan diikutsertakan dalam tata budaya dan ekonomi.

Sejarawan Adalberto Alves sudah menghabiskan 45 tahun terakhir dalam meneliti pengaruh 5 abad pemerintahan Muslim di Portugal. Karyanya yang berdasarkan penelitian tersebut bertujuan untuk menyebarkan warisan al-Andalus dan mengantarkan Eropa untuk lebih dekat kedalam dunia Islam dengan cara menekankan sebagai warisan budaya bersama.

Alves berhasil mengoleksi puisi Arab periode Andalus dan kemudian men-traslate ke dalam bahasa Portugis. Sumbangsihnya dalam penyebaran history kedatangan bangsa Arab di Portugal dan Spanyol telah mendapat pengakuan dari UNESCO dengan mendapat Hadiah Sharjah untuk Budaya Arab pada 2008.

Dalam kurun 10 tahun terakhir, Alves juga menuliskan kamus kosa kata Portugis yang berasal dari bahasa Arab. Ada banyak ungkapan dalam bahasa Portugis yang dipengaruhi oleh bahasa Arab.

Sebagai contoh adalah kata oxala yang dalam bahasa Portugis digunakan untuk mengungkapkan harapan. Ternyata ungkapan oxala berasal langsung dari bahasa Arab insya Allah.

"Saya berhasil menemukan tidak kurang dari 19.000 kata dalam bahasa Portugis yang berasal dari bahasa Arab," jelasya.

Alves telah menjelajahi banyak wilayah di mana Portugal mendapat pengaruh di masa lalu yang Islami, dari puisi, bahasa, tenun karpet, musik, arsitektur, dan sains.

Alves juga meyakini jika tanpa ilmu navigasi yang dikembangkan oleh bangsa Arab, Portugis tidak akan pernah menjadi pelaut yang handal dan tidak akan mempunyai satu kerajaan kolonial yang terlama hidup di dunia. "Pencerahan atau renaisan yang terjadi di Eropa tak luput dari jasa-jasa orang-orang Arab. Kontribusi bangsa Arab di Semenanjung Iberia yang membukakan pintu masuknya," ungkapnya.

Baca juga: Urgensi Mempunyai Akhlak Terpuji

Sayangnya, menurut Alves, hutang intelektual dan budaya terhadap dunia Arab-Islam sampai kini belum diakui orang-orang Eropa. Walaupun memainkan peran besar dan penting dalam kebangkitan bangsa Eropa dan Pencerahan Eropa, para ilmuwan Arab dan Muslim dihapus dari sejarah Eropa.

Di abad XV, kerajaan-kerajaan Kristen berhasil menundukkan benteng pertahanan Muslim terakhir di al-Andalus. Yang berarti mengakhiri pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia.

Orang-orang Muslim dan bahkan Yahudi dipaksa untuk pindah agama. Jika tidak mau maka diusir dari Portugal dan Spanyol, yang secara eksklusif berubah menjadi kerajaan-kerajaan Kristen.



Artikel Terkait:

© Copyright 2019 Lintas12 : Berita Dunia Islam | All Right Reserved