Selasa, Juni 11, 2019

Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur

Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur

saudi-dikritik-amerika-diamkan-kerasan-cina-pagar-penjagaan-di-kamp-penahanan-muslim-uighur-cina-barat
Saudi Dikritik Amerika Karena Diamkan Kekerasan Cina pada Muslim Uighur. Utusan Amerika Serikat (AS) yang bertugas  untuk kebebasan beragama internasional, Sam Brownback meminta agar negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim mengeluarkan suaranya terhadap masalah penahanan Muslim Uighur di Cina.

Dia mengharapkan, bahwa negara-negara Muslim ataupun negara yang berpenduduk mayoritas Muslim bisa mempresur pemerinah negera Cina supaya menghentikan penahanan mereka kepada penduduk Muslim Uighur.

Brownback mengatakan, pada sebuah wawancara dengan The Guardian, Selasa (11/6/2019), Amerika telah melakukan diskusi dengan pemerintah Arab Saudi menyangkut penahanan dan juga penyiksaan pada Muslim Uighur yang dilakukan oleh pemerintah Cina. Tetapi, Saudi tidak sedikitpun menyuarakan kritik terkait kekerasan terhadap Muslim Uighur tersebut.

"Saya sungguh kecewa karena negara Islam lebih banyak yang tidak bersuara. Saya ngerti bahwa orang Cina sudah mengancam mereka, tetapi Anda tidak boleh hanya diam saja karena hal itu hanya akan mendorong Cina melakukan lebih banyak tindakan," tutur Brownback.

Baca juga: Urgensi Mempunyai Akhlak Terpuji

"Bila Cina tidak berhenti dalam melakukan kekerasan, maka mereka akan mendorong suatu sistem di negara mereka sendiri dan berlanjut ke rezim otoriter lainnya," jelas Brownback menambahkan.

Sikap Turki Jelas Mengutuk Kekerasan Terhadap Muslim Uighur


Sikap Turki yang jelas mengutuk kekerasan terhadap Muslim Uighur mendapat apresiasi Brownback. Menurutnya, Turki yang sangat gamblang dalam mengutuk kekerasan terhadap Muslim Uighur memberikan contoh sikap jelas dan tegas. Meskipun, kritik tersebut menyebabkan Cina menjaga jarak dalam hubungan diplomatik dengan Turki, yang berarti bisa berdampak pada retaknya hubungan ekonomi.

Meskipun pemerintahan Trump sangat mengkritik Cina karena kampanye kekerasannya terhadap Islam di provinsi Xinjiang, Cina barat, tetapi, Washington belum mau untuk memberikan sanksi kepada Cina.

Pada sisi yang lain, para sekutu terdekat Amerika di dunia Islam seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir sejauh ini belum menyuarakan kritikan tajam atas penahanan massal umat Islam di Xinjiang. Brownback sangat berharap, pemerintah negara-negara Islam semakin memperoleh tekanan dari rakyat mereka sendiri guna mengambil sikap jelas dan tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Cina.

Baca juga: Teruslah Menuntut Ilmu

"Saya pikir semakin ada banyak suara yang keluar dan khususnya ketika keluar dari rakyat muslim di beberapa negara, Anda akan menyaksikan lebih banyak dari pemerintah mereka kemudian bertindak dan bereaksi atas kekerasan dan pelanggaran HAM di provinsi Xinjiang, Cina barat," kata Brownback.



Artikel Terkait:

© Copyright 2019 Lintas12 : Berita Dunia Islam | All Right Reserved