[ADS] Top Ads

Daripada Perang dengan Iran, Putra Mahkota Saudi Lebih Memilih Damai

Putra mahkota Saudi lebih memilih damai daripada perang dengan Iran. Karena dampaknya akan sangat mengerikan dan harga minyak akan melambung tinggi.

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) memegaskan bahwa harga minyak dunia akan melangit dalam angka yang tak terbayangkan bila dunia tidak mencegah "kenakalan" Iran di wilayah Teluk Persia. Meski begitu, calon raja Saudi itu mengaku lebih memilih jalan damai atau politik dibanding dengan solusi militer terhadap Iran. Pasalnya perang akan memunculkan dampak yang sangat mengerikan.

putra-mahkota-saudi-memilih-damai-daripada-perang-dengan-iran

Pernyataan tersebut disampaikan dalam satu wawancara dalam program "60 Minutes" radio CBS yang disiarkan pada hari Minggu (29/9/2019).

Baca juga: Tiga Brigade Tentara Saudi Ditangkap Houthi

"Bila dunia tidak mengambil tindakan tegas dalam menghalangi Iran, maka kita akan menyaksikan eskalasi lebih lanjut yang membahayakan kepentingan global," tegas putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu, seperti disiarkan Reuters, Minggu (30/9/2019).

Maka hal itu akan berdampak pada pasokan minyak yang akan terganggu dan juga harga minyak akan melambung ke angka yang tidak terprediksikan yang belum pernah dilihat selama hidup.

Putra Mahkota Saudi,  Mohammed bin Salman Lebih Memilih Solusi Damai


Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman sependapat dengan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo yang menyatakan bahwa serangan 14 September yang merusak fasilitas pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia serta melumpuhkan lebih dari lima persen pasokan minyak dunia merupakan tindakan perang yang dilakukan oleh Iran. Akan tetapi dia lebih memilih resolusi damai lantaran perang antara Arab Saudi dengan Iran akan mengakibatkan kehancuran ekonomi global.

"Solusi politik nan damai akan jauh lebih baik dibandingkan solusi militer," sambungnya.

Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Visa Wisata Untuk Tarik Turis Asing

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman mengharapkan adanya pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. Pertemuan itu untuk membangun kesepahaman baru terkait program nuklir Teheran serta pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.

Namun, usaha untuk mempertemukan keduanya pekan lalu di Majelis Umum PBB tidak berhasil. Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat disebabkan mundurnya Amerika dari perjanjian nuklir Iran dan juga sikap USA yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Perlu diketahui bahwa kebuntuan administrasi Donald Trump dengan Iran yang merupakan rival regional Arab Saudi, mendominasi kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap Riyadh, terutama sekali sesudah serangan drone Houthi pada 14 September tepat di jantung industri minyak Saudi Aramco.

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads