[ADS] Top Ads

Tiga Brigade Tentara Saudi Ditangkap Houthi

Berita Dunia Islam - Houthi mengklaim telah menangkap tiga brigade tentara Saudi Arabia. Kelompok pemberontak di Yaman, Houthi, menyampaikan telah berhasil menyerang wilayah bagian selatan Najran, sebuah kawasam yang dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

houthi-klaim-tangkap-tiga-brigade-tentara-arab-saudi

Dalam klaimnya, pemberontak Houthi telah berhasil menangkap ribuan tentara Saudi dan kendaraan mereka. Meski demikian, pihak Riyadh belum mengkonfirmasi secara resmi akan hal itu.

Dalam satu pernyataan, juru bicara Houthi mennyampaikan, bahwa tiga brigade Arab Saudi telah berhasil dijatuhkan dalam satu serangan itu. Ia menyebutkan bahwa serangan tersebut diluncurkan 72 jam lalu di seputaran wilayah Najran. Serangan yang dilancarkan didukung oleh sistem pertahanan yang terdiri atas pesawat tanpa awak dan rudal.

Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Visa Wisata Untuk Tarik Turis Asing

Al Masirah TV stasiun televisi pro Houthi, melaporkan bahwa tentara penyerang telah berhasil menangkap ribuan pasukan Arab Saudi, termasuk di dalamnya sejumlah perwira dan ratusan kendaraan lapis baja.

"Operasi 'Kemenangan dari Tuhan' merupakan operasi militer terbesar semenjak Arab Saudi melakukan agresi brutal. Musuh telah mengalami kerugian besar dan wilayah yang sangat luas sudah terbebaskan hanya dalam beberapa hari saja," papar juru bicara Houthi Mohammed Abdul-Salam dalam cuitannya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (28/9/2019).

Sementara itu, juru bicara koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi tidak memberikan tanggapan atas klaim kemenangan pihak Houthi tersebut.

Klaim kemenangan Houthi dan keberhasilan menangkap tiga brigade tentara Arab Saudi bisa menghambat upaya yang dilakukan PBB untuk menurunkan tensi ketegangan dan membuka pintu bagi perundingan guna menyudahi perang yang sudah menelan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang mengalami kelaparan di negara Semenanjung Arab yang memang sudah lama miskin itu.

Riyadh Menolak Klaim Houthi


Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang telah menerima senjata dan bantuan intelijen negara-negara Barat, melakukan intervensi atau campur tangan di Yaman pada Maret 2015 lalu sesudah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui oleh internasional dari kekuasaan nya pada tahun 2014.

Houthi, yang bebeapa waktu terakhir meningkatkan eskalasi serangan rudal dan pesawat nir awak ke kota-kota di Arab Saudi, mengklaim menjadi pihak yang bertanggung jawab atas serangan paling besar dari yang pernah terjadi pada fasilitas minyak Saudi pada 14 September lalu.

Baca juga: Nikah Siri dan Kawin Kontrak, Ini Bedanya!

Pihak Riyadh sangat menolak klaim Houthi tersebut dan mengatakan bahkan serangan itu tidak berasal dari Yaman melainkan musuh regionalnya, Iran. Tuduhan Arab Saudi itu dengan tegas dibantah oleh Teheran.

Houthi menyatakan pada 20 September lalu bahwa mereka akan stop serangan rudal dan semua serangan kepada Arab Saudi jika koalisi Arab menghentikan operasinya. Namun koalisi Arab belum menanggapi hal itu.

Konflik yang terjadi di wilayah itu secara luas dipandang sebagai perang proksi antara pihak Arab Saudi dan pihak Iran. Kelompok Houthi, yang kini mengendalikan Sanaa dan juga sebagian besar kota besar Yaman, dengan jelas menyangkal bahwa mereka menjadi boneka Iran dan menyatakan bahwa perang mereka adalah melawan sistem yang korup.

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads