Lintas 12 – Jokowi meminta IKN tidak hanya tentang fisik tetapi juga kohesi sosial.
“Presiden Joko Widodo telah meminta agar pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara tidak hanya soal bangunan atau konstruksi fisik, tetapi juga harus membangun kohesi sosial seluruh masyarakat,” kata Kepala Badan Kehormatan Ibukota Nusantara. , Bambang Susantono.
Sebab, IKN Nusantara sedang diperkenalkan ke semua kalangan atau kota untuk semua, kata Bambang usai diresmikan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program-program yang ada tentunya bukan hanya pembangunan fisik, sekali lagi, tetapi kami ingin membangun kohesi sosial, kohesi komunitas yang dinamis, yaitu vibrant, sehingga sekali lagi ini adalah kota. untuk semua, kota untuk semua,” ujarnya saat memberikan siaran pers usai peresmian di Jakarta, Kamis.
“Bagaimana misalnya interaksi antar warga, bagaimana digitalisasi akan mewarnai kota, namun kota ini harus humanistik, harus mengutamakan interaksi antar warga, kekompakan warganya,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Bambang mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah non kementerian (K/L) yang telah merencanakan dan memulai pembangunan ibu kota nusantara, seperti Kementerian Perencanaan. Pembangunan Nasional. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Salah satunya Bappenas yang sejak 2017 telah melakukan berbagai kajian dengan kementerian dan lembaga lain, yang akan dilanjutkan dengan berbagai pengembangan, seperti Kementerian PUPR dan kementerian lainnya,” ujarnya.
Mantan wakil menteri perhubungan itu berharap dukungan semua pihak agar ibu kota nusantara benar-benar dapat mencerminkan keberagaman Indonesia.
Ibu kota nusantara juga akan menjadi kota inklusif, kota hijau, kota pintar, dan kota dengan pembangunan berkelanjutan, tambahnya.
“Tentu dengan kearifan lokal yang sangat tinggi tergantung lokasinya di Kaltim, dan kami mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar kita bahu membahu membangun kota ini menjadi kota yang inklusif, hijau, cerdas, dan berkelanjutan – kata Bambang.
Bambang Susantono mengambil alih sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9M Tahun 2022.
Bambang didampingi oleh Wakil Kepala Badan Permodalan Nusantara, Dhony Rahajoe, yang sebelumnya menjabat sebagai Managing Director Kantor Presiden Sinar Mas Land, sebuah perusahaan pengembang real estate.
Bambang Susantono ingin Otorita IKN bekerja cepat
Ketua IKN, Bambang Susantono, bertekad lembaga yang dipimpinnya bisa cepat berfungsi.
“Saat ini kita berdua saja, membangun lembaga yang ‘mampu’ yang bisa bekerja cepat untuk membangun kota Nusantara tentunya bersama-sama dengan para pemangku kepentingan,” kata Bambang di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Presiden Jokowi hari ini melantik Bambang Susantono sebagai Kepala Bappenas dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Bappebti Nusantara berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 9M Tahun 2022 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otoritas Ibukota Nusantara .
Keputusan Presiden ini diundangkan pada tanggal 9 Maret 2022.
Bambang mengaku sebelumnya telah melakukan pembicaraan awal dengan Presiden Jokowi tentang ibu kota nusantara.
“Kami sudah pembicaraan awal dengan presiden dan presiden, kota harus membangun peradaban baru, dia ingin kota ini menjadi model tidak hanya untuk Indonesia, jika mungkin, ‘itu adalah kota global,'” kata Bambang.
Selanjutnya, Bambang mendapat konfirmasi bahwa dirinya akan dilantik sebagai Ketua Otoritas IKN 2 pekan lalu.
“Kami dihubungi 2 minggu yang lalu, tetapi baru kemarin kami menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kami di Asian Development Bank (ADB). Saya ingin meminta maaf kepada teman-teman pers yang tidak dapat menanggapi hingga kemarin karena mereka masih berkewajiban sebagai ADB. staf di Manila, tambah Bambang.
Ia bahkan mengaku baru tiba di Indonesia awal pekan ini.
“Dan butuh waktu untuk mempelajari semua dokumen dan sekaligus membangun institusi,” kata Bambang.
Bambang mengakui, Presiden Jokowi telah berpesan agar IKN menjadi kota yang bisa mencerminkan kota Indonesia di masa depan.
“Di mana semua tantangannya, cerminan masa depan kita terangkum di kota ini. Bagaimana misalnya interaksi antar warga, bagaimana digitalisasi akan mewarnai kota dan tetap saja kota ini harus humanistik, mengutamakan interaksi antar warga, kekompakan warganya,” kata Bambang.
Sehingga program IKN tidak hanya membangun kohesi fisik tetapi juga sosial.
“Kepaduan masyarakat yang dinamis, yaitu ‘bersemangat’, jadi sekali lagi ini kota untuk semua orang, ‘kota untuk semua orang,'” kata Bambang.
IKN sendiri meliputi wilayah daratan sekitar 256.142 hektar dan wilayah laut sekitar 68.189 hektar yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.
Bambang Susantono sebelumnya menjabat sebagai Vice President for Management and Sustainable Development di Asian Development Bank (ADB) sejak Juli 2015.
Bambang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan pada 2009-2014. Beliau juga pernah menjabat sebagai Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan Daerah pada tahun 2007-2010.
Pria kelahiran 4 November 1963 ini merupakan lulusan Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1987 dan berkarir sebagai pegawai negeri sipil di Departemen Pekerjaan Umum.
Bambang memperoleh gelar master dalam perencanaan kota dari University of California, Berkeley pada tahun 1996 dan gelar master dalam transportasi dari universitas yang sama pada tahun 1998. Ia melanjutkan untuk mendapatkan gelar doktor dalam perencanaan infrastruktur dari University of California.
Sementara itu, Dhony Rahajoe sebelumnya menjabat sebagai Managing Director Kantor Presiden Sinarmas Land.
Lintas 12 – situs berita Indonesia tentang Jokowi meminta IKN tidak hanya tentang fisik tetapi juga kohesi sosial.