Jokowi Peringatkan Risiko Inflasi dari Krisis Ukraina

Jokowi Peringatkan Risiko Inflasi dari Krisis Ukraina - Lintas 12 Portal Berita Indonesia
Seorang penjual makanan laut melayani pelanggannya di pasar tradisional di Jakarta, Indonesia, 1 Maret 2021. (Foto: Willy Kurniawan/REUTERS)

JAKARTA – Jokowi Peringatkan Risiko Inflasi dari Krisis Ukraina

Presiden Indonesia Joko Widodo pada Jumat (11 Maret) memperingatkan dampak perang di Ukraina dapat mengganggu stabilitas harga domestik, dan mempertanyakan berapa lama pemerintah dapat menjaga harga bahan bakar lokal stabil di tengah harga minyak global yang tinggi.

Tingkat inflasi di ekonomi terbesar di Asia Tenggara sejauh ini tetap jinak, dengan tingkat inflasi utama Februari sebesar 2,06 persen di ujung bawah kisaran target bank sentral 2 persen hingga 4 persen.

Namun, Jokowi, sapaan akrab presiden, mengatakan pemerintah telah membatasi harga bahan bakar untuk menjaga inflasi tetap rendah.

Harga minyak… sudah naik dua kali lipat (sejak 2020). Semua negara sudah menaikkan harga eceran, tapi kami di sini masih menahannya. Saya sudah bertanya kepada menteri (keuangan) saya, berapa lama kita bisa menahan ini di tengah kekurangan energi? ” kata Jokowi di sebuah acara universitas di Jawa Tengah.

Pemerintah telah memberikan kompensasi kepada perusahaan negara PT Pertamina, distributor bahan bakar terbesar di Indonesia, untuk menjaga harga eceran tidak berubah untuk bahan bakar berkualitas rendah.

Pertamina juga menawarkan BBM dengan oktan lebih tinggi di bawah harga pesaing.

Jokowi juga mencatat lonjakan harga pangan global karena konflik, termasuk gandum, dan kekurangan kontainer pengiriman yang terus-menerus di seluruh dunia akan mempersulit tekanan harga lokal.

Perekonomian saat ini harus kita kelola dengan hati-hati, kata Jokowi.

Bank Indonesia dan pemerintah akan memitigasi risiko kenaikan inflasi dengan bertujuan untuk mengendalikan inflasi volatile food dalam kisaran 3 persen hingga 5 persen, kata bank sentral awal pekan ini, menambahkan bahwa pihak berwenang akan memastikan pasokan dan distribusi bahan makanan menjelang hari raya keagamaan. perayaan.

Info terkait:
Anies 6 Bulan Lagi Pensiun, Tidak Ada Perpanjangan

Harga pangan Indonesia biasanya naik menjelang bulan puasa Ramadhan, yang akan dimulai pada awal April.

Ekspor minyak sawit diperketat untuk mencoba mengendalikan harga minyak goreng domestik yang melonjak 40 persen awal tahun ini.

Media lokal juga melaporkan kenaikan harga tempe dan tahu berbahan dasar kedelai, serta gula, daging sapi, dan bahan makanan lainnya.

Lintas 12 – Portal berita Indonesia tentang Jokowi Peringatkan Risiko Inflasi dari Krisis Ukraina.