Polisi Indonesia membunuh tersangka militan yang melawan saat ditangkap

Jumat, 11 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukoharjo — Polisi Indonesia membunuh tersangka militan yang melawan saat ditangkap.

Anggota regu polisi kontraterorisme elit Indonesia, Densus 88 menembak dan membunuh seorang dokter yang menolak penangkapan yang diduga terkait dengan kelompok militan Jemaah Islamiyah yang dilarang, yang dituduh melakukan serangkaian pemboman di masa lalu, kata polisi, Jumat.

Pria bernama tunggal Sunardi, 53 tahun, mencoba menabrak petugas yang memblokir truk pikapnya pada hari Rabu di sebuah jalan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, menyebabkan dua petugas melompat ke cargo bed truk, kata Juru Bicara Polri Ahmad Ramadhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tersangka mengabaikan peringatan polisi untuk menghentikan truk dan terus mengemudi dengan kecepatan tinggi dalam pola membelok dalam upaya nyata untuk melemparkan dua petugas dari truk. Dia menabrak kendaraan di dekatnya dan polisi melepaskan tembakan ke arahnya, kata Ramadhan.

Baca juga:  Kepala BNPT Pastikan Pelaksanaan MotoGP Mandalika Aman dan Lancar

“Apa yang dilakukan petugas kami sudah sesuai dengan prosedur dan langkah-langkahnya,” kata Ramadhan.

“Tersangka menyebabkan situasi yang mengancam nyawa petugas dan masyarakat,” lanjutnya.

Kata Ramadhan, Tersangka dibunuh, yang sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah pesantren di Sukoharjo, di mana ia juga menjalankan praktek medis, ditembak di punggung dan pinggul dan dilarikan ke rumah sakit polisi di kota terdekat Solo tetapi meninggal dalam perjalanan.

Dua petugas polisi Indonesia – Densus 88 – yang mengejar tersangka terluka dan dirawat di rumah sakit di fasilitas yang sama.

Tersangka diyakini sebagai anggota kunci dari jaringan Jemaah Islamiyah yang terkait dengan al-Qaida, yang berada di balik pemboman tahun 2002 di pulau wisata Bali yang menewaskan 202 orang, sebagian besar turis asing, dan serangan lainnya, kata Ramadhan.

Baca juga:  Panglima TNI Pastikan Seleksi Taruna 2022 Sesuai Standar

Dia adalah wakil ketua Jemaah Islamiyah, kata Ramadhan, tanpa menyebut apakah Sunardi berperan dalam serangan di Indonesia. Sunardi juga dituduh merekrut dan memberikan bantuan dan dana kepada beberapa militan Indonesia yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk bergabung dengan kelompok militan di sana yang berafiliasi dengan al-Qaida, kata Ramadhan.

Pengadilan Indonesia melarang Jemaah Islamiyah pada tahun 2008, dan tindakan keras yang terus menerus oleh pasukan keamanan dengan dukungan dari AS dan Australia membantu melemahkan jaringan militan.

Serangan militan terhadap orang asing di Indonesia sebagian besar telah digantikan dalam beberapa tahun terakhir dengan serangan yang lebih kecil dan tidak terlalu mematikan yang menargetkan pemerintah, terutama polisi dan pasukan keamanan, yang terinspirasi oleh taktik kelompok ISIS di luar negeri.

Baca juga:  Indonesia Beli Jet Tempur Prancis, AS Setujui Rencana F-15

Unit kontraterorisme kepolisian Indonesia, yang dikenal sebagai Densus 88, telah menangkap lebih dari 500 tersangka anggota Jemaah Islamiyah dalam dua tahun terakhir, termasuk seorang anggota Majelis Ulama Indonesia, badan Islam tertinggi di negara itu, yang ditangkap pada November 2021. Grup ini memiliki lebih dari 6.000 anggota.

Polisi Indonesia telah dikritik karena menembak tersangka daripada mencoba menangkap mereka. Pihak berwenang mengatakan mereka dipaksa untuk membela diri.

Lintas 12 – Portal berita Indonesia tentang Polisi Indonesia membunuh tersangka militan yang melawan saat ditangkap.

Berita Terkait

Pasukan Elite TNI Berhasil Menyerbu Markas Teroris KKB, 3 Anak Buah Egianus Kagoya Tewas
Pimpin Apel Bersama Panglima, Kapolri Tegaskan Kesiapan TNI-Polri Amankan KTT ASEAN
Daftar Jenderal Bintang Dua TNI AD yang Menyelesaikan Tugas dan Mutasi
TNI AL Akan Tambah 6 Tugboat Demi Lancarkan Lalu Lintas di Pangkalan
Komponen Cadangan TNI kini menjadi 18 Batalion: Menhan Prabowo
Menteri Pertahanan RI Ajak Mahasiswa UPN: Negara dan Bangsa Menanti Kontribusimu
Mayjen TNI Jonni Mahroza Dilantik sebagai Rektor Unhan oleh Menhan RI Prabowo Subianto
Polwan Indonesia Berprestasi di Akademi Kepolisian Turki, Presiden Erdogan Sampaikan Salam Kepada Jokowi

Berita Terkait

Senin, 4 September 2023 - 11:51 WIB

Pasukan Elite TNI Berhasil Menyerbu Markas Teroris KKB, 3 Anak Buah Egianus Kagoya Tewas

Jumat, 1 September 2023 - 11:06 WIB

Pimpin Apel Bersama Panglima, Kapolri Tegaskan Kesiapan TNI-Polri Amankan KTT ASEAN

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 18:14 WIB

Daftar Jenderal Bintang Dua TNI AD yang Menyelesaikan Tugas dan Mutasi

Senin, 21 Agustus 2023 - 22:02 WIB

TNI AL Akan Tambah 6 Tugboat Demi Lancarkan Lalu Lintas di Pangkalan

Jumat, 11 Agustus 2023 - 15:17 WIB

Komponen Cadangan TNI kini menjadi 18 Batalion: Menhan Prabowo

Rabu, 9 Agustus 2023 - 09:00 WIB

Menteri Pertahanan RI Ajak Mahasiswa UPN: Negara dan Bangsa Menanti Kontribusimu

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 11:52 WIB

Mayjen TNI Jonni Mahroza Dilantik sebagai Rektor Unhan oleh Menhan RI Prabowo Subianto

Sabtu, 29 Juli 2023 - 21:09 WIB

Polwan Indonesia Berprestasi di Akademi Kepolisian Turki, Presiden Erdogan Sampaikan Salam Kepada Jokowi

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB