Daerah  

Gelapkan Dana Haji, Karyawan Bank Swasta Dilaporkan ke Polisi

Gelapkan Dana Haji, Karyawan Bank Swasta Dilaporkan ke Polisi. dana haji nasabah sebesar Rp 918 juta - Lintas 12 Portal Berita Indonesia
Kombes Djuhandani Raharjo Puro saat memimpin gelar perkara di Mapolda Jateng baru baru ini. [Foto: Erry Budi Prasetyo/suaramerdeka.com]

SEMARANG – Gelapkan Dana Haji, Karyawan Bank Swasta Dilaporkan ke Polisi.

Seorang karyawan sebuah Bank Syariah swasta di Jateng dilaporkan ke Polda Jateng.

Laporan tersebut berkaitan dengan penggelapan dana haji nasabah sebesar Rp 918 juta rupiah. Terlapor berinsial AA.

Modus operandinya, dia menarik atau mengambil dana haji milik 36 orang nasabah dari teller masing-masing sebesar Rp 25 juta hingga Rp 25,5 juta rupiah. Jika ditotal mencapai Rp 918 juta rupiah.

Oleh AA, pihak teller diminta membuatkan slip setor dari Bank walaupun uang 918 juta tersebut dibawa secara pribadi oleh AA dan tidak dimasukkan ke bank.

“Terlapor merupakan marketing sebuah bank syariah swasta yang bekerjasama dengan kantor Kemenag yang buka layanan satu atap pemberangkatan haji di salah satu Mal.

Beberapa calon nasabah datang dan mendaftar, jumlahnya ada 36 orang. Masing-masing mendaftar dengan biaya 25 sampai 25,5 juta,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Djuhandani Raharjo Puro, kemarin.

Oleh terlapor, lanjut dia, uang itu ditarik dari teller. Lalu teller diminta membuat slip setor dari Bank. Tapi saat dilihat teller, uangnya tidak dimasukkan bank, tapi dibawa pribadi oleh terlapor.

Adapun, lanjut dia, selang beberapa hari, pelaku AA memberitahukan kepada 36 nasabah calon haji untuk melunasi kekurangan biaya sebesar 11 juta rupiah per orang dengan dalih sudah mendapat “kursi” haji pada 5 tahun ke depan.

Namun beberapa nasabah mulai curiga dan saat datang ke Bank, ternyata AA sudah tidak pernah masuk kantor.

“Itu korban nasabah calon haji dihubungi pelaku untuk nambah biaya atau melunasi kekurangannya karena bisa dapat “kursi” haji di 2029.

Beruntungnya, ada korban yang curiga terus datang ke Bank. Saat dicek, ternyata pelaku sudah hampir sepekan tak masuk kantor tanpa alasan jelas,” ujarnya.

Info terkait:
Para ahli memperingatkan risiko biosekuriti di Pasar Burung Bali yang ramai

Tim Subdit Jatanras Polda Jawa Tengah yang diterjunkan saat ini sedang memburu pelaku yang diketahui sudah kabur ke daerah luar Jawa.

“Pelaku kabur ke luar Jawa, ini lagi kita buru. Semoga cepat ketangkap. Doakan saja,” jelasnya.

Lintas 12 – portal berita Indonesia tentang Gelapkan Dana Haji, Karyawan Bank Swasta Dilaporkan ke Polisi.

Sumber: suaramerdeka.com