Canggihnya Pertahanan Siber IKN

Canggihnya Pertahanan Siber IKN. IKN tentu harus siap menghadapi berbagai ancaman serangan - Lintas 12 Portal Berita Indonesia
Canggihnya Pertahanan Siber IKN. ©2022 [Foto: Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra]

Lintas12.com – Canggihnya Pertahanan Siber IKN.

Jangan ditanya soal canggihnya Pertahanan Siber IKN, Ibu Kota Musantara.

Sebagai kota yang dibangun sebagai pusat pemerintahan dan negara tentu harus memenuhi banyak persyaratan, tak terkecuali persyaratan keamanan.

Sebagai ibu kota negara, IKN tentu harus siap menghadapi berbagai ancaman serangan, baik serangan nyata maupun maya. Berbagai mancam bentuk pertahanan harus dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi adanya kemungkinan serangan nyata dan cyber.

Guna menghadapi serangan cyber (cyber attack), banyak ahli dengan kualifikasi mumpuni direkrut. Di tangan merekalah tanggung jawab keamanan IKN dari serangan cyber yang bisa memberikan gangguan keamanan maya.

Tampak sekelompok orang berkerah merah sedang fokus memandangi laptop. Ujung jari mereka sibuk menekan keyboard dengan sangat cepat. Rupanya mereka sedang menuliskan bahasa pemrograman komputer. Jika diperhatikan, tampak mereka sudah sangat hafal dan paham dengan bahasa coding.

Di hadapan mereka terdapat satu maket besar smart city yang telah koneksi dengan digital technology. Dan kota cerdas tersebut dapat dikendalikan secara maya hanya dengan laptop, bahkan smartphone.

Hanya bermodal koneksi internet, sebuah kereta api listrik sangat bisa diberhentikan. Jaringan listrik penerang perkotaan juga bisa mati total dan kota menjadi gelap gulita seperti kota mati. Hal itu bisa terjadi pada smart city jika keamanan siber sebagai jantung ibu kota negara berhasil dibobol.

Tentu kondisi itu bisa terjadi pada Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memang gadang-gadang menjadi smart city. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah memberi perhatian lebih sejak awal terhadap problem keamanan siber IKN. Lembaga ini telah membangun simulator kota cerdas yang menyatu dengan teknologi.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi segala serangan siber atau cyber attack di IKN. Para awak BSSN yang berkerah merah sudah dilatih menjaga keamanan dari segala bentuk serangan siber pada fasilitas publik nasional lewat simulator smart city tersebut. Mulai dari bandara, kereta listrik, pusat perbelanjaan, gas station, industri, dan pembangkit listrik.

Info terkait:
Bagaimana langkah Indonesia dan China dalam sengketa Natuna?

Menurut BSSN, keamanan siber kota cerdas sangat penting diperhatikan dan dijaga. Jika lengah maka ibu kota bisa lumpuh oleh hacker-hacker anonim yang memiliki kelihaian. Contoh kasus adalah kasus peretasan yang menimpa Suzuki Indonesia pada 15 Oktober 2021.

Saat itu, Suzuki Indonesia mengalami percobaan peretasan ke dalam sistem internal mereka yang terdapat di pabrik dan sejumlah data penting konsumen. Dampak dari serangan siber tersebut, produsen mobil dan motor asal Jepang menghentikan sementara produksi mereka selama 2 hari.

Guna mengantisipasi serangan seperti itu, sumber daya manusia (SDM) BSSN dibekali sejak awal supaya keamanan siber di IKN tidak bisa ditembus. Caranya adalah menggunakan simulator smart city yang sudah dipersiapkan secara riil. Mereka memperlajari berbagai pola serangan siber yang masuk ke smart city dan cara menangkalnya.

“BSSN melihat tugas dan fungsi BSSN mengamankan ruang siber nasional termasuk mengamankan ruang siber di Ibu Kota yang akan dibangun,” kata Kepala BSSN Hinsa Siburian di Kantor Pusat Pengembangan SDM Sentul, Jawa Barat.

Prinsipnya adalah BSSN melatih SDM untuk siap mengoperasikan sistem elektronik dalam bentuk apapun yang ada di ibu kota baru yang mengangkat konsep kota cerdas.

“Nanti ibu kota itu sistem elektroniknya apakah sama dengan simulator kita? pada prinsipnya yang kita latih ini adalah untuk menyiapkan supaya mereka bisa memgoperasionalkan apapun nanti bentuknya di ibu kota, makanya latihan kita ini bertahap bertingkat dan berlanjut,” jelas Hinsa.

Tak hanya sebatas itu, BSSN juga melatih para personelnya secara khusus Cyber Security Online Simulation Platform. Perlu diketahui, dalam dunia keamanan siber ada dua istilah yang digunakan, yaitu blue team dan red team. Pelatihan soal ini juga dilakukan di Pusbang BSSN.

Info terkait:
Jokowi Peringatkan Risiko Inflasi dari Krisis Ukraina

Secara simpel, blue team diketahu sebagai tim internal yang mempunyai tugas melakukan pencegahan dan perlindungan terhadap segala kemungkinan adanya serangan siber. Blue team ini bisa dikatakan sebagai tim defensif.

Oleh karenanya, dibutuhkan red team yang merupakan sisi lain dari blue team. Red team mempunyai tugas menemukan celah dan membobol sebuah sistem atau bisa disebut sebagai tim penyerang.

Tim Merah akan melakukan tes serangan terhadap sistem yang dibangun dan menguji kemampuan daya tangkal dari Tim Biru. Setidaknya, kombinasi dari kedua tim tersebut bisa memperkecil kemungkinan adanya celah yang bisa ditembus.

“Kalau kami pendidikan di Pusbang SDM di pelatihan itu dalam kerangka pelatihan blue team dan red teamnya. Jika dalam konteks pelatihannya, pelatihan red team kurang lebihnya adalah bagimana caranya memberikan materi tentang menyerang melalui celah yang ditemukan,” kata Widyaiswara Pusbang BSSN, Amrizal Arif.

“Dan kalau blue timenya adalah bagaimana menghadapi dan menangkal serangan-serangan yang dilakukan oleh red time,” jelasnya.

Lintas 12 – portal berita Indonesia tentang Canggihnya Pertahanan Siber IKN.