Global  

25 akademisi terkemuka menandatangani surat terbuka ke universitas di seluruh dunia untuk melakukan divestasi bagi Palestina

25 akademisi terkemuka menandatangani surat terbuka ke universitas di seluruh dunia untuk melakukan divestasi bagi Palestina - Lintas 12: Portal berita Indonesia
Sekitar seratus orang berkumpul untuk memprotes pendudukan Israel, kebijakan pemukiman ilegal dan deportasi warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur pada 25 Februari 2022. [Foto: Mustafa Alkharouf - Anadolu Agency]

Lintas12.com – 25 akademisi terkemuka menandatangani surat terbuka ke universitas di seluruh dunia untuk melakukan divestasi bagi Palestina.

Sebagai bagian dari persiapan Hari Aksi Internasional yang berlangsung Rabu ini, 25 akademisi terkemuka telah menandatangani surat terbuka kepada universitas di seluruh dunia untuk #Divest4Palestine.

Surat terbuka tersebut telah dikoordinasikan oleh FOA dan koalisi perkumpulan mahasiswa universitas di seluruh Inggris. Penandatangan termasuk Profesor Gilbert Achcar (SOAS), Profesor Ilan Pappe (Exeter), Profesor Robin DG Kelley (UCLA), Profesor Emerita Caroline Rooney (Kent) dan Profesor Mohamed El-Gomati OBE (York). Surat itu juga telah ditandatangani oleh aktivis Palestina terkemuka Mohammed El-Kurd.

Rabu ini, mahasiswa di universitas di seluruh dunia akan mengadakan demonstrasi di kampus dan mengirim email kepada Wakil Rektor mereka yang menyerukan penarikan penuh investasi di perusahaan yang terlibat dalam pendudukan ilegal Palestina.

Penandatangan:

Profesor Gilbert Achcar, SOAS University of London

Profesor Talal Asad, Universitas Kota New York

Haim Bresheeth, SOAS University of London

Marina Calculli, Sciences Po

Mike Cushman, LSE

Natalia Donner, Universitas Leiden

Profesor Mohamed El-Gomati OBE, Universitas York

Sai Englert, Universitas Leiden

Asisten Profesor Layal Ftouni, Universitas Utrecht

Profesor John Garrett, pensiunan

Associate Professor David Heap, University of Western Ontario

Sandew Hira, Institut Internasional untuk Penelitian Ilmiah

Profesor Khaled Hroub, Universitas Barat Laut/Qatar

Profesor Robin DG Kelley, UCLA

Dr Jens Lerche, SOAS University of London

Associate Professor Ethan Mark, Universitas Leiden

Elena Burgos Martínez, Universitas Leiden

Profesor Nur Masalha, SOAS University of London

Profesor Ilan Pappe, Universitas Exeter

Dr Barbara Pizziconi, SOAS University of London

Arnout van Ree, Universitas Leiden

Profesor Emerita Caroline Rooney, Universitas Kent

Info terkait:
Gizi buruk pada anak Libanon

Profesor Jonathan Rosenhead, LSE

Profesor Richard Seaford, Universitas Exeter

Dr Henny Ziai, SOAS University of London

organisasi internasional dan akademisi menyerukan sanksi

Puluhan organisasi internasional, jaringan hak asasi manusia, akademisi dan peneliti dari empat puluh lima negara telah meminta PBB dan Barat untuk memberikan sanksi kepada Israel atas pendudukannya atas Palestina dan rezim apartheidnya , lapor kantor berita Wafa .

Sekretaris Jenderal Kampanye Akademik Internasional Menentang Pendudukan dan Apartheid, Ramzi Odeh, mengatakan bahwa 67 organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia, serta 279 akademisi dan peneliti, telah menambahkan nama mereka ke seruan sanksi.

Odeh mencatat bahwa langkah tersebut mencerminkan dukungan global untuk tuntutan adil rakyat Palestina. Dia mencela standar ganda Barat mengenai masalah Palestina dibandingkan dengan tanggapan terhadap krisis di Ukraina.

Pejabat kampanye tersebut mengatakan bahwa pernyataan resmi akan disampaikan pada pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia pada sesi ke-49 di Jenewa, yang akan membahas masalah pendudukan Israel dan serangan negara yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina. Surat juga akan dikirim ke perwakilan Uni Eropa serta kedutaan besar dan kantor perwakilan di Palestina.

Lintas 12 – portal berita Indonesia tentang 25 akademisi terkemuka menandatangani surat terbuka ke universitas di seluruh dunia untuk melakukan divestasi bagi Palestina.