Stok minyak goreng menipis di gerai ritel Indonesia, kok bisa?

Stok minyak goreng menipis di gerai ritel Indonesia, kok bisa? Saat harga minyak sawit dunia naik - Lintas 12 Portal Berita Indonesia
Warga mengantre untuk membeli minyak goreng dengan harga terjangkau di Palembang pada 24 Februari 2022, menyusul kelangkaan minyak sawit mentah di dalam negeri sebagai bahan baku minyak goreng. [Foto: AFP/Abdul Qodir]

Lintas12.com – Stok minyak goreng menipis di gerai ritel Indonesia, kok bisa?

Saat harga minyak sawit dunia naik, stok minyak goreng menipis di gerai ritel Indonesia.

Indonesia dihantam oleh kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng di seluruh nusantara selama beberapa bulan terakhir, mendorong Presiden Joko Widodo dan pejabat lainnya untuk turun tangan.

Banyak orang Indonesia mengeluh bahwa komoditas tersebut tidak ditemukan di mana pun, atau dijual dengan harga yang tidak terjangkau oleh kelas berpenghasilan rendah yang merupakan bagian terbesar dari 270 juta penduduk negara itu.

Dalam beberapa minggu terakhir, media lokal telah menampilkan gambar orang-orang yang mengantri untuk komoditas penting serta rak-rak kosong di mini market dan supermarket.

Kekurangan tersebut merupakan ironi karena Indonesia adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia dan minyak goreng yang diproduksi dan digunakan oleh sebagian besar orang di negara ini terbuat darinya, kata anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika pada 15 Maret saat webinar yang membahas masalah. Ombudsman bertugas mengawasi pelayanan publik.

Penjual sup ayam dan bubur yang berbasis di Jakarta Listiana, yang memiliki satu nama, mengatakan seperti dikutip dari CNA bahwa dia telah menghadapi kesulitan mendapatkan minyak goreng selama beberapa minggu terakhir.

Wanita Indonesia berusia 40 tahun itu biasa membeli minyak goreng di mini market di dekat rumahnya, namun karena sudah sulit ditemukan, kini ia terpaksa membeli minyak goreng curah yang tersedia di pasar tradisional. Minyak goreng curah adalah minyak yang dijual dalam kantong plastik. Tidak memiliki merek dan tidak dikemas.

Seorang pemilik toko, Bapak Putra Jaya, 38, mengatakan bahwa ia hanya memiliki minyak goreng curah dan minyak goreng dalam kemasan sederhana.

Info terkait:
Indonesia mengamankan pasokan batubara di tengah harapan untuk mengakhiri larangan ekspor

“Minyak goreng kemasan premium sudah tiga minggu habis. Kalaupun ada, kita harus bersaing dengan penjual lain,” kata Pak Jaya.

Ia sudah 15 tahun menjadi pedagang di pasar tradisional Kebayoran Lama Jakarta Selatan dan tidak pernah mengalami masalah ini sebelumnya.

Beberapa pedagang di pasar yang sama mengatakan bahwa mereka telah berhenti menjual minyak goreng karena biasanya sulit didapat.

Ibu Listiana yang membeli minyak goreng curah, mengaku tidak mengetahui apakah kualitasnya lebih rendah dibandingkan minyak goreng kemasan premium biasa.

Dia memutuskan untuk tidak membuat keributan besar karena dia membutuhkan minyak goreng untuk bisnisnya dan dia hanya mengambil apa pun yang tersedia dan terjangkau.

Penjual makanan ringan goreng Rudi Saputra mengatakan bahwa teka-teki kelangkaan minyak goreng telah memaksanya untuk memproduksi lebih sedikit makanan ringan karena dia tidak dapat menaikkan harga karena akan menakuti pelanggan.

Sementara itu, di beberapa supermarket Jakarta, hanya dinemukan minyak goreng impor berbahan canola, bunga matahari, dan jagung yang harganya setidaknya Rp 72.000 per liter.

Kelangkaan minyak goreng juga berdampak pada restoran di seluruh Indonesia, kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.

“Pada akhirnya, beberapa restoran tidak dapat menyajikan hidangan yang harus dimasak menggunakan minyak goreng,” kata Pak Sukamdani.

Jokowi mengunjungi pasar di Yogyakarta pada 13 Maret untuk memeriksa situasi di lapangan.

Ia bertemu dengan rak kosong minyak goreng di mini market dan penjual yang mengeluhkan kelangkaan dan harga yang mahal.

Indonesia memproduksi 47 juta ton CPO tahun lalu, menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan juru bicaranya mengatakan bahwa tidak ada kekurangan pasokan.

Bagaimana kelangkaan minyak goreng ini bisa terjadi di negara yang memproduksi begitu banyak minyak sawit?

Info terkait:
BNN menggagalkan penyelundupan sabu seberat 255 kg dalam kemasan teh Cina

Bagaimana mulainya…