Jokowi Pertimbangkan Reshuffle Kementerian yang Belanja Impornya Besar

Sabtu, 26 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo. [Foto: Antara Photo/Aditya Pradana Putra]

Presiden Joko Widodo. [Foto: Antara Photo/Aditya Pradana Putra]

JAKARTA (Lintas12.com) – Jokowi Pertimbangkan Reshuffle Kementerian yang Belanja Impornya Besar.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada hari Jumat menginstruksikan pemerintahnya untuk menghabiskan lebih banyak pada produk dalam negeri untuk kebutuhan pengadaan mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, bahkan mengancam akan perombakan kabinet jika kementerian masih mengandalkan impor.

Pemerintah telah menetapkan target untuk menghabiskan Rp 400 triliun (sekitar $ 27,8 miliar) dari anggaran pengadaan untuk produk dalam negeri. Jokowi bertekad untuk mencapai target ini pada Mei 2022. Namun, presiden masih memergoki pemerintahnya membeli produk impor — mulai dari CCTV, tempat tidur rumah sakit, alat pertanian, laptop, notebook, hingga pulpen.

“Tidak ada tawar-menawar bagi kami untuk mencapai target Rp 400 triliun pada Mei. Kita juga harus secepatnya mendapatkan UMKM sebanyak-banyaknya ke e-catalogue kita,” kata Jokowi dalam konferensi #BanggaBuatanIndonesia (Proud of Made in Indonesia Products) di Bali, Jumat.

Menurut Jokowi, anggaran pemerintah pusat untuk pengadaan jasa dan barang mencapai Rp 526 triliun. Anggaran pengadaan pemerintah daerah jauh lebih tinggi Rp 535 triliun, sedangkan badan usaha milik negara (BUMN) Rp 420 triliun. Jokowi menambahkan, alokasi anggaran pengadaan 40 persen untuk produk dalam negeri dapat memicu dorongan pertumbuhan ekonomi sebesar dua persen.

Presiden juga mengungkapkan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri baru mencapai Rp 214 triliun, masih jauh dari target Mei.

Baca juga:  Muhammadiyah Mendukung DPD RI dalam Mewujudkan Sistem Bernegara yang Sesuai dengan Pancasila

“Jika kita membeli barang impor, maka penciptaan lapangan kerja akan masuk ke negara lain. […] Dengan membeli produk dalam negeri, kita bisa memacu investasi dan menghasilkan hingga 2 juta lapangan kerja. Betapa bodohnya kita jika kita tidak melakukan ini,” katanya.

Jokowi mengungkapkan kekesalannya kepada sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah atas pembelian impor mereka. Antara lain, Kementerian Kesehatan lebih menyukai tempat tidur rumah sakit impor, meskipun produksi lokal di Yogyakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Kementerian Pertanian juga mendapat kritikan dari Jokowi karena mengimpor traktor. Serta TNI dan Polri atas seragam dan sepatu impornya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga hanya menghabiskan Rp 2 triliun dari Rp 29 triliun untuk pengadaan barang, menurut Jokowi.

Baca juga:  Satu-satunya gletser tropis di Indonesia dapat mencair cepat pada 2025

“Untuk apa impor laptop dan kursi kalau kita bisa memproduksi semuanya di sini,” kata Jokowi.

Dalam konferensi tersebut, Jokowi mengancam akan memberhentikan direktur utama BUMN dan merombak kabinet jika masih mengandalkan impor.

“Saya sudah suruh menteri BUMN ganti Dirut [yang masih impor]. Hal yang sama berlaku untuk kementerian. Perombakan, tapi itulah tugasku. […] Kita punya anggaran, tapi mereka bahkan tidak bisa membelanjakannya untuk produk dalam negeri,” kata Jokowi.

Lintas 12 – portal berita Indonesia tentang Jokowi Pertimbangkan Reshuffle Kementerian yang Belanja Impornya Besar.

Berita Terkait

Jokowi Mendorong Kemerdekaan Palestina, Wakil Ketua MPR Memberi Apresiasi
Putusan MK Terkait Syarat Capres dan Cawapres Dikritik oleh Pakar Hukum
Pentingnya strategi-visi taktis sikapi dinamika global: Jokowi
UU ASN Menjadi Payung Hukum Tanpa PHK Massal Non-ASN: Menpan RB
DPR Menyetujui RUU ASN menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
APBN 2024 jadi instrumen percepatan pembangunan: Harap Wakil Ketua MPR
Muhammadiyah Mendukung DPD RI dalam Mewujudkan Sistem Bernegara yang Sesuai dengan Pancasila
Apakah Indonesia Sudah Merdeka? Ini Pandangan Anies Baswedan

Berita Terkait

Jumat, 20 Oktober 2023 - 22:10 WIB

Jokowi Mendorong Kemerdekaan Palestina, Wakil Ketua MPR Memberi Apresiasi

Selasa, 17 Oktober 2023 - 18:22 WIB

Putusan MK Terkait Syarat Capres dan Cawapres Dikritik oleh Pakar Hukum

Rabu, 4 Oktober 2023 - 16:22 WIB

Pentingnya strategi-visi taktis sikapi dinamika global: Jokowi

Selasa, 3 Oktober 2023 - 17:07 WIB

UU ASN Menjadi Payung Hukum Tanpa PHK Massal Non-ASN: Menpan RB

Selasa, 3 Oktober 2023 - 16:48 WIB

DPR Menyetujui RUU ASN menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

Kamis, 28 September 2023 - 14:26 WIB

APBN 2024 jadi instrumen percepatan pembangunan: Harap Wakil Ketua MPR

Selasa, 26 September 2023 - 22:45 WIB

Muhammadiyah Mendukung DPD RI dalam Mewujudkan Sistem Bernegara yang Sesuai dengan Pancasila

Minggu, 24 September 2023 - 17:25 WIB

Apakah Indonesia Sudah Merdeka? Ini Pandangan Anies Baswedan

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB