Teknologi bangunan pintar akan melonjak

Pertumbuhan lebih dari 150 persen mencerminkan peningkatan permintaan untuk efisiensi energi

Teknologi bangunan pintar atau Smart building akan melonjak. Secara global akan mencapai 115 juta - Lintas 12 Portal Berita Indonesia
Gedung-gedung dengan teknologi smart building (ilustrasi)

Lintas12.com – Teknologi bangunan pintar atau Smart building akan melonjak.

Jumlah bangunan yang menerapkan teknologi bangunan pintar secara global akan mencapai 115 juta pada tahun 2026, naik dari 45 juta pada tahun 2022.

Angka-angka tersebut dimuat dalam laporan baru dari Juniper Research.

Pertumbuhan lebih dari 150 persen mencerminkan peningkatan permintaan untuk efisiensi energi dari bisnis dan penduduk, karena biaya energi melonjak, menurut penulis laporan.

Juniper Research mendefinisikan bangunan pintar sebagai bangunan yang menggunakan konektivitas untuk memungkinkan penggunaan sumber daya secara ekonomis sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

Penelitian baru, Smart Buildings: Key Opportunities, Competitor Leaderboard and Market Forecasts 2022-2026, menemukan bahwa dengan memungkinkan bangunan untuk memantau dan mengotomatiskan fungsi umum, peningkatan efisiensi yang signifikan dapat dicapai sambil meningkatkan lingkungan bagi pekerja dan penghuni.

Untuk vendor di sektor ini, para peneliti merekomendasikan untuk berfokus pada membangun platform analitik untuk mendapatkan nilai paling banyak dari penerapan.

Bangunan Pintar Non-perumahan Mendorong Pembelanjaan

Penelitian tersebut menemukan bahwa bangunan pintar non-perumahan akan menyumbang 90 persen dari pengeluaran bangunan pintar secara global pada tahun 2026; pada tingkat yang sama dengan 2022. Dominasi ini disebabkan oleh skala ekonomi yang lebih besar di tempat komersial yang mendorong pengeluaran ini, serta fokus komersial dari sebagian besar teknologi bangunan pintar.

Menurut rekan penulis penelitian Dawnetta Grant, “Vendor platform bangunan pintar akan fokus pada kasus penggunaan non-perumahan, karena ini memberikan pengembalian investasi yang lebih kuat, tetapi mereka tidak boleh mengabaikan pentingnya penyebaran perumahan, karena masalah lingkungan meningkat.”

Pengiriman sensor semakin cepat

Penelitian tersebut menemukan bahwa pengiriman global sensor yang digunakan di gedung pintar akan melebihi satu miliar per tahun pada 2026 dari 360 juta pada 2022; mewakili pertumbuhan 204 persen. Sensor, bila dikombinasikan dengan platform manajemen cerdas, akan memungkinkan bangunan pintar beradaptasi dengan kondisi; pencocokan elemen seperti pencahayaan, pemanas dan ventilasi untuk kebutuhan hidup.

Info terkait:
Kiat menjaga teknologi gadget agar tidak ketinggalan zaman

Penulis juga mengidentifikasi peluang bagi vendor bangunan pintar untuk bermitra dengan vendor AI guna memaksimalkan manfaat otomatisasi, seperti pengurangan biaya energi dan peningkatan lingkungan kerja.

Lintas 12 – Portal berita Indonesia tentang: Teknologi bangunan pintar atau Smart building akan melonjak.