Komnas HAM Berikan Keterangan usai Pemeriksaan Bharada E

Selasa, 26 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komnas HAM Berikan Keterangan usai Pemeriksaan Bharada E untuk mendapatkan informasi tewasnya Brigadir J dalam baku tembak [Foto: Lintas 12]

Komnas HAM Berikan Keterangan usai Pemeriksaan Bharada E untuk mendapatkan informasi tewasnya Brigadir J dalam baku tembak [Foto: Lintas 12]

Lintas12.com – Komnas HAM Berikan Keterangan usai Pemeriksaan Bharada E.

Komnas HAM Berikan Keterangan usai Pemeriksaan Bharada E.

Komnas HAM telah memeriksa beberapa pihak yang dianggap mengetahui peristiwa baku tembak antara polisi di rumah Kadiv Propam nonaktif Ferdy Sambo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konferensi pers setelah pemeriksaan, Komnas HAM yang diwakili khoirul Anam menyampaikan beberapa hal penting jalannya proses pemeriksaan terhadap ADC dari Irjen Ferdy Sambo.

Selama keterangan pers, Anam didampingi oleh Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik dan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Proses pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah orang terkait secara terpisah dan tidak dalam satu ruangan yang sama. Hal itu dilakukan agar Komnas HAM mendapatkan berbagai kekayaan informasi yang diperlukan untuk terangnya peristiwa.

Baca juga:  Setelah 20 tahun, penuduh ExxonMobil Indonesia menanti hari di pengadilan

“Kami tadi memeriksanya tidak dalam satu tempat yang sama tapi terpisah masing-masing orang dimintain keterangan oleh masing-masing dari anggota tim kami”, terang Anam.

Anam menyampaikan bahwa selama proses pemeriksaan, pihak mabes Polri yang hadir tidak ikut masuk ruang pemeriksaan sama sekali.

Polri sangat memahami otoritas Komnas HAM sehingga memberi keleluasaan yang sangat besar. Kepolisian dianggap memiliki komitmen yang sangat besar dalam menemukan titik terang dari peristiwa baku tembak antar polisi.

“Polri melalui Irwasum dan Waka Polri telah berkomitmen kepada Komnas HAM untuk membuka seluas-luasnya. Jadi para pendamping ini ya hanya duduk di ruangan saya”, papar Anam.

Selama pemeriksaan Komnas HAM juga mendalami keterangan terkait bagaimana peristiwa pada hari H.

“Bahkan kami suruh menggambar posisinya”, lanjut Anam

Komnas HAM juga mendalami spektrum sebelum hari H untuk lebih memperjelas.

Baca juga:  Ferdy Sambo Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J

“Kami tarik kebelakang, kami tanya semua apa yang terjadi. Bagaimana peristiwa nya bahkan kondisinya kayak apa? Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya”, terang Anam lagi.

Anam juga menjelaskan bahwa Komnas HAM juga menarik spektrum yang lebih luas seperti spektrum waktu yang lebih luas. Misalnya saat di Magelang apa yang dilakukan, juga spektrum waktu kapan berangkat dari Magelang dan sampai di Jakarta, dan memakai apa.

“Kami tanya secara detail dan lengkap dan masing-masing orang memiliki jawaban sendiri-sendiri karena ditanyainnya sudah sendiri. Apakah sama ataukah tidak itu nanti diolah di tim”, jelas Anam.

Lebih jauh Komnas HAM juga menanyakan soal bagaimana sekuen hubungan ADC satu dengan yang lain. Karakter masing-masing ADC juga tak luput dari perhatian untuk ditanyakan. Pertanyaan-pertanyaan itu dimaksudkan untuk melihat apa yang sebenarnya yang terjadi dan backgroundnya.

Baca juga:  Profil Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI, Muhammad Naufal Zidan

“Apa yang terjadi di sekuen itu dan bagaimana perilaku para ADC dalam kehidupan sehari-hari? Semua kami tanyakan”

“Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk melihat sesuatu yang kami dapatkan untuk melihat constrine waktu dan untuk melihat konteks dalam kurun waktu itu” Lanjut Anam.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Komnas HAM berjanji akan menyelidiki kasus tewasnya Brigadir J dengan memanggil semua ajudan eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E. Adapun Bharada E merupakan sosok yang diduga adu tembak dengan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Lintas 12 – Portal Berita Indonesia tentang: Komnas HAM Berikan Keterangan usai Pemeriksaan Bharada E.

Berita Terkait

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah
MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres
DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka
KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar
Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri
3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi
Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang
Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terkait

Senin, 16 Oktober 2023 - 22:04 WIB

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:26 WIB

MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres

Kamis, 12 Oktober 2023 - 18:25 WIB

DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka

Senin, 18 September 2023 - 20:34 WIB

KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar

Kamis, 14 September 2023 - 14:40 WIB

Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri

Selasa, 22 Agustus 2023 - 21:47 WIB

3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi

Selasa, 15 Agustus 2023 - 20:29 WIB

Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang

Rabu, 9 Agustus 2023 - 09:57 WIB

Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB