Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob, ini penjelasan Mabes Polri

Minggu, 7 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan usai melakukan uji balistik labfor di bekas rumah dinas Ferdy Sambo di Duren tiga, Jakarta Selatan, Senin, 1 Agustus 2022.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan usai melakukan uji balistik labfor di bekas rumah dinas Ferdy Sambo di Duren tiga, Jakarta Selatan, Senin, 1 Agustus 2022.

Lintas 12 – Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob, ini penjelasan Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan koleganya yang baru saja dicopot dari posisi Kepala Divisi Propam, Irjen Ferdy Sambo, dipindahkan dari Gedung Bareskrim di Mabes Polri ke tempat khusus di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok. Dia menolak menyebut pemindahan yang disertai pengawalan sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap itu sebagai penangkapan dan penahanan.

“(Penempatan khusus) dalam konteks pemeriksaan. Jadi, tidak benar ada itu (penangkapan dan penahanan),” ujar Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam, 6 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi juga mengatakan kalau per Sabtu malam belum ada penetapan tersangka terhadap Ferdy Sambo dalam penyidikan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Lebih dari itu, Dedi menerangkan pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo dilakukan tim Inspektorat Khusus (Irsus) Polri yang menelisik pelanggaran etika.

Baca juga:  Polri menyelamatkan 2027 korban trafficking

Pemeriksaan saat ini bukan oleh Tim Khusus (Timsus) Bareskrim yang bekerja pro yustisia untuk pembuktian tidak pidana. “Selain Timsus ada juga Irsus, dan seperti yang sudah disampaikan Kapolri kemarin malam bahwa inspektorat khusus ini sudah melakukan pemeriksaan kepada 25 orang,” kata Dedi.

Dari 25 orang yang diperiksa tersebut, kata Dedi, terdapat empat orang yang ditempatkan di tempat khusus dalam rangka pembuktian yang lainnya, yakni sidang kode etik karena tidak profesional di dalam melaksanakan olah TKP.

Terkait Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob, hingga malam ini, lanjut Dedi, hasil pemeriksaan tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus, atau Inspektorat Khusus, terhadap Ferdy Sambo menduga adanya pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy. Dari 10 saksi yang diperiksa dan beberapa bukti, Inspektorat Khusus menduga Ferdy Sambo melakukan pelanggaran menyangkut masalah ketidakprofesionalan dalam olah TKP.

Baca juga:  Erick Thohir Menggugat Faizal Assegaf Karena Pencemaran Nama Baik

“Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus, yaitu Marks Korps Brimob Polri,” tutur Dedi.

Sedangkan Dedi meminta publik bersabar menunggu informasi resmi Timsus Polri untuk penyidikan yang pro yustisia atau pelanggaran pidana. Sejak Rabu malam lalu, atau hampir sebulan setelah kematian Yosua, baru satu tersangka yang ditetapkan yakni Bharada Richard Eliezer, sesama ajudan Ferdy Sambo.

Jerat tersangka menggunakan pasal-pasal dalam KUHP yang menyangka Eliezer terlibat dalam pembunuhan terencana dan persekongkolan serta membantu kejahatan. Sangkaan itu tak sejalan dengan keterangan selama ini dari kubu Ferdy Sambo kalau kedua ajudannya itu terlibat tembak menembak setelah Yosua dituding melecehkan istri Ferdy di rumah dinas.

Baca juga:  Ada Skenario Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam

“Ini masih juga berproses, yang jelas komitmen Kapolri terkait kasus ini akan dibuka terang benderang,” kata Dedi.

Lintas 12 – Portal Berita Indonesia tentang: Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob, ini penjelasan Mabes Polri.

Sumber: Tempo

Berita Terkait

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah
MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres
DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka
KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar
Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri
3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi
Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang
Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terkait

Senin, 16 Oktober 2023 - 22:04 WIB

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:26 WIB

MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres

Kamis, 12 Oktober 2023 - 18:25 WIB

DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka

Senin, 18 September 2023 - 20:34 WIB

KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar

Kamis, 14 September 2023 - 14:40 WIB

Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri

Selasa, 22 Agustus 2023 - 21:47 WIB

3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi

Selasa, 15 Agustus 2023 - 20:29 WIB

Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang

Rabu, 9 Agustus 2023 - 09:57 WIB

Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB