Tersangka Baru Menghadapi Hukuman Mati dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam foto tak bertanggal ini dari dokumentasi kantor, Insp. Jenderal Ferdy Sambo, tengah, berpose dengan polisi lain yang bekerja sebagai asistennya.

Dalam foto tak bertanggal ini dari dokumentasi kantor, Insp. Jenderal Ferdy Sambo, tengah, berpose dengan polisi lain yang bekerja sebagai asistennya.

Lintas 12 (Lintas12.com) – Tersangka Baru Menghadapi Hukuman Mati dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J.

Seorang polisi berpangkat rendah telah didakwa dengan pembunuhan berencana yang membawa hukuman mati maksimum dalam kisah lanjutan penyelidikan yang berlarut-larut atas pembunuhan perwira lain yang mayatnya ditemukan bulan lalu di kediaman resmi seorang jenderal polisi.

Brigadir Ricky Rizal ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan segera ditahan, Polri mengumumkan pada hari Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama itu tidak disebutkan dalam penyelidikan awal polisi setelah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat ditemukan tewas di Jakarta Selatan pada 8 Juli lalu.

Sebaliknya polisi mengklaim Yosua tewas dalam baku tembak dengan polisi lain yang diidentifikasi sebagai Patroli Kedua Richard Eliezer Lumiu dan butuh beberapa hari sebelum mereka akhirnya meluncurkan penyelidikan pembunuhan dan menyebut Richard sebagai tersangka pertama dalam kasus tersebut.

Ricky Rizal, Richard, dan polisi yang terbunuh semuanya bekerja untuk Inspektur. Jenderal Ferdy Sambo, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Internal Polri.

Baca juga:  Peradilan penyerang ransomware Kaseya dimulai

Polisi awalnya mengatakan Yosua tewas dalam baku tembak setelah ia tertangkap basah melecehkan istri Ferdy di rumah dinas jenderal polisi di kompleks perumahan Duren Tiga di Jakarta Selatan.

Klaim itu langsung menuai kecaman dan tanggapan marah dari keluarga Yosua yang menyewa pengacara, mengajukan kasus pembunuhan, dan menuntut otopsi kedua tubuh.

Liku-liku yang terjadi mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan. Perwakilan komisi hadir saat jenazah Yosua digali dan saat dilakukan otopsi di Provinsi Jambi bulan lalu.

Polisi Nasional mengatakan 25 petugas telah diinterogasi sehubungan dengan kasus pembunuhan Yosua. Dalam perkembangan lain, 10 perwira tinggi dicopot dari jabatannya karena “perilaku tidak profesional” dalam menangani kasus tersebut.

Ferdy dibawa ke markas Brigade Mobil (Brimob) di kota Depok Jawa Barat untuk interogasi panjang pada hari Minggu tetapi polisi tidak mengatakan apakah jenderal polisi itu sekarang menjadi tersangka.

Baca juga:  Skandal Suap Basarnas Terungkap! Kabasarnas Tersangka KPK, Respons Danpuspom TNI Mengejutkan!

Asisten Pribadi

Kedua tersangka sebelumnya ditugaskan sebagai asisten pribadi Ferdy.

Ricky Rizal bekerja sebagai sopir untuk keluarga Ferdy tetapi hanya sedikit detail yang muncul tentang dia.

Richard diperkirakan akan menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Kepolisian Nasional pada hari Senin setelah dia setuju untuk menjadi pelapor dalam kasus tersebut, kata seorang pengacara tersangka.

Dia didakwa dengan pembunuhan dan bisa menghadapi hukuman maksimal 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Richard saat ini meminta bantuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), setelah dia mengatakan kepada tim pembelanya bahwa dia bukan satu-satunya orang yang seharusnya terlibat dalam kasus pembunuhan, kata pengacara Burhanuddin.

Tetapi pengacara menolak untuk merinci, mengatakan dia tidak ingin mendahului polisi dalam menginformasikan temuan baru dalam kasus ini.

Baca juga:  Pejabat Basarnas Ditangkap KPK karena Dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa

“Sangat penting baginya untuk mendapatkan perlindungan karena dia sekarang menjadi saksi kunci meskipun dia juga seorang tersangka. Kami sudah sepakat dia akan tampil sebagai justice collaborator,” kata Deolipa Yumara, pengacara Richard lainnya, Sabtu.

Sementara itu, Ferdy diisolasi selama 30 hari di markas Brimob sesuai prosedur untuk memungkinkan kelancaran penyelidikan atas dugaan perannya dalam kasus tersebut, kata Ketua Komisi Kepolisian Nasional Benny Mamoto, Minggu.

“Keputusan tersebut tentunya untuk mendukung proses penyidikan yang sedang berjalan,” kata Benny.

Polri rupanya menghindari masa penahanan Ferdy meski akan menghabiskan waktu lama di fasilitas di Depok.

Mereka juga tidak memberikan penjelasan mengapa Ferdy berhak memiliki tiga, atau mungkin lebih, polisi yang bekerja sebagai asisten pribadi untuk dirinya dan keluarga.

Lintas 12 – Portal Berita Indonesia tentang: Tersangka Baru Menghadapi Hukuman Mati dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J.

Berita Terkait

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah
MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres
DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka
KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar
Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri
3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi
Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang
Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terkait

Senin, 16 Oktober 2023 - 22:04 WIB

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:26 WIB

MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres

Kamis, 12 Oktober 2023 - 18:25 WIB

DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka

Senin, 18 September 2023 - 20:34 WIB

KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar

Kamis, 14 September 2023 - 14:40 WIB

Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri

Selasa, 22 Agustus 2023 - 21:47 WIB

3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi

Selasa, 15 Agustus 2023 - 20:29 WIB

Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang

Rabu, 9 Agustus 2023 - 09:57 WIB

Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB