Lintas 12 – Pemulihan ekonomi berjalan baik meski APBN defisit.
Pemulihan ekonomi Indonesia saat ini masih berjalan kuat dan baik, meski konsolidasi defisit APBN relatif cepat menyusul peningkatan produk domestik bruto di atas tiga persen akibat pandemi, kata menteri keuangan.
Oleh karena itu, defisit APBN ditargetkan turun hingga di bawah level tiga persen dari produk domestik bruto, atau tepatnya 2,85 persen, pada 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus tetap sangat selektif karena defisit anggaran negara bukan tanpa konsekuensi,” Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada Workshop 100 Ekonom Indonesia, Rabu.
Oleh karena itu, pemerintah telah berhati-hati dalam menggunakan instrumen defisit anggaran dan menggunakan pertimbangan yang cermat dan bijaksana agar tidak menimbulkan gejolak.
Pada tahun 2023, belanja negara tidak akan sebesar pada tahun 2021 dan 2022 yang pada saat itu banyak dilakukan alokasi untuk penanganan COVID-19, seperti tagihan rumah sakit dan insentif kesehatan, sehingga akan mendukung konsolidasi defisit APBN, menteri menyatakan.
Dalam postur APBN 2023, dialokasikan belanja negara sebesar Rp3.041,7 triliun, turun dari Rp3.106,4 triliun pada 2022.
Selain itu, subsidi energi juga akan diturunkan tahun depan, dari Rp500 triliun tahun ini menjadi sekitar Rp340 triliun.
Belanja pembangunan infrastruktur tahun depan hanya akan dialokasikan untuk proyek yang akan selesai pada 2023 dan awal 2024, sehingga akan dikurangi dari tahun ini.
“Ini sesuai dengan amanat presiden,” ujarnya.
Menkeu mengingatkan agar anggaran belanja sosial tahun depan tetap dipertahankan dan juga belanja pendidikan dan kesehatan yang keduanya akan terus ditingkatkan.
Misalnya, alokasi anggaran pendidikan tahun lalu mencapai sekitar Rp500 triliun, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi Rp600 triliun.
Lintas 12 – Portal Berita Indonesia tentang Pemulihan ekonomi berjalan baik meski APBN defisit.