Dugaan Suap Kepala Basarnas 2021-2023, Henri Alfiandi: KPK Tetapkan 5 Tersangka

Kamis, 27 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabasarnas RI periode 2021-2023 Henri Alfiandi, tersangka dugaan suap [Dok. basarnas.go.id]

Kabasarnas RI periode 2021-2023 Henri Alfiandi, tersangka dugaan suap [Dok. basarnas.go.id]

Dugaan Suap Kepala Basarnas 2021-2023, Henri Alfiandi: KPK Tetapkan 5 Tersangka oleh situs berita LINTAS 12 – LINTAS12.COM.

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas RI pada Tahu Anggaran 2023.

Para tersangka yang ditetapkan adalah Henri Alfiandi, yang menjabat sebagai Kepala Basarnas RI dari tahun 2021 hingga 2023; Letkol Adm Afri Budi Cahyanto, seorang anggota TNI AU dan Koordinator Administrasi di Basarnas; Mulsunadi Gunawan, yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati (MGCS); Marilya, Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati (IGK); serta Roni Aidil, Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama (KAU).

Kasus ini terungkap setelah KPK menerima laporan dari masyarakat dan melakukan penyelidikan hingga menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan lima tersangka tersebut.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan bahwa kasus ini terbongkar dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di Jalan Mabes Hankam, Cilangkap, dan salah satu Restoran Soto di Jatisampurna, Bekasi, pada tanggal 25 Juli 2023. Sebanyak 11 orang ditangkap dalam OTT tersebut, dan KPK berhasil mengamankan uang sebesar Rp999,7 juta sebagai barang bukti.

Sejak tahun 2021, Basarnas telah melaksanakan beberapa tender proyek pekerjaan yang diumumkan melalui layanan LPSE Basarnas dan dapat diakses oleh publik. Di tahun 2023, Basarnas kembali membuka tender proyek pekerjaan, termasuk pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan, public safety diving equipment, dan ROV untuk KN SAR Ganesha.

Baca juga:  3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi

Tiga perusahaan yang terlibat, yaitu PT MGCS, PT IGK, dan PT KAU, melakukan pendekatan personal dengan menemui langsung Henri Alfiandi dan Afri Budi. Dalam pertemuan tersebut diduga terjadi kesepakatan pemberian suap sebesar 10 persen dari nilai kontrak. Penentuan besaran suap diduga ditentukan langsung oleh Henri Alfiandi.

KPK menyimpulkan bahwa hasil pertemuan tersebut menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut sebagai pemenang tender untuk proyek-proyek tersebut. Uang suap yang diberikan kepada Henri Alfiandi diduga mencapai sekitar Rp88,3 miliar dari berbagai vendor pemenang proyek sejak tahun 2021 hingga 2023.

Dalam proses hukum, KPK telah menahan Marilya dan Roni Aidil selama 20 hari pertama sejak tanggal 26 Juli 2023 hingga 14 Agustus 2023. Sementara itu, Henri Alfiandi dan Afri Budi selaku prajurit TNI akan diserahkan kepada Puspom Mabes TNI sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga:  KPK Tetapkan Kepala Basarnas 2021-2023 Henri Alfiandi Sebagai Tersangka Dugaan Suap

KPK juga menegaskan bahwa proses hukum akan berlanjut, dan para tersangka dihadapkan pada tuduhan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Demikian berita hukum dan krimal seputar Dugaan Suap Kepala Basarnas 2021-2023, Henri Alfiandi: KPK Tetapkan 5 Tersangka oleh situs berita LINTAS 12 – LINTAS12.COM.

Berita Terkait

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah
MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres
DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka
KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar
Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri
3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi
Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang
Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terkait

Senin, 16 Oktober 2023 - 22:04 WIB

Gibran lolos syarat cawapres jalur pernah jadi kepala daerah

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:26 WIB

MK Menolak Gugatan Perubahan Batas Usia Capres dan Cawapres

Kamis, 12 Oktober 2023 - 18:25 WIB

DPP PKS Ingatkan Pentingnya Keharmonisan Hukum dan Politik Pasca Penetapan SYL sebagai Tersangka

Senin, 18 September 2023 - 20:34 WIB

KPK Resmi Menahan M Kuncoro Wibowo Terkait Kasus Korupsi Bansos Rp 127 Miliar

Kamis, 14 September 2023 - 14:40 WIB

Perangi jaringan narkoba Fredy Pratama, Anggota DPR apresiasi Polri

Selasa, 22 Agustus 2023 - 21:47 WIB

3 Hakim PN Jakarta Pusat yang Putuskan Menunda Pemilu 2024 Mendapat Sanksi Mutasi

Selasa, 15 Agustus 2023 - 20:29 WIB

Anggota Komisi I DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Tambang

Rabu, 9 Agustus 2023 - 09:57 WIB

Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Atas Keputusan MA

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB