Pengertian dan 4 Syarat Tobat yang Benar Menurut Imam Al-Ghazali

Minggu, 17 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi bertobat

Gambar ilustrasi bertobat

lintas12.comPengertian dan 4 Syarat Tobat yang Benar Menurut Imam Al-Ghazali dibahas dalam artikel berita ini oleh Portal Berita Indonesia, LINTAS 12 melalui kanal Religi.

Pengertian Tobat

Tobat adalah tindakan kesadaran dan penyesalan atas dosa atau perbuatan yang salah dan jahat yang pernah kita lakukan. Setelah itu, kita bertekad untuk memperbaiki perilaku dan perbuatan kita.

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhaj al-Abidin, yang diterjemahkan oleh Abu Hamas As-Sasaky dan diterbitkan oleh Khatulistiwa Press pada tahun 2013, ada empat syarat penting dalam tobat yang benar. Jika kita memenuhi keempat syarat ini, maka tobat kita dianggap sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imam Al-Ghazali menjelaskan, jika kamu bertanya tentang arti tobat yang tulus, batasannya, dan apa yang harus dilakukan oleh seorang hamba agar dapat membebaskan diri dari dosa-dosanya,

Baca juga:  Fadhilah Surat Al-Fatihah

Maka kami akan menjelaskan bahwa tobat adalah tindakan yang berasal dari hati yang bersih. Seperti yang diungkapkan oleh para ulama, tobat adalah proses membersihkan hati dari dosa-dosa.

Guru kami mendefinisikan tobat sebagai langkah menjauh dari dosa setelah kita menyadari kebesaran dan kemuliaan Allah SWT, serta karena rasa takut akan murka dan hukuman-Nya.

4 Syarat Tobat yang Benar Menurut Imam Al-Ghazali

Berikut diuraikan 4 syarat utama dalam tobat. Pertama, kita harus sungguh-sungguh berusaha untuk tidak mengulangi dosa tersebut. Orang yang bertobat menguatkan tekadnya dan meninggalkan keinginan untuk kembali melakukan dosa itu sama sekali.

Jika kita meninggalkan dosa tersebut tetapi masih ada keraguan dalam hati kita, atau kita tidak benar-benar tekad untuk meninggalkannya, maka tobat kita belum sempurna.

Kedua, kita harus bertobat dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan sebelumnya. Jika kita tidak pernah melakukan dosa tersebut sebelumnya, itu berarti kita telah menjaga diri kita dari dosa tersebut, bukan bertobat. Sebagai contoh, Nabi Muhammad SAW selalu menjaga diri dari kekufuran, tetapi ia tidak pernah melakukan kekufuran. Sebaliknya, Umar Bin Khattab adalah contoh seseorang yang bertobat dari kekufuran karena ia pernah mengalami masa kekufuran.

Baca juga:  Tata Cara Salat Istisqa untuk Meminta Turun Hujan

Syarat tobat yang Ketiga, dosa yang kita sesali saat ini harus memiliki tingkat kesalahan yang setara dengan dosa yang pernah kita lakukan di masa lalu dan ingin kita tinggalkan. Misalnya, seseorang yang dulunya berzina dan mencuri, ia bisa bertobat saat ia masih kuat fisiknya, jika memang itu yang diinginkannya.

Namun, saat ia sudah tua dan tidak mampu lagi melakukan perbuatan itu, ia tetap bisa bertobat, meskipun dengan cara meninggalkan dosa-dosa yang setara tingkat kesalahannya dengan zina dan mencuri, seperti berdusta, mencemarkan nama baik orang lain, atau menyebarkan fitnah.

Semua ini tetap dianggap dosa meskipun beratnya berbeda, dan seseorang yang sudah lanjut usia masih bisa memilih untuk tidak melakukan perbuatan dosa itu sebagai bentuk tobat kepada Allah SWT dari dosa-dosa yang pernah ia lakukan di masa mudanya.

Baca juga:  Setelah Idul Fitri, Apa Selanjutnya?

Keempat, tobat harus dilakukan semata-mata untuk mengagungkan Allah Azza Wa Jalla dan menghindari murka serta siksaan-Nya yang pedih. Tobat harus murni, bukan karena dorongan dunia, takut pada manusia, mencari pujian, kedudukan, atau karena kelemahan nafsu. Jika kita memenuhi keempat syarat ini, maka tobat kita dianggap sah.

Demikian artikel akhlak tentang Pengertian dan 4 Syarat Tobat yang Benar Menurut Imam Al-Ghazali dibahas dalam artikel berita ini oleh Portal Berita Indonesia, LINTAS 12 melalui kanal Religi.

Berita Terkait

Hukum Menyantuni Anak Yatim Nonmuslim
Hukum Memakai Parfum Beralkohol dalam Shalat
Nabi Muhammad adalah Rahmat Bagi Seluruh Alam
Tata Cara Salat Istisqa untuk Meminta Turun Hujan
Cara Meningkatkan Rezeki Anda Menurut Islam
Fadhilah Surat Al-Fatihah
Argumen Kelompok Penentang dan Pendukung Perayaan Maulid Nabi
Salat Gaib untuk Korban Gempa Maroko dan Banjir Libya: Himbau Kemenag

Berita Terkait

Jumat, 13 Oktober 2023 - 22:51 WIB

Hukum Menyantuni Anak Yatim Nonmuslim

Minggu, 8 Oktober 2023 - 17:39 WIB

Hukum Memakai Parfum Beralkohol dalam Shalat

Kamis, 28 September 2023 - 14:56 WIB

Nabi Muhammad adalah Rahmat Bagi Seluruh Alam

Senin, 25 September 2023 - 20:34 WIB

Tata Cara Salat Istisqa untuk Meminta Turun Hujan

Sabtu, 23 September 2023 - 18:23 WIB

Cara Meningkatkan Rezeki Anda Menurut Islam

Kamis, 21 September 2023 - 20:02 WIB

Fadhilah Surat Al-Fatihah

Rabu, 20 September 2023 - 00:23 WIB

Argumen Kelompok Penentang dan Pendukung Perayaan Maulid Nabi

Minggu, 17 September 2023 - 21:54 WIB

Pengertian dan 4 Syarat Tobat yang Benar Menurut Imam Al-Ghazali

Berita Terbaru

Prabowo Mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden [ilustrasi oleh L12]

Politik

Prabowo Mengumumkan Gibran Cawapres

Minggu, 22 Okt 2023 - 22:00 WIB

Aria Bima: Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo [Ilustrasi by L12]

Politik

Jokowi-Gibran dukung Prabowo, Aria Bima tak ikhlas

Jumat, 20 Okt 2023 - 21:42 WIB