Sosial  

Penting! IDAI: 1.000 Hari Pertama Penentu Kualitas Tumbuh Kembang Anak

Penting! IDAI: 1.000 Hari Pertama Penentu Kualitas Tumbuh Kembang Anak
1.000 Hari Pertama Penentu Kualitas Tumbuh Kembang Anak [Foto: Motherduck]

Jakarta, Lintas12.com – IDAI tekankan 1.000 hari pertama kehidupan sebagai masa emas tumbuh kembang anak. Cek pentingnya nutrisi, stimulasi, dan deteksi dini untuk optimalkan otak si kecil. Simak kabar berita pilihan terpercaya selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.


Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan para orang tua tentang krusialnya periode emas dalam kehidupan anak. Menurut IDAI, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase yang tidak tergantikan dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

“Kita ingat bahwa seribu hari pertama kehidupan merupakan golden age-nya, sampai dua tahun itu akan menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangannya,” ujar Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A., Subsp. T.K.P.S.(K), selaku anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dalam seminar daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa (4/8).

Baca Ini:  Migran Indonesia berani laut berbahaya untuk mimpi Malaysia

Perkembangan Otak Anak Melesat di Usia Dini

Dalam pemaparannya, Dokter Trisna menyoroti bahwa perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat pada awal kehidupan. Fakta mengejutkannya, sekitar 80 persen perkembangan otak terjadi pada usia dua tahun. Kemudian, angkanya meningkat menjadi 85 persen di usia tiga tahun, dan mencapai puncaknya 95 persen pada saat anak menginjak usia enam tahun.

Namun, Dokter Trisna mengingatkan bahwa kecepatan perkembangan setiap bagian otak tidaklah sama pada tiap tahapan usia. Karena itulah, pemahaman orang tua terhadap fase ini sangat vital untuk mendukung kualitas tumbuh kembang anak secara optimal.

Dua Pilar Utama: Nutrisi dan Stimulasi

Demi memaksimalkan masa 1.000 hari pertama, IDAI menekankan dua pilar utama yang harus diperhatikan orang tua, yaitu pemenuhan nutrisi anak dan stimulasi yang tepat. Kekurangan pada salah satu aspek ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kecerdasan dan kesehatan fisik si kecil.

Baca Ini:  Mendagri Tito Karnavian: Gaji PPPK Bisa Terbayar Jika Daerah Berani Efisiensi Anggaran

“Selain memastikan gizi seimbang, orang tua wajib memberikan stimulasi sesuai usia. Ini adalah modal dasar agar anak tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” jelasnya.

Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan

Salah satu pesan krusial yang disampaikan oleh IDAI adalah pentingnya deteksi dini pertumbuhan anak. Orang tua tidak boleh menunggu hingga masalah terlihat jelas. Melakukan pemantauan secara rutin adalah kunci untuk mencegah keterlambatan.

“Kita tentu melakukan deteksi sebelum terlambat, sehingga penyimpangan pertumbuhan itu bisa kita kenali sejak dini,” tegas Dokter Trisna.

Panduan Pemantauan Pakai Kurva WHO

Untuk membantu orang tua memantau kualitas tumbuh kembang anak, IDAI merekomendasikan pengukuran secara berkala yang meliputi:

  • Berat badan,
  • Panjang atau tinggi badan,
  • Lingkar kepala.
Baca Ini:  Waduh, Pelecehan perempuan di universitas-universitas Inggris! (bag.1)

Hasil pengukuran ini kemudian harus dicatat dan diinterpretasikan berdasarkan kurva pertumbuhan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemantauan ini tidak hanya berfungsi untuk melihat tren pertumbuhan, tetapi juga sebagai langkah preventif agar setiap kelainan dapat segera ditangani oleh tenaga medis profesional.

Dengan pemahaman yang benar tentang 1.000 hari pertama, diharapkan orang tua mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Lintas12.com akan terus menyajikan informasi penting seputar kesehatan anak untuk Anda.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *