Bingung beda tawakkal dan tawakul? Simak penjelasan lengkap perbedaan definisi, hukum, dan cara mengamalkan tawakkal sesuai sunnah di sini, Lintas 12 News.
Seringkali kita mendengar istilah tawakkal dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Namun, tidak sedikit pula yang keliru menyamakannya dengan tawakul. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar, baik dari segi definisi, hukum, maupun dampaknya bagi kehidupan seorang muslim.
Memahami perbedaan ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam sikap pasrah yang salah kaprah.
Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan antara tawakkal dan tawakul berdasarkan pandangan para ulama.
1. Perbedaan Dari Segi Definisi
Perbedaan paling mendasar antara keduanya dapat dilihat dari definisi masing-masing istilah:
- Tawakkal: Adalah menyerahkan urusan kepada Allah SWT, percaya terhadap apa yang telah Dia tetapkan, disertai dengan mengambil sebab-sebab (usaha), kesungguhan, dan kerja keras.
- Tawakul: Adalah menyerahkan urusan kepada Allah SWT tanpa disertai usaha, kerja, atau mengambil sebab-sebab yang diperlukan.
Seorang mukmin yang bertawakkal akan bekerja keras dan mengambil segala sebab, namun hatinya tetap tenang menyerahkan hasil akhir kepada Allah. Sebaliknya, orang yang bertawakul hanya duduk menunggu peristiwa terjadi lalu berkata, “Ini sudah takdir,” tanpa pernah berusaha. Sikap tawakul merupakan bentuk pengabaian terhadap perintah Allah untuk berusaha.
2. Perbedaan Dari Segi Hukum
Dalam Islam, kedudukan kedua sikap ini sangat berbeda:
- Hukum Tawakkal: Merupakan ibadah hati yang diperintahkan oleh Allah SWT. Ini adalah sifat orang-orang beriman yang akan mendapatkan pahala besar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal: 2 bahwa ciri orang beriman adalah mereka yang bertawakkal kepada Tuhan mereka. Tidak boleh bertawakkal kepada selain Allah.
- Hukum Tawakul: Diharamkan bagi seorang mukmin. Sikap ini dilarang karena mengandung mudarat, yaitu meninggalkan amal usaha dan tidak mengambil sebab untuk mencapai tujuan hidup.
3. Perbedaan Dalam Mengambil Sebab (Usaha)
Tawakkal adalah ibadah yang menggabungkan dua hal yang tidak terpisahkan:
- Ikhtiar: Mengambil segala sebab untuk mencapai tujuan.
- Doa & Pasrah: Menyerahkan hasil akhir hanya kepada Allah.
Sementara itu, tawakul melepaskan diri dari usaha. Pelakunya tidak mau bekerja atau mencari jalan keluar, hanya mengandalkan doa tanpa aksi. Hal ini bertentangan dengan perintah Allah untuk berusaha dalam segala urusan hidup, baik kecil maupun besar.
4. Perbedaan Dari Segi Dampak (Buah)
Apa yang dihasilkan dari kedua sikap ini pun sangat berbeda:
- Dampak Tawakkal:
-
- Menumbuhkan akhlak lurus dan sikap bijak.
- Memberikan ketenangan hati (thuma’ninah) menghadapi masa depan.
- Jauh dari rasa takut, cemas, dan stres.
- Hidup menjadi lebih bermakna dengan ketaatan kepada Allah dan mengikuti Sunnah Nabi.
- Dampak Tawakul:
-
- Menimbulkan kelemahan dan ketidakmampuan.
- Memicu rasa malas dan klesu.
- Membuat seseorang gagal mencapai tujuan dan cita-citanya karena tidak ada usaha nyata.
5. Cara Mengamalkan Tawakkal yang Benar
Lalu, bagaimana cara mewujudkan tawakkal yang sesuai syariat? Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Iman Kepada Qada dan Qadar: Tawakkal adalah syarat iman. Seorang muslim wajib bertawakkal hanya kepada Allah dalam segala urusan. Sebagaimana firman Allah: “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah: 23).
- Mengambil Sebab Bersama Penyerahan Diri: Wajib berusaha maksimal. Contoh: Orang yang sakit harus berobat ke dokter dan minum obat, namun hatinya berserah diri bahwa Allah-lah yang menyembuhkan.
- Merasa Butuh Hanya Kepada Allah: Menyadari bahwa hanya Allah Musabbibul Asbab (Penyebab segala sebab). Ini akan melahirkan rasa tenang dan sandaran hati hanya kepada-Nya.
Kesimpulan
Tawakkal adalah kunci ketenangan hidup seorang muslim yang seimbang antara usaha dunia dan kepercayaan kepada Allah. Jangan sampai kita terjebak dalam tawakul yang hanya beralasan takdir untuk menutupi kemalasan. Mari kita perbaiki niat, maksimalkan usaha, dan sempurnakan dengan tawakkal kepada Allah SWT.





