Berita tentang Italia Hibahkan Kapal Induk Garibaldi ke Indonesia untuk Perkuat Kerja Sama Pertahanan di Lintas 12 News. Garibaldi akan diserahkan dalam konfigurasi tanpa kemampuan ofensif.
Pemerintah Italia telah meresmikan rencana untuk menghibahkan kapal induk Garibaldi yang sudah purna tugas kepada Indonesia. Proses serah terima yang masih menunggu persetujuan parlemen ini diyakini akan secara signifikan memperkuat kemampuan angkatan laut Indonesia serta memperdalam kerja sama pertahanan kedua negara. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Italia untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik.
Melalui pengajuan rancangan keputusan menteri ke Parlemen pada 26 Februari lalu, yang meminta persetujuan dari dua Komite Pertahanan terkait hibah gratis kapal induk Garibaldi untuk TNI Angkatan Laut, pemerintah Italia telah meresmikan program transfer kapal milik Angkatan Laut Italia tersebut. Kapal ini telah resmi dipensiunkan dan masuk status cadangan per 31 Desember 2024.
Hibah kapal ini harus dilihat dalam konteks kerja sama militer yang lebih luas antara kedua negara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dialog dan saling pengertian dengan mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik, sebuah wilayah yang semakin penting secara geopolitik dan maritim. Inisiatif ini mendorong pembangunan kapasitas secara selektif, terutama di bidang maritim, pelatihan, dan doktrin, serta kerja sama operasional dalam inisiatif multilateral. Lebih jauh, hal ini juga membuka jalan bagi penetrasi ekspor industri pertahanan Italia.
Operasi hibah ini akan dilakukan secara cuma-cuma, dengan total biaya mencapai €54,02 juta atau setara dengan Rp 918,34 miliar. Biaya tersebut sebagian besar dialokasikan untuk persiapan kapal sebelum diserahkan. Sebagai bagian dari penguatan kerja sama militer, Kementerian Pertahanan Italia dan Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman (Letter of Intent) pada 1 Oktober 2025 mengenai kerja sama pertahanan maritim. Nota ini kemudian diikuti dengan Pernyataan Bersama yang membentuk Komite Koordinasi Italia–Indonesia untuk merinci aspek-aspek teknis transfer kapal.
Menurut dokumen yang ada, Garibaldi akan diserahkan dalam konfigurasi tanpa kemampuan ofensif. Sistem senjatanya akan dibuat tidak berfungsi, dan hanya mempertahankan sistem penting untuk keselamatan, akomodasi awak, dan propulsi yang diperlukan untuk pelayaran menuju Indonesia. Hingga saat ini, kapal dirawat dalam kondisi layak jual atau transfer oleh Kementerian Pertahanan Italia, dengan biaya perawatan tahun 2025 diperkirakan mencapai €5 juta atau sekitar Rp85 miliar. Dokumen yang sama menyebutkan, jika kapal ini tidak jadi dihibahkan atau dijual, proses pemusnahannya akan memakan waktu hingga 24 bulan dengan biaya mencapai €18,7 juta atau sekitar Rp317,9 miliar. Terlebih, kemungkinan besar tidak akan ada pihak swasta yang mengajukan penawaran untuk membeli lambung kapal bekas tersebut, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Kapal ini telah mengabdi selama hampir empat puluh tahun sejak pertama diluncurkan pada September 1985. Garibaldi berperan penting dalam proyeksi kekuatan penerbangan angkatan laut Italia, serta operasi amfibi di masa akhir pengabdiannya. Posisinya di armada Angkatan Laut Italia kini telah digantikan oleh kapal serbu amfibi Trieste, sementara peran utama sebagai kapal induk diemban oleh Cavour yang mampu mengoperasikan jet tempur F-35B. Kondisi kapal Garibaldi yang kokoh telah langsung ditinjau oleh perwakilan TNI Angkatan Laut.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menyampaikan harapan agar kapal ini tiba di Indonesia sebelum tanggal 5 Oktober mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia.
Kapal induk Garibaldi nantinya diharapkan menjadi kapal komando (flagship) baru TNI AL. Fungsinya akan dioptimalkan sebagai kapal induk untuk helikopter dan sistem nirawak, serta sebagai pusat komando dan kendali untuk operasi militer baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Kapal ini juga akan dilengkapi kemampuan untuk intervensi dan bantuan bencana alam dalam situasi darurat.
Untuk menjalankan misi tersebut, kapal ini memerlukan modernisasi, baik pada platform maupun sistem tempurnya. Meski dokumen tidak merinci lebih lanjut, berdasarkan informasi yang dihimpun Naval News, industri pertahanan Italia, terutama Leonardo, akan bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan sistem tempur. Hal ini berpotensi membuka peluang bagi perusahaan Italia lainnya. Sistem tempur juga akan ditingkatkan untuk mencakup kendali dan manajemen operasi bawah air, yang kemungkinan akan melibatkan perusahaan Drass yang berpengalaman di bidang sistem dan kendaraan bawah air, baik sipil maupun militer. Sementara itu, modernisasi platform kapal akan dilakukan oleh industri galangan kapal dan pertahanan Indonesia setelah kapal tiba, beriringan dengan peningkatan sistem tempur, dengan potensi keterlibatan tambahan dari industri Italia.
Ini adalah operasi yang saling menguntungkan. Di satu sisi, Indonesia mendapatkan kapal dengan kemampuan yang belum pernah dimiliki sebelumnya dalam waktu singkat, sambil melibatkan industri dalam negeri. Di sisi lain, Italia terbebas dari biaya pemusnahan kapal dan semakin memperluas potensi ekspornya, membuka jalan bagi kolaborasi strategis di masa depan.


