Jakarta (Lintas 12 News) – Legenda timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, memuji sentuhan John Herdman yang membawa gaya bermain baru berbasis operan pendek dan penguasaan bola. Simak analisis eksklusif Banur tentang masa depan Garuda di bawah pelatih asal Inggris ini.
Ada yang berbeda dari langkah para pemain Timnas Indonesia saat berlaga di FIFA Series 2026. Bukan sekadar kemenangan atau kekalahan, melainkan sebuah “bahasa baru” yang mulai fasih diucapkan skuad Garuda.
Sentuhan magis pelatih asal Inggris, John Herdman, mulai tercium. Setidaknya itulah yang dirasakan langsung oleh legenda hidup sepak bola Tanah Air, Bambang Nurdiansyah atau akrab disapa Banur.
Dalam waktu singkat, Herdman dinilai berhasil membongkar kebiasaan lama dan meracik game model yang segar untuk Indonesia.
Nyaman di Kaki, Garuda Mulai “Ngobrol” lewat Bola
Menurut Banur, perubahan paling mencolok bukan terletak pada hasil akhir, melainkan pada proses. Timnas Indonesia kini terlihat jauh lebih percaya diri membangun serangan dari bawah.
“Mereka terlihat sangat nyaman melakukan operan-operan pendek. Ini bukan sekadar umpan, ini adalah cara untuk menguasai ritme pertandingan,” ujar Banur di Jakarta, Kamis.
Filosofi short pass ini terbukti efektif saat Indonesia melumat St. Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0. Bahkan saat harus mengakui keunggulan Bulgaria 0-1 di final, penguasaan bola Garuda tetap patut diacungi jempol.
Namun, seperti koki yang baru meracik resep, Banur mengingatkan bahwa hidangan ini belum sempurna.
“John Herdman baru memimpin dua pertandingan. Masih ada PR besar. Saya yakin tim pelatih bisa menemukan celah sambil terus mengasah kelebihan yang sudah ada,” tambahnya.
Satu Titik Lemah Timnas Indonesia yang Masih Menganga
Di sela pujian untuk aliran bola mulus ala Eropa, Banur yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persita Tangerang itu buka suara soal satu kebutuhan mendesak Timnas: Lini depan.
“Kalau saya pribadi, timnas harus menambah stok pemain di sektor striker. Itu kunci untuk melengkapi gaya bermain baru ini,” tegas penyerang jebolannya SEA Games 1991 tersebut.
Harapan besar kini tertumpu pada pundak John Herdman. Pelatih yang ditunjuk sejak Januari 2026 itu dinilai memiliki kapasitas untuk membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Lebih Baik dari Era Sebelumnya?
Catatan debut Herdman terbilang impresif. Kemenangan 4-0 atas St. Kitts and Nevis menjadi awal yang lebih manis dibandingkan dua pendahulunya.
Debut Shin Tae-yong (2021) ditandai kekalahan 2-3 dari Afghanistan, sementara Patrick Kluivert (2025) harus rela dihajar Australia 1-5 di Kualifikasi Piala Dunia.
“Bersama John Herdman, harapannya tentu lebih baik dari sebelumnya. Biarkan dia bekerja, dan kita akan melihat Garuda bersinar dari hari ke hari,” pungkas Bambang.
Publik sepak bola nasional kini menahan napas, menanti bagaimana “gaya baru” racikan Herdman akan berkembang. Apakah ini awal dari revolusi sepak bola modern di Indonesia? Waktu yang akan menjawab.







