Muslim  

Cara Resmi Masuk Raudhah Tanpa Biaya untuk Jamaah Haji Indonesia, Gunakan Sistem Kolektif

Cara Resmi Masuk Raudhah Tanpa Biaya untuk Jamaah Haji Indonesia, Gunakan Sistem Kolektif
Raudhah: area istimewa di dalam Masjid Nabawi, Madinah, yang terletak di antara rumah (sekarang makam) dan mimbar Nabi Muhammad SAW. [dok. istimewa]

LINTAS12.COM, JAKARTA – Cara resmi masuk Raudhah tanpa biaya untuk jamaah haji Indonesia. Gunakan sistem pendaftaran kolektif dari petugas Bimbad atau aplikasi Nusuk. Simak panduan lengkapnya hanya di Lintas 12 News ini.

Rombongan pertama jamaah haji Indonesia telah tiba di Madinah pada Rabu (22/4/2026). Bagi mereka yang akan bermukim di Kota Nabi, mengunjungi Raudhah atau Raudhatul Jannah di Masjid Nabawi menjadi ibadah yang sangat dinanti. Namun, masih banyak jamaah yang belum tahu cara masuk Raudhah secara resmi dan tertib.

Raudhah adalah area istimewa di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar, dengan luas 22 meter dari timur ke barat serta 2 meter dari utara ke selatan. Tempat ini dikenal mustajab untuk berdoa.

Agar jamaah tidak bingung, petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) Sektor Bir Ali, Madinah, Agususanto, membeberkan sistem kolektif Raudhah yang difasilitasi negara tanpa biaya tambahan.

Sistem Kolektif, Bukan Individu

“Kami memfasilitasi jamaah Indonesia untuk pendaftaran kolektif masuk Raudhah. Bimbad bertanggung jawab menginput data agar mendapat tasreh (izin masuk). Ini sistem rombongan yang dikontrol sektor khusus Nabawi,” jelas Agus.

Dalam satu lembar tasreh maksimal tertera 50 nama. Jumlahnya bisa 40, 45, atau 50 tergantung kuantitas yang tersedia saat itu.

Jamaah Tinggal Menunggu Jadwal

Agus menambahkan, negara memastikan setiap jamaah mendapat minimal satu kali kesempatan masuk Raudhah tanpa biaya. “Jamaah tinggal menunggu dan bersabar. Nanti ada jadwal masing-masing yang diatur tidak bentrok dengan jadwal ziarah Kota Madinah,” ujarnya.

Ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) diharapkan aktif mengoordinasikan jadwal ini.

Alternatif Mandiri via Aplikasi Nusuk

Bagi yang ingin lebih fleksibel, jamaah juga bisa daftar mandiri melalui aplikasi Nusuk. Cukup unduh di ponsel pintar, klik ‘Rawdah’, lalu pilih waktu tersedia seperti pagi (fajir), siang (dhuhr), sore (asr/magrib), atau malam (isya).

Dengan dua jalur resmi ini, jamaah haji Indonesia diharapkan bisa beribadah di Raudhah dengan nyaman, tertib, dan tentu saja tanpa biaya. (*Sod)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *