LINTAS12.COM, MADINAH – Kemenhaj targetkan sukses ekosistem ekonomi haji 2026. Manfaat nyata bagi UMKM Indonesia lewat produk lokal, ekspor RTE, dan platform oleh-oleh haji. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI tidak hanya membidik kelancaran ibadah haji 2026. Lebih dari itu, pemerintah sedang serius mengejar target sukses ekosistem ekonomi haji yang diharapkan mampu menggerakkan roda usaha kecil dan menengah di Tanah Air.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Prof Jaenal Effendi, menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat melalui penyelenggaraan ibadah haji.
“Harapan Bapak Presiden dan Bapak Menteri adalah agar ibadah haji memberikan nilai manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Indonesia,” ujarnya saat meninjau layanan di Madinah, Kamis (7/5/2026).
Tri Sukses Haji: Ritual, Ekonomi, dan Dampak Nasional
Menurut Jaenal, pemerintah menjalankan konsep Tri Sukses Haji. Selain sukses ritual (ibadah), poin krusial yang sedang dioptimalkan adalah sukses ekosistem ekonomi haji 2026. Target ini sejalan dengan visi Presiden agar setiap musim haji memberikan multiplier effect bagi bangsa.
Produk Lokal Tembus Pasar Saudi
Dari peninjauan di Madinah, tercatat sejumlah capaian nyata:
- Ekspor bumbu dan makanan RTE – Para eksportir Indonesia sukses menyuplai bumbu autentik Nusantara dan makanan siap saji (ready to eat) ke Arab Saudi. Jamaah haji tetap bisa menikmati cita rasa rumah meski ribuan kilometer dari Indonesia.
- Platform oleh-oleh haji – Pemerintah sedang mematangkan sistem digital khusus oleh-oleh haji. Tujuannya: memastikan perputaran uang dari jamaah kembali ke ekonomi Indonesia, bukan terserap sepenuhnya di luar negeri.
- Area komersial UMKM di hotel – Bakso, pempek, hingga soto khas Indonesia kini tersedia di area komersial setiap hotel jamaah. Ini membuka pasar langsung bagi produk UMKM haji Indonesia di tengah musim haji.
Dukungan Penuh Pemerintah Arab Saudi
Jaenal mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian Haji Saudi dan berbagai syarikah (mitra usaha) di Makkah dan Madinah. Berkat kemitraan ini, produk dan pelaku usaha Indonesia mendapatkan ruang resmi di pasar lokal Saudi selama musim haji.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas kemitraan luar biasa ini sehingga ekosistem ekonomi haji bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Dana Rp18,2 Triliun dan Dampak Ekonomi untuk UMKM
Total biaya pelaksanaan haji tahun ini mencapai Rp18,2 triliun. Angka besar ini, menurut Prof Jaenal, sedang dihitung secara saksama untuk mengetahui persis berapa besar multiplier effect terhadap pertumbuhan UMKM nasional.
“Tim dari Ditjen sedang bekerja untuk menghitung seberapa besar dampak positifnya bagi pertumbuhan UMKM kita secara masif,” katanya.
Optimisme Kebangkitan Ekonomi Umat
Dengan sinergi antara layanan petugas haji yang totalitas dan penguatan ekosistem ekonomi haji, Kemenhaj optimistis haji 2026 tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Target sukses ekonomi haji pun diyakini akan tercapai, membawa manfaat langsung bagi jutaan pelaku usaha di Tanah Air. (*dik)







