Waspada Hantavirus! Periset BRIN: Jaga Kebersihan & Kenali Gejala HPS

Waspada Hantavirus! Periset BRIN: Jaga Kebersihan & Kenali Gejala HPS
Kapal tanker berada di samping kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus di Pelabuhan Granadilla de Abona, Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, Senin (11/5/2026) [Foto: REUTERS/Hannah McKay/kye]

Lintas12.com, JAKARTA – Cegah paparan Hantavirus dari tikus! Periset BRIN minta masyarakat jaga kebersihan & waspadai gejala HPS. Simak tips lengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus, virus zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus liar. Periset BRIN meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama cegah Hantavirus.

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Arief Mulyono, menekankan bahwa penularan dari tikus liar dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih.

“Penguatan surveilans, pengendalian tikus, edukasi masyarakat, serta pendekatan One Health menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya penyakit zoonosis seperti Hantavirus. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, waspada, dan memahami langkah pencegahan yang benar,” ujar Arief di Jakarta, Senin.

Gejala Hantavirus Mirip Flu, Waspadai HPS

Salah satu gejala Hantavirus yang perlu diwaspadai adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Peneliti BRIN lainnya, Ristiyanto, menjelaskan bahwa gejala Hantavirus tahap awal sering menyerupai influenza, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan. Karena tidak spesifik, diagnosis dini kerap terlambat.

“Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Tingkat kematian akibat HPS tergolong tinggi, yakni 20–35 persen,” ungkap Ristiyanto.

Reservoir utama virus ini, menurut Ristiyanto, adalah tikus liar seperti tikus rumah (Rattus rattus), tikus got, tikus ladang, hingga mencit liar.

Cara Mencegah Hantavirus di Lingkungan Rumah

Untuk mengurangi risiko, Arief Mulyono membagikan beberapa cara mencegah Hantavirus secara praktis:

  • Tutup akses masuk tikus ke dalam rumah.
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup.
  • Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berpotensi terkontaminasi kotoran tikus.
  • Area tersebut sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu, jangan langsung disapu agar partikel debu tidak beterbangan.

Kelompok berisiko tinggi antara lain pekerja pertanian, petugas kebersihan, pekerja kehutanan, serta masyarakat yang membersihkan gudang atau bangunan tertutup yang lama tidak digunakan.

Klarifikasi Kemenkes: Kasus HPS Belum Ditemukan di Indonesia

Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan klarifikasi. Pelaksana Tugas Dirjen P2P Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan Kemenkes kasus Hantavirus Indonesia yang ditemukan sejak 1991 adalah tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus, bukan tipe HPS.

Kasus Hantavirus pada kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe HPS yang berbeda dengan kasus Hantavirus di Indonesia. HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” tegas Andi.


Tips Redaksi Lintas 12 News: Tetap tenang, jaga kebersihan lingkungan, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala mirip flu disertai sesak napas setelah kontak dengan debu kotoran tikus. [*fin]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *