JAKARTA, Lintas12.com – Mahasiswa Indonesia di AS luncurkan platform belajar AI gratis, Nusantara AI Institute. Lebih 20 kursus AI untuk tingkatkan literasi digital Indonesia. Simak informasi selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Sebuah terobosan baru di dunia pendidikan digital hadir dari diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Sekelompok mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di AS berhasil membangun platform belajar AI gratis bernama Nusantara AI Institute. Platform ini dirancang khusus untuk memperluas literasi AI di Indonesia yang dinilai masih timpang.
Inisiatif Anak Bangsa di Kampus AS
Platform berbasis website ini dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia dari berbagai kampus di AS, seperti Oliver Tedja dari Boston University, Johannes Simanjuntak, dan sejumlah rekan lainnya. Mereka sadar bahwa akses terhadap teknologi kecerdasan buatan masih terbatas di Tanah Air, terutama bagi mereka yang berada di luar kota besar.
“Melalui program edukasi yang praktis dan mudah diakses, kami ingin masyarakat Indonesia mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab,” ujar Oliver dalam keterangan pers, Kamis (7/5/2026.
Menurut Oliver, kehadiran Nusantara AI Institute merupakan wujud nyata kontribusi diaspora Indonesia untuk memajukan sumber daya manusia di dalam negeri, khususnya di bidang teknologi.
Lebih dari 20 Kursus AI Gratis
Hingga saat ini, platform belajar AI gratis ini telah menawarkan lebih dari 20 kursus terkait kecerdasan buatan. Materinya beragam, mulai dari pengenalan AI dasar, AI untuk bisnis, hingga teknis machine learning dan prompt engineering.
AI untuk bisnis difokuskan pada pemanfaatan AI guna otomatisasi pekerjaan dan peningkatan efisiensi operasional.
Materi AI teknik ditujukan bagi peserta yang ingin memahami sistem teknologi AI secara lebih mendalam.
Semua kursus dapat diakses siapa saja selama memiliki koneksi internet, tanpa dibatasi lokasi, latar belakang ekonomi, maupun tingkat pendidikan.
Diresmikan di Konsulat Jenderal RI di New York
Nusantara AI Institute resmi diluncurkan pada 27 Maret 2026 melalui forum dialog di Konsulat Jenderal Indonesia di New York. Acara tersebut turut dihadiri Konsul Jenderal Indonesia di New York Winanto Adi, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Presiden USINDO Society David Merril, serta mantan Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake.
Sandiaga Uno dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi AI akan menjadi kemampuan dasar di masa depan.
“Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis,” kata Sandiaga.
Senada dengan itu, Robert Blake menilai penguasaan AI akan menjadi faktor penting dalam dunia kerja, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pembelajaran.
Tembus Lebih dari 1.000 Pengguna
Hingga kini, jumlah pengguna platform yang dapat diakses melalui naii.co telah menembus lebih dari 1.000 pengguna, dengan mayoritas berasal dari Indonesia. Pengembangan platform ini juga mendapat dukungan dari Aether AI, perusahaan berbasis venture studio dan venture capital yang fokus mengembangkan produk dan startup kecerdasan buatan.
Dengan hadirnya platform belajar AI gratis ini, diharapkan kesenjangan literasi digital Indonesia dapat perlahan teratasi, sekaligus membangun ekosistem talenta digital yang lebih siap menghadapi era kecerdasan buatan. [*izah]







