LINTAS12.COM, JAKARTA – Kemdiktisaintek & BRIN dorong peta jalan riset nasional terarah & terintegrasi. Real time monitoring riset & fokus isu strategis Presiden Prabowo. Simak berita selengkapnya di laman Lintas 12 News ini.
Pemerintah semakin serius membangun ekosistem riset yang tidak hanya maju, tetapi juga terarah dan saling terhubung. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat untuk memperkuat peta jalan riset nasional sebagai fondasi utama pembangunan berbasis inovasi.
Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan tertutup Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Kepala BRIN, Arif Satria, pada Jumat (17/4) lalu. Hasilnya? Sebuah langkah besar menuju riset yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Tim Kolaboratif Segera Dibentuk
Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Sabtu (18/4), Menteri Brian menegaskan bahwa ke depan akan dibentuk tim kolaboratif antara Kemdiktisaintek dan BRIN. Tim ini tidak hanya menyusun peta jalan, tetapi juga merancang proposal riset sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Ke depan, akan disusun secara bersama melalui pembentukan tim kolaboratif, termasuk dalam penyusunan proposal riset sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Brian.
Jangan Sampai Ada Riset yang “Tabrakan”
Kepala BRIN, Arif Satria, mengingatkan satu masalah klasik dalam dunia riset nasional: ketidaksinkronan tahapan penelitian antarlembaga. Menurutnya, komunikasi yang buruk bisa menyebabkan satu lembaga sudah di tahap akhir, sementara lembaga lain baru memulai riset serupa dari awal.
“Komunikasi harus berjalan dengan baik. Jangan sampai terjadi perbedaan tahapan riset antar lembaga, di mana satu pihak sudah mendekati tahap akhir sementara pihak lain baru memulai, atau sebaliknya,” tegas Arif.
Sistem Monitoring Real Time Segera Diluncurkan
Salah satu terobosan yang paling dinanti adalah integrasi sistem data dan monitoring riset nasional secara real time. Secara bertahap, seluruh aktivitas riset di perguruan tinggi dan lembaga penelitian akan dipantau secara terpadu. Dampaknya? Kebijakan berbasis data jadi lebih akurat, dan anggaran riset bisa dikelola lebih efisien.
Fokus pada 3 Isu Strategis Nasional
Audiensi ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta riset nasional difokuskan pada isu-isu strategis, antara lain:
- Pengelolaan sampah
- Ketahanan energi
- Pengembangan vaksin untuk penyakit prioritas
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pemanfaatan teknologi komputasi berperforma tinggi (high performance computing) untuk analisis data dan kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kerja sama internasional di bidang teknologi strategis.
Perhatian Khusus untuk Peneliti Muda dan Dosen
Tak hanya infrastruktur, sumber daya manusia juga menjadi sorotan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan lembaga membahas pentingnya pengembangan jalur karier peneliti di perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas riset nasional sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam ekosistem inovasi.
Peluncuran Agenda Riset Nasional dalam Waktu Dekat
Sebagai wujud nyata, Kemdiktisaintek dan BRIN tengah menyiapkan peluncuran bersama agenda riset nasional dalam waktu dekat. Mekanisme kolaboratif ini akan menjadi fondasi baru dalam penyusunan dan pendanaan riset strategis nasional ke depan.
Dengan sinergi ini, publik tak hanya menunggu peta jalan yang rapi, tetapi juga hasil riset yang benar-benar menyentuh masalah nyata bangsa. Lintas12.com akan terus memantau perkembangan kolaborasi strategis ini.
Penulis: Reporter Lintas12
Editor: Redaksi







