Lintas12.com, TEHERAN -Iran beri AS tenggat satu bulan akhiri blokade Selat Hormuz & usulkan 14 poin damai. Trump mengkaji proposal, saling klaim di media sosial. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News ini.
Ketegangan maritim di Timur Tengah memasuki babak baru. Iran secara resmi memberi tenggat waktu satu bulan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade Selat Hormuz dan menghentikan perang di Iran serta Lebanon. Ultimatum ini disampaikan melalui proposal 14 poin yang direvisi, menurut laporan Axios, Sabtu (2/5/2026).
Iran Beri AS Tenggat Satu Bulan: Isi Proposal 14 Poin
Dokumen yang diserahkan Iran pada Kamis (30/4/2026) kepada AS melalui perantara Pakistan menuntut:
- Akses maritim penuh di Selat Hormuz
- Pengakhiran blokade laut secara permanen
- Gencatan senjata berkelanjutan (bukan perpanjangan gencatan sementara)
- Mekanisme pelayaran baru di Selat Hormuz
- Ganti rugi dari AS
- Penarikan mundur pasukan AS dari sekeliling Iran
- Pencairan seluruh aset Iran di luar negeri
- Pencabutan sanksi ekonomi
- 9-14. Jaminan tidak ada agresi militer di masa depan, poin rekonstruksi, dan klausul perdamaian abadi.
“Iran bersikukuh semua isu diselesaikan dalam 30 hari, bukan sekadar memperpanjang gencatan senjata dua bulan seperti usulan AS,” lapor kantor berita Tasnim.
Respons Trump: Antara Mengkaji dan Menuding
Menjelang penerbangan ke Miami, Presiden AS Trump berjanji akan mengkaji proposal Iran selama di udara.
“Mereka telah menyampaikan konsep kesepakatan. Akan saya pelajari,” ujarnya.
Namun, nada berubah di akun Truth Social miliknya. Trump menuding:
“Iran belum membayar harga cukup besar atas apa yang mereka lakukan kepada kemanusiaan dalam 47 tahun terakhir.”
Ironisnya, dalam pernyataan resmi kepada awak media, Trump menyebut blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai “langkah yang sangat bersahabat” – sebuah klaim yang kontradiktif dengan sikap kerasnya di media sosial.
Selat Hormuz: Mekanisme Baru & Ancaman Blokade
Blokade Selat Hormuz menjadi jantung konflik. Selat ini merupakan jalur vital 20% minyak dunia. Iran menuntut adanya mekanisme pelayaran baru yang akan diatur bersama, bukan didikte AS.
Sementara itu, IRNA melaporkan proposal damai Teheran telah diserahkan ke Pakistan pada 30 April sebagai jembatan diplomasi.
Analisis: Tenggat Satu Bulan, Pertarungan Diplomasi & Opini Publik
Langkah Iran ini cerdik secara komunikasi: memberi tenggat satu bulan memaksa AS merespon cepat, sementara usulan 14 poin membingkai Iran sebagai pihak yang mencari perdamaian. Sebaliknya, Trump memainkan isu domestik dengan nada keras di Truth Social.
Kesimpulan untuk pembaca Lintas 12 News:
- Jika AS menerima, Selat Hormuz akan kembali normal dengan aturan baru.
- Jika ditolak, ancaman eskalasi militer di jalur minyak dunia sangat nyata.
Pantau terus Lintas12.com untuk perkembangan negosiasi Iran-AS dan blokade Selat Hormuz selanjutnya. [*Sod]







