Usulan Trump Gantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026 Ditolak Mentah-mentah, Ide Memalukan

Usulan Trump Gantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026 Ditolak Mentah-mentah, Ide Memalukan
Tim nasional sepak bola Iran dijadwalkan memainkan dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle selama Piala Dunia musim panas ini. [Foto: Abedin Taherkenareh/EPA]

LINTAS12.COM, TEHERAN – Italia tolak usulan utusan Trump gantikan Iran di Piala Dunia 2026. Menteri ekonomi sebut ide memalukan. FIFA tegaskan olahraga di luar politik. Simak kabar berita selengkapnya hanya di LINTAS 12 NEWS.

Sebuah usulan kontroversial yang dilontarkan utusan khusus Donald Trump untuk menggantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026 langsung mendapat reaksi keras dari Pemerintah Italia. Bahkan, ide yang dinilai tidak masuk akal ini disebut sebagai usulan memalukan oleh pejabat tinggi Negeri Pizza.

Usulan tersebut datang dari Paolo Zampolli, seorang warga Amerika keturunan Italia yang ditunjuk Trump sebagai utusan untuk “Kemitraan Global”. Zampolli mengaku telah menyampaikan idenya kepada Presiden AS dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

‘Mimpi yang Tak Pantas’

Zampolli sebelumnya mengatakan kepada Financial Times bahwa akan sangat indah jika Italia bisa tampil di turnamen yang diselenggarakan AS, Meksiko, dan Kanada. Namun, gagasan untuk menggusur Iran yang telah lolos kualifikasi dinilai sebagai langkah absurd oleh otoritas sepak bola Italia.

“Saya orang Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen ini,” kata Zampolli.

Mimpi itu langsung disambut dingin. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menegaskan kepada kantor berita La Press bahwa usulan tersebut tidak mungkin dan tidak pantas.

“Pertama, itu tidak mungkin. Kedua, itu tidak pantas. Anda lolos kualifikasi di lapangan, bukan melalui meja politik,” tegas Abodi.

Bahkan Menteri Ekonomi Giancarlo Giorgetti lebih keras lagi. Ia menyebut ide tersebut sebagai ide memalukan.

Pelatih Top Italia: Kami Tak Butuh Bantuan Trump

Pelatih ternama Italia, Gianni De Biasi, mengatakan kepada Reuters bahwa proposal itu tidak logis. Menurutnya, jika Iran benar-benar absen, maka penggantinya seharusnya adalah tim di belakang mereka dalam grup kualifikasi, bukan Italia yang gagal lolos.

“Saya percaya Italia tidak membutuhkan dukungan Trump dalam masalah seperti ini. Kita bisa mengatasinya sendiri,” ujar De Biasi dengan tegas.

FIFA: Iran Akan Datang, Olahraga di Luar Politik

Menghadapi kegaduhan ini, badan sepak bola dunia FIFA buka suara. Mereka merujuk pada komentar Presiden Gianni Infantino pekan lalu di forum CNBC Invest in America.

“Tim Iran pasti akan datang. Iran harus datang jika mereka ingin mewakili rakyatnya. Olahraga harus berada di luar politik,” kata Infantino.

Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan tanggapan resmi. Tidak ada indikasi bahwa Iran akan menarik diri atau dilarang dari turnamen.

Iran Bersiap, Pengganti Harus dari Asia?

Iran sendiri lolos ke Piala Dunia keempat berturut-turut. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, memastikan timnya terus bersiap.

“Kami sedang mempersiapkan dan membuat pengaturan untuk Piala Dunia. Untuk saat ini, keputusannya adalah agar tim nasional sepenuhnya siap,” kata Taj.

Namun, jika skenario mustahil terjadi, FIFA berhak menunjuk negara pengganti berdasarkan Pasal Enam peraturan Piala Dunia. AFC diprediksi akan mengajukan wakil dari Asia, dengan Uni Emirat Arab sebagai kandidat terkuat setelah kalah play-off dari Irak.

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni. Iran dijadwalkan memulai pertandingan melawan Selandia Baru di Los Angeles, empat hari kemudian. Sementara Italia harus menyaksikan dari rumah setelah gagal lolos.[*dik]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *