Global  

Indonesia Tegaskan Hukum Dunia Harus Dipatuhi di DK PBB: Solusi Dua Negara Kunci Damai Palestina

Indonesia Tegaskan Hukum Dunia Harus Dipatuhi di DK PBB: Solusi Dua Negara Kunci Damai Palestina
Tangkapan layar ketika Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan pernyataannya pada Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026), ditayangkan dalam siaran daring UN Web TV

Lintas12.com, Jakarta – Indonesia di DK PBB tegaskan hukum internasional tak boleh tebang pilih. Menlu Sugiono serukan Solusi Dua Negara untuk damai adil dan berkelanjutan di Palestina. Simak kabar berita pilihan terpercaya selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.


Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa hukum internasional tidak boleh diterapkan secara tebang pilih dalam menangani berbagai krisis global, khususnya isu Palestina yang hingga kini tak kunjung menemukan titik terang.

Pernyataan tegas itu disampaikan dalam Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Selasa (26/5).

Hukum Internasional Sering Diterapkan Selektif

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa tantangan global saat ini bukan karena Piagam PBB kehilangan relevansi. Sebaliknya, prinsip-prinsip multilateralisme dan hukum internasional justru terlalu kerap diterapkan secara selektif oleh komunitas global.

Baca Ini:  Peringatan Peter Magyar ke Netanyahu: Hungaria Batal Keluar dari ICC, Patuhi Surat Perintah Penangkapan

“Indonesia menilai situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kemlu RI yang diterima Lintas12.com di Jakarta, Rabu.

Solusi Dua Negara: Satu-satunya Jalan Damai

Di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, Indonesia kembali mengingatkan bahwa Solusi Dua Negara (Two State Solution) berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan merupakan satu-satunya cara menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

Menurut Menlu Sugiono, tanpa komitmen kolektif terhadap solusi tersebut, ketidakadilan terhadap warga Palestina akan terus berlanjut.

Kecam Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB

Dalam pidatonya, Indonesia juga mengecam meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB. Sugiono menyebut serangan tersebut sebagai bentuk serangan nyata terhadap prinsip multilateralisme.

Baca Ini:  Mengerikan! 254 Syuhada Gugur dalam 2 Jam Gempur Brutal Israel di Lebanon, RS Kewalahan & Hizbullah Siap Balas Dendam

“Peristiwa ini menunjukkan semakin mendesaknya perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB,” tegasnya.

UNCLOS hingga Ancaman AI dan Senjata Otonom

Tak hanya soal Palestina, Menlu Sugiono juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Hal itu dinilai krusial untuk memastikan jalur pelayaran strategis internasional tidak berubah menjadi arena konfrontasi.

Lebih lanjut, dia menggarisbawahi meningkatnya ancaman keamanan global akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan senjata otonom yang mengubah karakter konflik modern.

Indonesia Dorong Reformasi DK PBB

Dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia saat ini, Indonesia kembali mendorong reformasi DK PBB agar lebih representatif, transparan, akuntabel, serta mampu mencerminkan suara negara-negara berkembang.

Baca Ini:  Somalia Ancam Blokade Kapal Israel di Selat Bab Al-Mandeb, Krisis Laut Merah Kian Memanas

“Dunia tidak memerlukan hierarki baru, melainkan pembaharuan komitmen untuk kembali pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan memperkuat multilateralisme yang melayani seluruh negara secara setara,” ujar Sugiono.

Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Menlu

Di sela-sela agenda DK PBB, Menlu Sugiono juga melangsungkan pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra strategis. Indonesia bertemu dengan Menlu China dan Menlu Argentina untuk membahas isu strategis bilateral serta perkembangan terkini.

Tak hanya itu, Menlu Sugiono juga melakukan perbincangan dengan Menlu Pakistan, Bahrain, Kirgistan, dan Kuba, memperkuat posisi diplomasi Indonesia di panggung dunia. [*dik]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *