LINTAS12.COM, JAKARTA – Ingin turunkan darah tinggi tanpa obat? Simak waktu terbaik jalan kaki menurut dua dokter jantung. Efektif, alami, dan mudah dilakukan. Simak informasi selengkapnya di kanal kabar Berita Pilihan Terpercaya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Hampir setengah dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke. Kabar baiknya, jalan kaki adalah olahraga ringan yang mudah dilakukan dan terbukti ampuh menurunkan tekanan darah tinggi tanpa harus bergantung pada obat-obatan.
Namun, pertanyaan pentingnya: apakah ada waktu terbaik untuk berjalan kaki agar manfaatnya maksimal? Dua dokter jantung spesialis membagikan jawabannya untuk Lintas 12 News.
Pagi vs Sore vs Malam: Mana yang Paling Baik?
Menurut Dr. Tiffany S. Di Pietro, dokter jantung sekaligus pendiri Di Pietro Health, tekanan darah seseorang biasanya meningkat di pagi hari dan menurun di malam hari. Orang yang mengalami lonjakan tekanan darah di pagi hari atau memiliki tekanan darah tinggi di malam hari berisiko lebih besar terhadap berbagai masalah kesehatan.
“Efek penurunan tekanan darah dari satu kali jalan kaki bisa bertahan hingga beberapa jam setelahnya. Istilah medisnya adalah post-exercise hypotension,” jelas Dr. Di Pietro.
Artinya, waktu terbaik jalan kaki untuk menurunkan tekanan darah tinggi akan menentukan kapan jendela penurunan tekanan darah tersebut terjadi.
Penelitian: Jalan Kaki Sore atau Malam Lebih Efektif?
Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa aktivitas aerobik di malam hari memberikan penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan dibandingkan dengan latihan pagi atau kelompok kontrol.
Namun, Dr. Di Pietro mengingatkan bahwa literatur medis masih beragam, dan hasilnya bisa berbeda pada setiap individu. Perbedaan berdasarkan waktu ini kemungkinan kecil dan tidak bersifat universal.
Di sisi lain, Dr. Jason V. Tso, dokter jantung dari Stanford University School of Medicine, memperingatkan bahwa olahraga intens menjelang tidur justru bisa menurunkan kualitas tidur.
“Jadi, bagi mereka yang sulit tidur setelah jalan cepat, tidak masalah untuk berolahraga kapan pun di siang hari,” ujar Dr. Tso.
Kesimpulan Dokter: Konsistensi Lebih Penting dari Waktu
Kedua ahli jantung sepakat bahwa waktu terbaik jalan kaki adalah kapan pun Anda benar-benar memiliki waktu untuk melakukannya.
Mengingat kurang dari setengah orang Amerika memenuhi rekomendasi olahraga mingguan, memprioritaskan gerakan aktif jauh lebih penting daripada masalah waktu yang tepat.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Manfaat Jalan Kaki untuk Darah Tinggi
Selain waktu, beberapa faktor berikut juga menentukan efektivitas jalan kaki dalam menurunkan tekanan darah tinggi:
- Konsistensi: Manfaat terbesar datang dari gerakan rutin. Jalan kaki teratur selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulanlah yang menurunkan rata-rata tekanan darah Anda.
- Tekanan darah awal: Semakin tinggi tekanan darah awal Anda, manfaat jalan kaki akan terasa semakin nyata.
- Kebiasaan tidak sehat: Kurang tidur dan stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah serta menumpulkan efek jalan kaki. Pola makan juga penting—terlalu banyak natrium, alkohol, dan nutrisi buruk ikut bermain.
- Kecepatan: Jalan cepat yang meningkatkan detak jantung memberikan manfaat paling besar. Aturan praktisnya: Anda masih bisa berbicara, tapi tidak bisa bernyanyi.
Dr. Tso menambahkan, American Heart Association merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu, termasuk jalan cepat.
Mekanisme: Bagaimana Jalan Kaki Menurunkan Tekanan Darah?
Tekanan darah tinggi terjadi ketika kekuatan darah mendorong dinding arteri tetap terlalu tinggi terlalu lama, sehingga membebani kerja jantung. Semakin sempit arteri dan semakin banyak darah yang dipompa jantung, semakin tinggi tekanan darah.
Dr. Tso menjelaskan, pada tingkat sel, olahraga aerobik menyebabkan arteri memproduksi lebih banyak nitric oxide, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Selain itu, jalan kaki juga dapat mengurangi kadar kortisol (hormon stres), membuat pembuluh darah lebih fleksibel, dan semakin mendukung tekanan darah yang sehat.
Kesimpulan Redaksi Lintas 12 News
Tidak perlu bingung memilih waktu yang “paling sempurna”. Yang terpenting adalah memulai dan konsisten. Baik pagi, siang, maupun sore, setiap langkah kecil membawa manfaat besar bagi jantung dan tekanan darah Anda. (*izah)







