Lintas12.com – Peneliti temukan metode sederhana pereda nyeri arthritis lutut tanpa obat maupun operasi. Cukup ubah sudut kaki saat jalan, hasilnya terbukti ampuh. Simak informasi selengkapanya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Kabar baik bagi penderita nyeri lutut akibat osteoarthritis. Sebuah studi terbaru dari tiga universitas terkemuka di Amerika Serikat menemukan bahwa cara mengurangi nyeri osteoarthritis bisa dilakukan hanya dengan menyesuaikan pola berjalan. Metode ini disebut-sebut efektif tanpa perlu obat, suntik, apalagi operasi.
Hampir 25 persen orang dewasa usia 40 tahun ke atas mengalami nyeri lutut tanpa obat yang kerap tak tertahankan. Osteoarthritis merusak bantalan tulang rawan di sendi, sehingga aktivitas sederhana seperti berjalan, naik tangga, atau berdiri lama terasa sangat menyakitkan. Sayangnya, kerusakan ini tidak bisa dipulihkan.
Namun, terobosan dari peneliti University of Utah, New York University, dan Stanford University menunjukkan bahwa mengubah gaya jalan untuk arthritis bisa menjadi solusi jitu. Studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Rheumatology ini melibatkan 68 partisipan dengan osteoarthritis lutut tingkat ringan hingga sedang.
Kuncinya: Sesuaikan Sudut Kaki, Bukan Obat
Para peneliti menggunakan kamera gerak, treadmill tekanan, dan MRI untuk menganalisis pola jalan partisipan. Mereka kemudian memberikan pelatihan berjalan selama enam pekan dengan alat getar di tulang kering sebagai pengingat sudut kaki yang tepat.
“Kami sudah tahu bahwa beban tinggi di lutut mempercepat kerusakan. Mengubah sudut kaki bisa mengurangi beban itu,” jelas Scott Uhlrich, salah satu peneliti utama.
Yang membedakan studi ini dari penelitian sebelumnya adalah pendekatan personalisasi. Tidak semua pasien cocok dengan cara jalan yang sama. Ada yang terbantu dengan sedikit memutar jari kaki ke dalam, ada yang justru ke luar.
Hasilnya Setara Obat Pereda Nyeri
Setelah satu tahun, kelompok yang menjalani gait retraining (pelatihan mengubah cara jalan) merasakan pereda nyeri sendi alami yang setara dengan obat-obatan umum. MRI juga menunjukkan penurunan signifikan tanda-tanda kerusakan tulang rawan dibandingkan kelompok plasebo.
Para partisipan diminta berjalan minimal 20 menit setiap hari setelah masa pelatihan, hingga pola baru ini menjadi kebiasaan otomatis.
Jangan Coba Sendiri di Rumah Tanpa Ahli
Meski hasilnya menjanjikan, tim peneliti mengingatkan agar pasien tidak serta-merta mengubah gaya berjalan sendiri. Sudut kaki yang salah justru bisa menambah tekanan pada lutut, bukan menguranginya.
“Setiap orang punya pola unik. Yang berhasil untuk satu orang belum tentu aman untuk orang lain,” tambah Uhlrich.
Kesimpulan: Terobosan Ramah Lutut di Masa Depan
Metode biomekanik jalan kaki sehat ini membuka harapan baru bagi penderita osteoarthritis yang ingin menghindari ketergantungan pada obat pereda nyeri atau risiko operasi. Peneliti kini terus mengembangkan program latihan berbasis rumah agar lebih mudah diakses publik.
Bagi Anda yang mengalami nyeri lutut kronis, konsultasikan dulu dengan fisioterapis atau dokter spesialis sebelum mencoba metode ini. Jangan sampai niat baik mengurangi sakit malah memperparah kondisi.
Penulis: Tim Kesehatan Lintas 12 News
Editor: Redaksi
Sumber: The Lancet Rheumatology, University of Utah
Disclaimer: Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat medis. Konsultasikan dengan profesional kesehatan yang berkualifikasi sebelum melakukan perubahan pada pengobatan radang sendi atau rutinitas olahraga.







