LINTAS12.COM, JAKARTA – Rendahnya ketahanan mental Generasi Z di dunia kerja jadi sorotan. Bagaimana solusi dari Cyber University? Baca kabar berita selengkapnya hanya di LINTAS 12 NEWS.
Sejumlah perusahaan swasta di kawasan Jabodetabek melaporkan fenomena yang cukup mengejutkan. Resiliensi mental Generasi Z disebut masih rendah, meskipun secara akademik mereka unggul. Para pekerja muda ini dinilai belum siap menghadapi dinamika tantangan dunia kerja yang keras.
Cerdas secara Digital, Namun Rapuh secara Mental?
Dikenal fasih teknologi dan adaptif terhadap informasi, Generasi Z (kelahiran 1997–2012) mulai mendominasi pasar kerja sebagai lulusan perguruan tinggi. Namun, laporan dari berbagai industri menunjukkan adanya celah serius dalam aspek ketahanan mental pekerja muda.
Banyak dari mereka yang mudah tertekan saat menghadapi target pekerjaan, menerima kritik dari atasan, hingga bersaing di lingkungan kerja kompetitif. Fenomena ini menjadi alarm awal bagi dunia pendidikan dan industri.
Dosen Cyber University: Pendidikan Harus Cetak Mental Juara
Anang Martoyo, Dosen sekaligus Ketua Career Center Universitas Siber Indonesia (Cyber University), menilai persoalan ini tidak bisa diabaikan.
“Pendidikan tinggi tidak boleh hanya mencetak lulusan yang pintar di atas kertas. Kita butuh generasi yang memiliki daya tahan terhadap kegagalan dan dinamika kerja yang keras,” ujar Anang dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, mental juara tidak lahir instan. Penguatan karakter dan kedewasaan emosional harus dimulai sejak bangku kuliah. Jika tidak, akan lahir generasi produktif namun rapuh secara psikologis.
Strategi Cyber University Bangun Resiliensi Sejak Kampus
Menjawab tantangan ini, Cyber University—yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia—memperkuat kurikulum berbasis pembentukan karakter. Kampus yang berlokasi di Jl. TB. Simatupang No.6, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini mengintegrasikan teknologi dengan pengembangan resiliensi mental Generasi Z.
Salah satu unggulannya adalah Company Learning Program (CLP) 3+1, yaitu:
- 3 tahun perkuliahan di kampus
- 1 tahun magang intensif di industri mitra
“Mahasiswa kami kuliah 3 tahun dan 1 tahun magang. Ini memperkuat mental dan pengalaman kerja sebelum lulus. Jadi tidak akan jadi generasi yang lembek di industri,” tegas Anang.
Butuh Sinergi Keluarga, Masyarakat, dan Kampus
Anang juga menekankan bahwa peran lingkungan keluarga dan masyarakat sangat krusial dalam membangun kemandirian. Generasi Z stress kerja bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga hasil dari pola asuh dan sistem pendidikan.
“Sinergi antara lembaga pendidikan dan pola asuh yang mendukung mentalitas juara menjadi kunci utama menghadapi masa depan,” pungkasnya.[*dik]







