Sosial  

Program Magang Nasional Bisa Redam Ketegangan Sosial Gen Z, Pengamat UGM: Investasi Sosial yang Tepat

Program Magang Nasional Bisa Redam Ketegangan Sosial Gen Z, Pengamat UGM: Investasi Sosial yang Tepat
Program magang nasional redam ketegangan sosial Gen Z [Foto: Sekretariat Negara]

Lintas12.com, Jakarta – Pengamat UGM sebut program magang nasional redam ketegangan sosial Gen Z seperti tagar Indonesia Gelap & KaburAjaDulu. Simak dampak investasi sosial ini di laman Lintas 12 News.

Seorang pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai bahwa program magang nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tidak hanya menjadi jembatan karier bagi lulusan baru, tetapi juga mampu meredam ketegangan sosial yang melanda generasi muda belakangan ini.

Tadjudin Nur Effendi, pengamat ketenagakerjaan UGM, menyebut bahwa keresahan sosial yang terekam dalam fenomena tagar Indonesia Gelap dan KaburAjaDulu adalah alarm yang tidak bisa diabaikan.

“Dari sudut pandang investasi sosial, tidak ada sarjana yang terbuang. Mereka dididik, lulus, tidak menganggur karena magang, kemudian diterima menjadi pegawai. Itu berarti investasi sosial di bidang sumber daya manusia,” ujar Effendi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Angin Segar bagi Fresh Graduate

Menurut Effendi, ketegangan di kalangan Gen Z saat ini muncul karena minimnya harapan akan kepastian kerja pasca-kuliah. Tagar seperti KaburAjaDulu dinilainya sebagai bentuk protes simbolik atas minimnya peluang.

“Jadi, kalau keresahan generasi muda ini bisa ditangani dengan baik melalui program magang nasional, maka kritik-kritik seperti itu bisa diturunkan. Ini langkah konkrit meredam kegelisahan sosial,” tegasnya.

Effendi meyakini bahwa magang nasional adalah angin segar bagi fresh graduate yang selama ini kesulitan menembus dunia kerja tanpa pengalaman.

Data Realisasi Program Magang Nasional 2025-2026

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, baru saja menutup pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 Tahap I yang telah berlangsung sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026. Saat ini, Kemnaker tengah menghitung jumlah peserta yang akhirnya direkrut perusahaan setelah magang.

Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepala Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, memaparkan rincian partisipasi sebagai berikut:

  • Perusahaan peserta: 1.185 perusahaan
  • Jumlah mentor: 5.267 orang
  • Peserta terpilih Tahap 1A: 14.952 orang
  • Peserta terpilih Tahap 1B: 1.160 orang
  • Total peserta terpilih: 16.112 orang

Namun dalam perjalanannya, jumlah peserta aktif mengalami pengurangan menjadi:

  • Peserta aktif 1A: 11.110 orang
  • Peserta aktif 1B: 839 orang
  • Total peserta aktif: 11.949 orang

Sertifikat dan Surat Keterangan

Peserta yang menyelesaikan program selama 6 bulan penuh akan mendapatkan sertifikat magang nasional. Sementara itu, peserta yang mengikuti lebih dari 3 bulan namun kurang dari 6 bulan akan memperoleh surat keterangan sebagai bukti partisipasi.

Dengan adanya program ini, Kemnaker berharap angka pengangguran lulusan perguruan tinggi dapat terus ditekan, sekaligus meredam potensi konflik sosial yang lahir dari ketidakpastian masa depan generasi muda.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *