Lintas12.com, Moskow – Presiden Masoud Pezeshkian sampaikan selamat Paskah kepada Presiden Vladimir Putin dan seluruh umat Kristen Ortodoks dan Rusia tawarkan bantuan diplomasi kepada Iran. Simak detail obrolan hangat Kremlin.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, komunikasi personal antara Moskow dan Teheran justru dibalut suasana hangat perayaan keagamaan. Presiden Rusia, Vladimir Putin, melakukan panggilan telepon penting dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang diwarnai ucapan selamat Hari Raya Paskah sekaligus komitmen kuat penyelesaian konflik secara damai.
Kremlin mengonfirmasi bahwa dalam percakapan tersebut, Putin secara eksplisit menegaskan kesiapan Rusia untuk berperan aktif dalam mencari resolusi politik-diplomatik terkait dinamika konflik yang melingkupi Iran. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Moskow ingin memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga melalui meja perundingan, bukan eskalasi militer.
Ucapan Paskah dan Apresiasi Teheran
Poin menarik yang jarang tersorot dalam komunikasi resmi dua negara besar ini adalah momen personal yang ditunjukkan Putin. Presiden Pezeshkian dilaporkan menyampaikan ucapan selamat merayakan Paskah kepada Putin dan seluruh umat Kristen Ortodoks di Rusia. Gestur ini menunjukkan hubungan yang tidak hanya bersifat strategis-militer, tetapi juga memiliki kedekatan kultural dan penghormatan antaragama.
Lebih lanjut, Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sikap prinsip Rusia dalam berbagai forum internasional serta bantuan kemanusiaan yang telah diberikan. Kedua pemimpin sepakat untuk terus memperkuat hubungan bertetangga baik yang komprehensif antara Moskow dan Teheran.
Singgung Pembicaraan Iran-AS di Islamabad
Pezeshkian juga sempat memberikan penilaiannya kepada Putin mengenai hasil pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang baru-baru ini digelar di Islamabad. Meski detail evaluasi tersebut tidak diungkap ke publik oleh Kremlin, pernyataan itu menandakan adanya koordinasi tingkat tinggi antara Rusia dan Iran dalam menghadapi tekanan Barat.
“Kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk penguatan hubungan baik Rusia-Iran yang komprehensif,” demikian ringkasan pernyataan resmi Kremlin yang dikutip Lintas12.com, Ahad (12/4/2026).
Dengan manuver diplomasi ini, Rusia tampaknya berusaha menempatkan diri sebagai “juru damai” alternatif di Timur Tengah, menawarkan payung politik bagi Iran untuk meredakan tensi tanpa harus sepenuhnya tunduk pada narasi yang dibawa Washington.
Editor: Redaksi Lintas12







