Lintas12.com, Purbalingga – Mendikdasmen Abdul Mu’ti resmikan revitalisasi sekolah di Purbalingga. Program ini targetkan 71.744 sekolah layak, aman, dan gerakkan ekonomi daerah via swakelola. Simak kabar berita pilihan terpercaya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi meresmikan hasil program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/6). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah 2026 tidak hanya bertujuan menciptakan ruang belajar yang layak dan nyaman bagi siswa, tetapi juga dirancang sebagai penggerak utama perekonomian daerah melalui skema pembangunan swakelola.
“Anggap saja ada 15 pekerja di setiap satuan pendidikan dikalikan 71.744, ada sekitar 1,1 juta pekerja yang merasakan manfaatnya. Kalau revitalisasi ini berjalan, insya Allah ekonomi di daerah ini bergerak,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti di lokasi acara yang berpusat di SMP Negeri 2 Kutasari.
Kuota Revitalisasi Membengkak, Purbalingga Siap Dapat Tambahan
Dalam paparannya, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa alokasi awal untuk program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026 mencapai 11.744 sekolah. Namun, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menambah kuota tersebut secara signifikan hingga total mencapai 71.744 sekolah.
“Tahun 2026 memang baru alokasi 12 sekolah untuk Purbalingga. Saya katakan ‘baru’ karena itu dari kuota sementara. Namun Pak Presiden sudah menyampaikan berulang bahwa tahun ini akan ada tambahan alokasi 60 ribu sekolah lagi,” jelasnya usai menyerahkan mock up program revitalisasi kepada perwakilan 12 sekolah penerima manfaat di Purbalingga.
Acara peresmian ini juga dimeriahkan dengan penandatanganan prasasti 32 satuan pendidikan yang telah berhasil direvitalisasi pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan langsung oleh Presiden RI.
Pesan Tegas: Jaga Integritas dan Tolak Pungutan Liar
Di tengah euforia program yang masif ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan peringatan keras kepada seluruh pemangku kepentingan. Ia meminta agar pelaksanaan revitalisasi sekolah dijaga integritasnya dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“Tolong dipastikan jangan ada yang dikorupsi. Kalau ada pihak yang menjanjikan sekolah mendapat program ini dan minta fee, tolong dilaporkan. Inspektorat Jenderal akan turun di mana pun berada karena ini komitmen kami memastikan sekolah aman dan nyaman sesuai arahan Presiden,” tegasnya.
Komitmen Nyata untuk Purbalingga
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyambut baik program ini dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, berbagai kebijakan seperti digitalisasi pembelajaran melalui Interactive Flat Panel (IFP) hingga Program Indonesia Pintar (PIP) memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerahnya.
“Kami merasakan betul bagaimana komitmen dan kebijakan berbagai program kementerian selama ini telah memberikan dampak nyata, tentunya termasuk di Kabupaten Purbalingga,” ujar Bupati.
Ia merinci bahwa Kabupaten Purbalingga memperoleh bantuan revitalisasi bagi 44 satuan pendidikan pada periode 2025-2026, dengan total anggaran mencapai Rp39,58 miliar. Selain itu, untuk pelaksanaan PIP 2026 fase pertama, Purbalingga menerima alokasi sebesar Rp32,25 miliar yang menyasar 45.651 siswa.
Tak hanya itu, Bupati Fahmi juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Purbalingga. Pemerintah daerah disebut telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare dan kini menunggu penetapan lokasi serta regulasi pendukung dari pusat.
Dengan adanya program revitalisasi sekolah 2026 ini, diharapkan tercipta sinergi antara peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Purbalingga. [*dik]







