Lintas12.com, JAKARTA – Sinergi Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan lindungi 557.978 GTK Islam di 2025. Manfaat Rp76,7 M cair, target 1,2 juta guru pada 2026. Simak kabar berita pilihan terpercaya selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Kabar baik bagi dunia pendidikan keagamaan. Sinergi Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan memasuki babak baru yang lebih kuat di tahun 2026. Hasilnya? Sepanjang tahun 2025 lalu, program ini telah memberikan perlindungan GTK Islam kepada 557.978 guru dan tenaga kependidikan (GTK), atau sekitar 46% dari total sasaran 1.205.190 orang.
Tak hanya itu, total manfaat klaim yang disalurkan mencapai Rp76,7 miliar kepada 5.677 pekerja pendidikan Islam. Angka ini menunjukkan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar wacana, tapi sudah dirasakan nyata.
Pertemuan Strategis Menag dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Kemenag
Penguatan sinergi ini dibahas langsung dalam pertemuan antara Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Turut mendampingi, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, dan Kepala Biro Humas Thobib Al Asyhar.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) , Jaminan Kematian (JKM) , serta beasiswa pendidikan kepada ahli waris tenaga pendidik di lingkungan Kemenag.
Menag: Jaminan Sosial Beri Rasa Aman bagi Guru Madarasah
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa program ini vital untuk menciptakan ketenangan batin bagi para guru.
“Alhamdulillah, hari ini Kementerian Agama bersama BPJS Ketenagakerjaan kembali memastikan perlindungan bagi guru madrasah dan tenaga pendidik keagamaan. Kami juga menyerahkan manfaat santunan kepada ahli waris, termasuk dukungan beasiswa pendidikan bagi putra-putrinya,” ujar Menag usai acara.
Menurut Menag, program ini tidak hanya mengcover risiko kerja, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.
“Ketika terjadi risiko yang tidak diharapkan, perlindungan sosial dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama dalam pembiayaan pengobatan dan keberlanjutan pendidikan anak,” lanjutnya.
Komitmen Kemenag ke depan adalah memperluas cakupan ke tenaga layanan keagamaan di berbagai daerah terpencil.
BPJS Ketenagakerjaan: Bukan Sekadar Iuran, Tapi Perlindungan Nyata
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengapresiasi dukungan penuh dari Kemenag. Ia menegaskan bahwa pihaknya memastikan manfaat perlindungan dirasakan optimal.
“Kami tidak sekadar menghimpun iuran. Program ini sangat penting untuk membantu mencegah munculnya kerentanan ekonomi baru ketika pencari nafkah utama mengalami risiko kerja,” tegas Saiful.
Manfaat Lengkap untuk Guru:
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : Biaya pengobatan dan perawatan tanpa batasan sesuai kebutuhan medis, termasuk saat perjalanan dinas.
- Jaminan Kematian (JKM) : Santunan untuk ahli waris plus beasiswa pendidikan untuk dua orang anak hingga lulus perguruan tinggi, dengan total manfaat maksimal Rp174 juta.
Target 1,2 Juta Guru pada 2026 dan Harapan ke Depan
Dengan capaian 557.978 guru terlindungi di 2025, Sinergi Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2026 ini menargetkan perluasan kepesertaan hingga menjangkau seluruh 1,2 juta GTK Islam. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik berdampak, sekaligus memastikan masa depan cerah bagi keluarga para pahlawan tanpa tanda jasa di lingkungan Kementerian Agama.
Ikuti terus update berita terpercaya hanya di Lintas 12 News. [*Sod]







