Daerah  

Pelantikan PNS Formasi 2024 di Purbalingga, Kakankemenag Tekankan ASN Berprestasi dan Berdampak

Pelantikan PNS Formasi 2024 di Purbalingga, Kakankemenag Tekankan ASN Berprestasi dan Berdampak
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Purbalingga Zahid Khasani (tengah) menyerahkan SK kepada salah satu PNS didampingi Kasi Pendidikan Madrasah (PLT Kasubag TU) Wisnu Sudarman [Foto: Humas Kankemenag-Pbg]

Lintas12.com, Purbalingga – Pelantikan PNS Formasi 2024 di Purbalingga. 56 ASN dilantik. Kakankemenag tekankan ASN berprestasi dan berdampak, tanpa koneksi. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.


Sebanyak 56 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024. Pelantikan dan pengambilan sumpah digelar secara daring dan serentak bersama Kementerian Agama RI pada Kamis (21/5/2026).

Dari CPNS Menjadi PNS, Momen Penting Penguatan Kualitas ASN

Kegiatan yang berpusat di Aula Uswatun Hasanah Kankemenag Purbalingga ini terhubung langsung dengan pusat dan diikuti seluruh satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia. Pelantikan PNS Formasi 2024 menjadi momen strategis dalam memperkuat kualitas aparatur di lingkungan Kementerian Agama, sekaligus menandai peralihan status dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS penuh.

Baca Ini:  Kasatgas PRR Berkomitmen Percepat Pemulihan Pasca-Bencana di Pidie Jaya

Salah satu peserta yang dilantik, Nida Lailiana Nur Hanifah, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, setelah menjalani masa CPNS, kini resmi menjadi PNS. Terima kasih kepada Menteri Agama RI, Kanwil Kemenag Jateng, Pak Kakankemenag Purbalingga, dan jajaran Kepegawaian yang telah melayani dengan profesional, maksimal, dan tanpa pungutan biaya alias nol rupiah,” ujarnya.

Kakankemenag Purbalingga: ASN Harus Berdampak, Bukan Sekadar Status

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, secara khusus memberikan arahan tegas kepada 56 PNS baru. Ia menekankan bahwa status ASN berprestasi dan berdampak adalah orientasi utama yang harus dibangun, bukan sekadar kebanggaan administratif.

“Rasa syukur atas amanah ini harus dibuktikan melalui kinerja yang bermanfaat, berdampak, dan berorientasi pada pelayanan. Prestasi akan meningkatkan prestise ASN, bukan karena kedekatan ataupun koneksi,” tegas Zahid Khasani dalam sambutannya.

Baca Ini:  Ritual "Injak Bumi" tradisi masyarakat Melayu Jambi saat Lebaran

Ia juga menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yang resmi menyandang status sebagai PNS di lingkungan Kankemenag Purbalingga.

Momentum dari Pusat: BKN dan Menteri Agama Gaungkan Budaya Kerja “4K” ASN

Dalam sambutan yang terhubung daring, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, memperkenalkan konsep kerja “4K” ASN, yakni Kecepatan, Kemudahan, Kemanfaatan, dan Kebahagiaan. Menurutnya, keempat nilai ini harus menjadi budaya kerja fundamental bagi setiap ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara profesional, humanis, dan berintegritas dalam pelayanan publik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, juga menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. “ASN harus siap mengabdikan diri untuk bangsa, negara, dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Baca Ini:  50 Santri Demak Diduga Keracunan Menu MBG: Nasi Goreng hingga Jeruk Jadi Penyebab

Harapan Baru untuk Pelayanan Publik di Purbalingga

Dengan resminya 56 PNS Purbalingga formasi 2024 ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan di madrasah, kantor urusan agama (KUA), dan satuan kerja lain di bawah Kankemenag Purbalingga. Pelantikan PNS Kemenag 2026 (pelaksanaan di 2026 untuk formasi 2024) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan aparatur yang bersih, berprestasi, dan melayani tanpa pungli.

Proses yang transparan dan bebas biaya ini juga menjadi contoh bahwa rekrutmen dan pengangkatan PNS dapat berjalan dengan integritas tinggi. Kini, tantangan sesungguhnya dimulai: membuktikan bahwa mereka adalah ASN berdampak bagi masyarakat Purbalingga. [*kin]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *