Lintas12.com, Banyumas – Presiden Prabowo sebut TPST BLE Banyumas model nasional pengelolaan sampah. Teknologi sederhana, produk lokal, efektif. Dukung pariwisata bersih. Simak kabar berita selengkapnya di Lintas 12 News.
Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan menyebut Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, layak menjadi model nasional pengelolaan sampah bagi seluruh daerah di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Presiden usai meninjau langsung fasilitas yang berlokasi di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, pada Selasa siang (27/4). Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo tampak terkesan dengan inovasi sederhana namun efektif yang dikembangkan di lokasi tersebut.
“Saya sangat terkesan, ini satu inovasi yang sangat baik,” ujar Prabowo di hadapan awak media.
Teknologi Sederhana, Efek Maksimal
Yang membuat TPST BLE Banyumas istimewa, menurut Presiden, adalah penggunaan teknologi yang tidak terlalu canggih tetapi mampu berjalan efektif. Keberhasilan ini didukung oleh pemanfaatan produk lokal serta sistem terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten.
“Kita lakukan pengolahan sampah dengan teknologi yang tidak terlalu canggih, tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten,” jelas Prabowo.
Model ini dinilai sangat potensial untuk direplikasi. Bahkan, TPST BLE Banyumas layak jadi model nasional karena sudah menarik perhatian pihak asing.
“Ini sangat efektif, menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” tambah Presiden.
Prioritas Nasional dan Bantuan Langsung
Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dikendalikan dalam waktu dekat.
“Sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun kita harus kendalikan sampah di seluruh Indonesia,” tegas Prabowo.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan mendorong pengembangan sistem serupa melalui bantuan langsung guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengolahan sampah di berbagai daerah.
“Saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif,” kata Presiden.
Inovasi Genteng dari Limbah, Solusi Atap Rumah Rakyat
Selain pengolahan sampah, Presiden juga menyoroti inovasi pemanfaatan hasil olahan limbah, seperti genteng dari limbah yang dinilai ekonomis. Produk ini berpotensi mendukung program perbaikan rumah rakyat.
“Gentengnya lumayan, efektif, cukup murah. Ini mungkin bisa masuk anggaran bantuan perbaikan rumah,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, genteng ini bisa menggantikan atap seng yang mudah berkarat dan berdampak kurang baik bagi kesehatan penghuni.
Menuju Indonesia Bersih, Sehat, dan Indah
Melalui berbagai upaya tersebut, Presiden berharap Indonesia menjadi negara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Hal ini juga dinilai penting untuk mendukung sektor pariwisata.
“Kita akan kembalikan Indonesia menjadi negara yang benar-benar indah, pariwisatanya bagus, dan kita nyaman tinggalnya,” pungkas Prabowo.
Pendamping Presiden Prabowo
Dalam kunjungan kerja ke Banyumas tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.







