Daerah  

Pemkab Banyumas Tutup Total Jalan Baturraden Barat Akibat Amblesan 6 Meter

Pemkab Banyumas Tutup Total Jalan Baturraden Barat Akibat Amblesan 6 Meter
Pintu gerbang menuju obyek wanawisata Baturaden

Banyumas, Lintas12.com – Amblesan sedalam 6 meter di Jalur Alternatif Baturraden. Pemkab Banyumas tutup total jalan hingga 13 Juni 2026. Simak jalur alternatifnya di laman Berita Pilihan Terpercaya: Lintas 12 News di bawah ini.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, mengambil langkah tegas dengan menutup total Jalan Raya Baturraden Barat menyusul kejadian amblesan sedalam 5 hingga 6 meter di Dusun Prompong, Desa Kutasari. Jalan yang merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata Baturraden ini dinilai sudah sangat membahayakan pengguna jalan.

Kronologi Amblesan: Dari Jalur Roda Dua hingga Ditutup Total

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Tomi Luqman Hakim, menjelaskan bahwa amblesan Baturraden pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca Ini:  Helikopter Jatuh di Kalbar: 8 Orang Tewas, Termasuk Pilot dan WNA Malaysia

“Awalnya, roda empat kami tutup sementara, sedangkan roda dua masih bisa melintas. Namun setelah asesmen dari DPU dan BPBD dinyatakan membahayakan, akhirnya Jalan Baturraden Barat tutup total,” ujar Tomi di Purwokerto, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, meskipun penutupan total telah diberlakukan, masih ada warga lokal yang nekat melintas dengan sepeda motor. Namun setelah alat berat didatangkan, seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang melintas selama 24 jam.

Jalur Alternatif Bagi Wisatawan dan Pengendara

Bagi Anda yang hendak menuju kawasan wisata Baturraden, jalur alternatif Baturraden yang bisa digunakan adalah Jalan Raya Baturraden (jalur utama). Sementara untuk pengendara dari arah selatan menuju utara Desa Kutasari, diarahkan melewati Jalan Djojo Soekarto dengan terlebih dahulu melintasi Jalan Candrawjaya di utara Pasar Cerme, Desa Purwasari, Kecamatan Baturraden.

Baca Ini:  Pemkab Demak Berikan Trauma Healing Hipnoterapi untuk Siswa Keracunan MBG, Pulihkan Psikologis Pasca Insiden Makan Bergizi Gratis

“Penutupan direncanakan sampai 13 Juni sesuai estimasi pekerjaan dari DPU, tetapi kami berharap pengerjaannya bisa lebih cepat,” harap Tomi.

Penyebab Amblesan: Jembatan Kuno Berusia 50 Tahun Tak Mampu Menahan Beban

Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia, mengungkapkan fakta menarik di balik musibah ini. Struktur di bawah badan jalan yang ambles ternyata merupakan jembatan segmental berbentuk lengkung dari pasangan bata yang diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun.

“Kondisi bangunan yang telah lapuk ditambah adanya aliran air cukup besar menyebabkan struktur penyangga tidak mampu menahan beban timbunan tanah di atasnya hingga akhirnya ambles. Begitu lengkungan di bawah ambles, bagian atas ikut turun sehingga menimbulkan lubang,” jelas Rusli.

Baca Ini:  Kapolda Papua Sebut OPM Sepanjang 2025 Tewaskan 94 Orang

Lebar lubang penanganan amblesan Banyumas ini mencapai sekitar 10 meter mengikuti badan jalan.

Solusi Jangka Panjang: Ganti dengan Box Culvert

Alih-alih hanya menimbun kembali, DPU Banyumas mengambil langkah modern. Pekerjaan perbaikan yang dimulai Senin (25/5/2026) ini ditargetkan selesai dalam 20 hari ke depan.

“Oleh karena secara usia dan kekuatan sudah jauh berkurang, nantinya kami tangani sepenuhnya dengan diganti menggunakan box culvert. Ini lebih kuat dan tahan lama,” tegas Rusli.

Pemkab Banyumas berharap masyarakat dan wisatawan bersabar selama masa perbaikan. Dengan adanya penutupan total jalan ini, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. [*izah]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *